-1.6 C
London
Jumat, Desember 9, 2022

Banjir Kawasan Kaltim, Akibat Ulah Kapitalis Serakah

Banjir Kawasan Kaltim, Akibat Ulah Kapitalis Serakah
Oleh Nur Haya S.S (pemerhati Sosial)‎

Lagi-lagi banjir melanda Indonesia dikawasan provinsi Kaltim daerah ‎Balikpapan, Samarinda dan Sangatta. Banjir ini diawali dengan hujan deras ‎selama dua malam berturut-turut dari hari jumat malam 18 maret 2022 ‎hingga dini hari Tepat tanggal 20 Maret 2022, Sangatta kabupaten Kutai ‎Timur dilanda musibah banjir yang terbilang parah di wilayah tersebut. ‎Selama 5 hari itu banyak rumah warga tenggelam dan jalan raya menjadi ‎rusak akibat banjir besar khususnya kecamatan sangatta selatan terdampak ‎banjir sangat parah. Dengan ketinggian mencapai 1-2 meter.‎

Hampir semua daerah Sangatta diserang banjir yang arusnya deras bahkan ‎begitu berbahaya sebab banyak buaya yang berseliweran. Badan ‎Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Syarifuffin mengatakan ‎banjir pada sabtu(19/3) berdampak pada 3.937 kepala keluarga atau ‎sebanyak 16.896 jiwa. Disamping itu tercatat juga sebanyak 2.477 unit ‎rumah terendam banjir dan 1200 warga telah diungsikan di masjid agung ‎Sangatta. Kebanyakan orangtua dan anak-anak, sebagian lagi warga ‎bertahan di rumah atau jalan-jalan. ‎Kemudian terdapat satu orang yang meninggal dunia akibat terjatuh dari ‎tangga rumah dikala dilanda banjir (Detik.com, 22/3/2022).

Tidak ‎hanya diserang banjir tapi juga terkena longsor dijalan poros Sangatta-‎Bontang Kilometer 20 yang menjadikan jalan penghubung kota Bontang ‎dan Sangatta terputus sehingga lumpuh total lalu-lintas dan menyebabkan ‎macet panjang dikarenakan jalan tertimbun tanah cukup banyak. ‎‎(JPNN.com, 19/3/2022) Sedangkan, banjir yang terjadi disamarinda ‎tidak begitu tinggi tetapi di samarinda hampir menjadi langganan banjir ‎dikala intensitas hujan yang tinggi sangat mudah terjadi banjir.‎

Adapun banjir di Balikpapan, diketahui ketinggian air banjir yang menimpa ‎daerah Balikpapan dibeberapa gang-gang jalan mencapai dada orang ‎dewasa dan banyak rumah warga terendam banjir. (TribunKaltim, ‎‎16/03/2022)

Hal yang serupa kawasan Balikpapan pun terkenaa longsor ‎juga yang menjadikan jalan lalu lintas terganggu. Banjir ini dipicu akibat ‎intensitas hujan yang tinggi. (Pusdalops.PNBP 18/03/2022)

Jika ‎ditelaah diatas, selalu alasan hujan sebagai faktor terjadinya musibah banjir. ‎Namun tak bisa dibenerkan secara mutlak hujan menjadi kambing hitam ‎atas bencana banjir. ‎
Pasalnya hujan sangat dibutuhkan dan menjadi sumber kehidupan. Jadi ‎sangat disayangkan jika hujan yang diadu domba menjadi penyebab utama ‎banjir. Ini pun yang dilakukan oleh warga Kutim menolak terdampaknya ‎banjir hanya karena intensitas hujan tinggi tapi tak lepas dari ulah tangan ‎manusia. Demikian banjir ini mendorong aliansi warga Sangatta ‎menggalang petisi mengkritik pembangunan di wilayah Kutim. Petisi ‎tersebut dibuat untuk menggalang dukungan warga agar pemerintah mau ‎mengusut apa penyebab banjir separah itu maupun siapa saja pihak-pihak ‎bertanggung jawab atas terjadinya banjir.‎

Menurut jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Banjir di duga karena ‎adanya pembukaan hutan diwilayah hulu oleh perusahaan swasta dan ‎menjadikannya area pertambangan. “Besarnya banjir yang menerjang ‎rumahh warga dua kecamatan telah diprediksi akan terjadi. Tidak sulit ‎untuk menghubungkannya mengingat hutan-hutan diwilayah hulu dari ‎sungai Sangatta telah dibabat habis oleh PT. KPC dan bukit-bukit dikeruk ‎menjadi lubang tambang yang besar” ujar Pradarma Rupang, (Detik.com, ‎ 22/3/22)‎

Ini senada dengan Fraksi Kutim menyampaikan banjir di Sangatta karena ‎kerusakan lingkungan, terbukti dengan daya dukung lingkungan terus ‎melosot. Inilah yang jadi akar masalah utama terjadinya banjir. ‎Sebagaimana sudah menjadi rahasia umum hutan-hutan diwilayah hulu dari ‎sungai Sangatta banyak pengundulan oleh perusahaan batubara PT. KPC ‎dan bukit-bukit dikeruk menjadi lubang tambang yang besar. Sejak tahun ‎‎2013 sudah didominasi aktivitas pembangunan kapitalistik dalam ‎pengelolaan lingkungan di wilayah Sangatta. Ini berdampak pada ‎deforestasi dan alih fungsi lahan.‎

