Selasa, Juni 28, 2022
BerandaOpiniAsing makin lancang lecehkan negeri muslim terbesar

Asing makin lancang lecehkan negeri muslim terbesar

Asing makin lancang lecehkan negeri muslim terbesar
Oleh Nur Haya S.S (Pemerhati Sosial)‎

Berita terbaru yang cukup mengundang pro dan kontra tentang ada ulama yang dideportasi di ‎Singapura tanpa alasan, jadi rute peristiwa dari ulama yang berinisial UAS ini beserta rekan ‎dan keluarganya ditolak masuk di Singapura 16 mei 2022 lalu. Kemudian UAS dimasukkan ‎ke kamar yang berukuran kecil dan sempit, tempat itu seperti penjara lalu beliau menunggu ‎disana berjam-jam hingga diperintahkan kembali ke Indonesia. Kebijakan ini menjadi polemik ‎di masyarakat. Masyarakat yang kontra tentu sangat menyayangkan sikap Singapura yang ‎sama sekali tidak beralasan itu, sementara di sisi lain yang pro menilai sikap tersebut justru ‎disebut sebagai hak dan kedaulatan penuh Singapura. (News.detik, 22/5/22)‎

Tidak berselang lama dari peristiwa itu, ada juga berita yang begitu meresahkan umat muslim ‎dan mengejutkan, yakni pengibaran bendera L987 oleh Kedubes Inggris di Jakarta ‎(JPNN.com, 22/5/22).

Disini nyata dan jelas dimana titik fokus sikap mereka terhadap kaum ‎muslim dan negeri-negeri muslim. Bahkan bukan hanya sekali namun berkali-kali sikap buruk ‎mereka pada kaum muslim terkhusus ulama-ulama yang masif dalam berdakwah.

Asing semakin lancang melecehkan kaum Muslim

Tak bisa dihelak lagi, dua peristiwa ini menjadi fakta didepan mata yang menunjukkan asing ‎makin terang-terangan melecehkan harga diri kaum muslim. Bahkan mirisnya sebagian dari ‎orang-orang muslim sendiri. Pasalnya apa terjadi pada kasus UAS ini, beliau dideportasi ‎Singapura sebab dinilai isi ceramahnya radikal dan intoleran. Ini berasal dari pernyataan ‎organisasi tokoh muslim Singapura yang bergabung dalam Grup Rehabilitasi Religius (GRR). ‎Mereka menyatakan bahwa UAS ditolak masuk Singapura dikarenakan dinilai ‎mempromosikan radikalisme dalam ceramahnya. Juga menilai UAS sebagai penceramah ‎menyebarkan pandangan yang dianggap tak sesuai dengan nilai-nilai islami.‎

Sementara masalah pengibaran bendera L987 oleh Kedubes Inggris di Jakarta, dengan dalih ‎pengibaran bendera pelangi pada 17/05/2022 karena bertepatan di Hari Antihomofobia. ‎Untuk memperingati Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia dan Bifobia pada ‎tanggal 17 Mei lalu. “Kemarin, di Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan ‎Transfobia (IDAHOBIT) kami mengibarkan bendera L68T+ dan mengadakan acara, karena ‎kami semua adalah bagian dari satu keluarga manusia,” tulisnya di postingan akun resmi ‎Instagram Kedubes Inggris @ukinindonesia, seperti dilihat pada Sabtu (21/5/2022).‎

Disini jelas ke mana arus dua peristiwa diatas, bahwa tidak diragukan lagi dan dapat ‎dipastikan ini bentuk kelancangan asing kepada negeri muslim terbesar didunia ini. Seakan-‎akan Indonesia tak kuasa menghadapi negara sekecil Singapura. Sehingga Singapura dengan ‎gampangnya memperlakukan tidak baik muslim dari Indonesia. Hal serupa juga, sikap ‎Indonesia terlihat melempem begitu saja tiada ketegasan yang nyata pada Kedubes Inggris. ‎Dengan arogannya mengibarkan bendera pelangi di negeri muslim terbesar ini. Sebab L987 ‎adalah kasus yang sangat sensitif di negeri ini. Bahkan beberapa hari yang lalu penolakan ‎masyarakat membuat youtuber terkenal harus menghapus kontennya bermuatan L987.‎

Sikap negara ini bener-bener mengambarkan betapa lemahnya politik Indonesia terhadap ‎internasional, dimana harus diakui bahwa tawar politik menjadi potret dinegeri ini dalam ‎panggung politik. Bagaimana tidak, munculnya kasus anti-islam seperti radikalisme dan ‎propaganda L987 ini adalah fakta Indonesia tak punya nyali untuk menentangnya. Justru ‎yang terjadi dibawah sistem demokrasi, terbuka lebar ruang untuk mempropaganda isu ‎radikalisme dan pro L987 di negeri muslim terbesar ini. Tentu itu tak searah dengan jumlah ‎penduduk muslim Indonesia sebagai penduduk mayoritas. Lagi-lagi isu mayoritas tertindas ‎dengan minoritas. Cermati saja isu antiradikalisme adalah isu islamofobia.‎

‎Wallahu a’alam biswhab

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments