5 Cara Bertobat Dari Dosa Besar

0
255
cara bertobat

Diantara manusia pasti ada yang pernah berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar. Bisa jadi diantara manusia ada yang pernah berzina, menenggak minuman keras, berjudi, meninggalkan sholat 5 waktu, dan lain sebagainya. Naudzubillah.

Apakah Allah akan mengampuni hambanya yang telah berbuat dosa besar? Tentu saja Allah akan mengampuninya. Pintu tobat masih terbuka lebar. Ampunan dan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala begitu besar.

Berkaitan dengan taubat, mari kita simak hadits berikut ini :

Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hadits di atas menunjukkan bahwa Allah benar-benar Maha Pengampun. Menerima taubat dari hamba-Nya apapun perbuatan dosanya. Baik dosa kecil atau dosa besar hingga dosa syirik sekalipun.

Dosa seorang hamba akan diampuni oleh Allah meski dosanya bagaikan buih di lautan. Pintu taubat masih terbuka selama belum datang kematian.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Cara Bertobat

Begitu besarnya peluang terampuni dosa-dosa, hendaknya tidak membuat kita meremehkan dosa dan menunda-nunda untuk taubat. Ketika menyadari telah berbuat dosa, segeralah bertaubat.

Jika dosa yang kita lakukan termasuk dosa kecil, segeralah beristighfar, karena dengan istighfar, dosa kecil akan terhapuskan.

Namun jika dosa yang kita lakukan adalah dosa besar, tidak cukup hanya istighfar. Butuh kesungguhan yang lebih besar dengan taubatan nashuhah hingga sholat taubat.

Supaya lebih enak dibaca dan lebih mudah dipahami, saya buatkan daftar cara bertaubat dari dosa-dosa besar berikut ini :

1.Taubatan Nashuhah

Taubatan Nashuhah adalah taubat yang tulus, yaitu menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya. [Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/61].

2.Menyesali perbuatan dosa dan berjanji tidak akan mengulangi.

Malik bin Dinar berkata, “Menangisi dosa-dosa itu akan menghapuskan dosa-dosa sebagaimana angin mengeringkan daun yang basah.”[Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 203, Darul Muayyid, cetakan pertama, 1424 H]

Ummar, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa taubat adalah dengan menyesal.[Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 206.]

3.Taubat dilakukan sebelum datang ajal dan sebelum terbitnya matahari dari arah barat.

Jika dilakukan setelah itu, maka taubatnya tidak akan diterima. [Simak penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Sholihin.]

4.Sholat taubat

Sholat taubat ini sangat dianjurkan oleh para ulama, berdasarkan sabda Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam :

« مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.[10]” (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

5.Jauhi lingkungan yang buruk.

Ini penting dilakukan demi memperkuat taubat. Jikalau setelah bertaubat ternyata masih bergaul dengan lingkungan atau teman-teman yang gemar berbuat dosa, kemungkinan suatu saat taubatnya akan goyah dan kembali melakukan dosa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Demikianlah 5 cara bertaubat dari dosa-dosa besar. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa mengampuni dosa-dosa kita baik dosa kecil maupun dosa besar. Amin.