Banjir, Akibat Kerusakan Lingkungan Ulah Kapitalis Serakah

Tak bisa dipungkiri, sudah didepan mata mengenai fakta aktivitas ‎pembangunan kapitalis yang sering mengabaikan prinsip kelestarian hutan ‎dalam mengelola lingkungan. Akibatnya kerusakan lingkungan pun tak bisa ‎dihindari yang merupakan ulah tangan kapitalis serakah. Padahal, cukup ‎banyak penelitian dan kajian ilmiah tentang hidrologi, kehutanan , ‎pentingnya konservasi dan tata ruang wilayah secara gamblang ‎menerangkan pembangunan mutlak musti mengikuti rambu-rambu ‎kelestarian alam, lahan, keseimbangan alam dan lingkungan yang wajib ‎dipatuhi tiap orang.‎

Maka jika tidak pedulikan, tentu dampaknya terjadi bahaya banjir dan ‎longsor yang merugikan hingga mematikan. Namun kenyataannya para ‎penguasa telah dicetak oleh para korporasi dengan mengorbankan prinsip ‎tata kelola lingkungan. Ini berarti telah menyianyiakan hasil kajian ilmiah ‎dan diskusi intelektual dalam mewujudkan kelestarian alam. Semestinya ‎didalam pengelolaan lingkungan, negara berperan mencegah tata kelola ‎alam dengan jalan kerakusan bin serakah dan sifat konsumerisme manusia. ‎Dan mengarahkan pada pengembangan dan pengelolaan lingkungan dengan ‎cara bener.‎

Demikian pembangunan dan pengelolaan lingkungan kapitalis dan liberal, ‎ialah biang kerok bencana lingkungan Kalimantan. Yang hal itu berasal ‎dari ulah tangan kapitalis yang rakus. Dengan mengambil kekayaan sumber ‎daya alam tanpa mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam menjaga ‎lingkungan, lahan, kelestarian dan keseimbangan alam. Selain itu, begitu ‎bebas mengeruk kekayaan alam padahal itu adalah kepemilikan umum, ‎tidak bisa dimonopoli oleh kelompok tertentu maupun pengusaha ‎konglomerat. Sehingga, dampaknya akan menimbulkan kerusakan ‎lingkungan yang memakan korban.‎

Solusi islam dalam Banjir

Adapun islam memiliki solusi yang sempurna dimana mampu memecahkan ‎problematika kehidupan sampai ke akar-akarnya. Hal ini jauh berbeda ‎dengan sistem kapitalisme, sistem islam dalam mengelola lingkungan tidak ‎akan mengabaikan pelestariannya meskipun kemungkinan kekayaan alam ‎dieksplorasi untuk memenuhi kebutuhan umat. Di antara pengaturan islam ‎dalam menjaga lingkungan dari segi pemeliharaan sampai ke ‎pengelolaannya ialah; pertama islam mengatur tatacara kepemilikan harta ‎yakni kepemilikan individu, kepemilikan umum dan kepemilikan negara.‎

Dengan klasifikasi kepemilikan harta, negara tidak akan sembarangan ‎menetapkan kebijakan sesuai dengan kepentingannya. Seperti tambang dan ‎kekayaan alam lainnya tidak boleh diprivatisasi individu atau swasta. ‎Karena itu ialah kepemilikan umum. Negara mengelolanya untuk memenuhi ‎kebutuhan rakyat. Begitu juga eksplorasi kekayaan alam tak dilakukan ‎sembrono. Walau itu milik umum dan masyarakat boleh mengambil ‎manfaat secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari bukan dengan ‎mengeksploitasi semaunya.

Kedua, islam mengajarkan mencintai alam dan ‎lingkungan. ‎Misalnya dalam peperangan, umat islam dilarang merusak tanaman terlebih ‎lagi dalam kondisi damai. Negara akan mengatur agar masyarakat menjaga ‎kebersihan lingkungan dan selalu merawat alam.

Ketiga, islam memiliki ‎konsep perlindungan lingkungan hidup. Keempat, islam mendorong ‎aktivitasi tanah mati. Kelima, negara akan melakukan penghijaun dan ‎reboisasi. Dengan begitu fungsi hutan dan pohon tidak akan hilang. ‎Keenam, negara akan memetakan, mengkaji dan menyesuaikan ‎pembangunan infrastruktur dengan topografi dan karakter alam wilayah ‎tersebut.‎

Demikian kekayaan sumber daya alam ini dimanfaatkan untuk memenuhi ‎kebutuhan umat bukan malah diperjualbelikan seperti pandangan kapitalis. ‎Inilah rahmat Allah untuk negeri ini, yakni kekayaan alam yang melimpah ‎dan takterhitung. Hanya saja, rahmat dan keberkahan terasa jauh karena ‎aturan yang diterapkan bukan aturan Allah. Justru akan berubah ‎malapetaka dan bencana. Maka penerapan islam dalam tegaknya syariat ‎islam secara kaffah yang mendatangkan rahmat, keberkahan dan ‎kesejahteraan bagi seluruh alam.

Wallahu’alam bishwab

Latest news
Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini