Selasa, Juni 28, 2022
BerandaEkonomi dan BisnisStart Up Jalan Ninja Kapitalis Menguasai Pasar Indonesia

Start Up Jalan Ninja Kapitalis Menguasai Pasar Indonesia

START UP JALAN NINJA KAPITALIS MENGUASAI PASAR INDONESIA

Oleh Nida Fitri Azizah (Aktivis Mahasiswa)

Rakyat harus kembali mengusut dada, bagaimana tidak?. Badai PHK terjadi pada sektor industri Start Up atau perusahaan rintisan yang baru baru saja melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya, sebut saja Zenius. PT Zona Edukasi Nusantara (Zenius Education) adalah perusahaan pendidikan berbasis teknologi asal Indonesia.

Zenius menyediakan layanan akses pendidikan dalam format video berbahasa Indonesia yang disajikan secara online melalui website nyatanya juga telah melakukan PHK terhadap 25% karyawannya atau sekitar 200 karyawan. Manajemen Zenius menjelaskan PHK dilakukan karena perusahaan-perusahaan mengalami kondisi makro ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir termasuk dimasa pandemi lalu.

Ekonom Senior Institute For Development Of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbini mengatakan, fenomena PHK massal yang terjadi disejumlah Start Up Indonesia dalam waktu berdekatan ini bisa dibilang sebagai bubble burst. Menurutnya kondisi startup di Indonesia sebelum pandemi dan saat pandemi cukup kontras, contoh Start Up seperti Gojek,Traveloka,Buka Lapak dll.

Pasalnya sebelum pandemi perusahaan start-up tersebut melakukan rekrut secara besar besaran guna membangun perusahaan. Buble Burst adalah sebuah fenomena pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan naiknya nilai pasar yang cepat, terutama pada harga aset. Disisi lain inflasi yang cepat tersebut diikuti penurunan nilai yang juga sangat cepat atau berkontraksi.

Fenomena seperti ini bukanlah hal yang baru terjadi, sebut saja Krakatau Steel dan Indosat Ooredo pernah mengalami hal serupa 2 tahun yang lalu. Fenomena tersebut disebabkan oleh lonjakan harga aset yang didorong oleh perilaku pasar yang tinggi. Pengamat E-Commerce Ignatius Untung mengatakan definisi Buble Burst adalah ketika banyaknya perusahaan sudah mendapatkan pendanaan investor namun bangkrut ditengah jalan alias bangkrut.Tentu ini membuat kita bertanya tanya mengapa hal semacam diatas terus saja berulang? Apakah tak ada solusi dari pemerintah untuk memikirkan nasib pekerja?

Start Up Buah Penerapan Sistem Kapitalisme

Alih-alih menghasilkan keuntungan itulah buah pahit yang harus ditelan oleh Start Up perusahaan rintisan tekhnologi yang umurnya belum lama beroperasi dan masih berada dalam fase pengembangan. Untuk dapat berkembang sebuah Start up membutuhkan para penyandang  dana atau investor. Apabila kita telisik penyebab dari semua ini adalah munculnya ventura capital yang memberikan bantuan kepada perusahaan rintisan dan pasti akan meminta timbal balik dari setiap perusahaan yang ada.

Bagi para kapitalis atau pemilik modal, Indonesia adalah lahan basah yang menggiurkan untuk menjadi target pasar bisnis. Sistem Kapitalisme sangat bertentangan dengan fitrah manusia maka jangan heran bila perlakuannya acap kali tidak adil antara si kaya dan si miskin. Sebab Start Up adalah jalan ninja untuk menguasai pasar Indonesia. Maka wajar saja para kapital berlomba lomba menggelontorkan dananya untuk berinvestasi di Indonesia karena berharap keutungan.

Dominasi para kapital memang tak bisa dianggap remeh, dengan adanya  penjualan saham perusahaan akan berdampak buruk pada kondisi ekonomi Indonesia. Inilah watak sistem kapitalisme sesungguhnya yakni mengembangkan sektor ekonomi non riil yang menggelembungkan  ekonomi  untuk pecah. Lagi-lagi rakyatlah yang menjadi korban PHK, yang tak bisa dihindari dan pastilah angka kriminal  terus meningkat. Peran penguasa pun dalam hal ini dipertanyakan mengapa seolah tak berdaya dan kehilangan taring dalam mengatur laju keseimbangan ekonomi. Disisi lain banyak pihak yang menganggap bahwa  adanya Start Up adalah angin segar untuk membangkitkan geliat ekonomi bangsa sehingga mereka membukakan gerbang kematian pasar di negri sendiri dengan mengundang para investor.

Jual Beli Saham Haram di Dalam Islam

Islam sebagai agama yang sempurna  akan menutup segala pintu bagi asing dalam menjamah ketahanan ekonomi negaranya. Start Up sendiri berbahaya karena didalamnya berisi sistem ekonomi non riil yang disandarkan pada penjualan bursa saham yang hukumnya haram didalam Islam, karena bersandar pada ribawi dan akad syirkah yang batil. Dengan adanya fenomena badai PHK diatas, kita kembali disadarkan bahwa inilah rencana busuk asing untuk mencuri data dan menguasai pasar negeri- negeri  kaum muslimin yang berujung pada dirantainya kemandirian mereka secara ekonomi.

Sudah saatnya kaum muslimin dan negri ini membangun sebuah ketahanan yang akan membebaskan mereka dari belenggu penjajahan asing dengan solusi Islam. Sebab Islam mengatur tentang tata cara bagaimana harta itu didapat dan bagaimana pemanfaatannya sehingga tak sembarang oknum melakukan monopoli secara sepihak.

Setidaknya  Asas ekonomi didalam Islam terdiri atas 3 pillar. Pertama bagaimana harta diperoleh. Kedua pengelolaan kepemilikan. Ketiga distribusi kekayaan ditengah masyarakat. Ketiga pilar tadi membuat Ekonomi islam kuat luar dan dalam serta kebutuhan masyarakat dijamin secara adil dengan membukakan lapangan pekerjaan sehingga rakyat memiliki pendapatan guna melanjutkan kehidupan mereka. (Wallahu a’alam Bishawab)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments