Minggu, November 28, 2021
BerandaOpiniIslam Mencintai Masyarakat Tanpa Syarat

Islam Mencintai Masyarakat Tanpa Syarat

siti subaidahIslam Mencintai Masyarakat Tanpa Syarat
Oleh: Siti Subaidah
(Pemerhati Lingkungan dan Generasi)

“Kenikmatan hidup paling nikmat di dunia ini adalah sehat karena apa pun yang kamu miliki di dunia ini tak akan kamu nikmati, jika kamu sakit.” – Dani Kaizen

Ya, kesehatan merupakan hal yang paling berharga bagi manusia. Layaknya sesuatu yang berharga maka sudah seyogyanya kita berusaha menjaganya baik dengan pola makan sehat,  berolahraga dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak kesehatan. Namun di era pandemi sekarang nampaknya hal itu tentu amat susah dilakukan. Terlebih bagi mereka yang hidup berpenghasilan ala kadarnya atau masyarakat menengah ke bawah. Jangankan memenuhi pola makan sehat, untuk bisa makan tiga kali sehari saja sangat sulit untuk dipenuhi. Tentu ini kembali lagi ke permasalahan ekonomi.

Berangkat dari permasalahan itu, Pemda Balikpapan pun mengupayakan untuk memberikan jaminan BPJS kesehatan gratis kepada warga. Bantuan ini hanya untuk peserta BPJS mandiri kelas 3 yang akan dipastikan berjalan bulan Oktober 2021. Pemerintah kota bersama DPRD Balikpapan sepakat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 13 miliar di APBD Perubahan 2021. Untuk peserta penerima bantuan iuran gratis, tercatat sebanyak 113.770 jiwa. Rinciannya, 19.240 jiwa terdaftar dalam program bantuan iuran, 59.336 jiwa pembayar iuran aktif dan 35.194 jiwa sebagai penunggak iuran BPJS Kesehatan. Selain itu masih ada 25.285 jiwa yang belum memiliki jaminan kesehatan.

Data ini pun belum final alias masih melalui tahap verifikasi yang mana calon peserta iuran gratis akan dilihat terlebih dahulu penghasilan dan pengeluaran nya tiap bulan. Selain itu syarat lain yang ditetapkan bagi calon penerima BPJS Kesehatan gratis ini yaitu telah menjadi peserta BPJS kelas 3 selama setahun dan  ber-KTP Balikpapan dengan status tidak menerima upah. Namun hak kepesertaan ini bisa saja di cabut sewaktu-waktu jika peserta melakukan atau melanggar sejumlah ketentuan. Salah satunya apabila peserta menyalahgunakan dengan mengalihkan hak kepesertaannya kepada orang lain.

Agar program ini terealisasi dan berjalan dengan baik Pemerintah Kota Balikpapan telah membentuk tim monitoring untuk mengawasi pelaksanaan program BPJS Kesehatan gratis. Hal ini dilakukan agar program yang dibuat tidak salah sasaran.

Cinta Separuh Hati

Kepedulian terhadap rakyat adalah sikap mutlak yang harus dimiliki seorang pejabat. Hal ini pulalah yang mendasari lahirnya segala kebijakan yang berlaku. Begitu pula dengan kebijakan terkait penggratisan iuran BPJS ini. Syarat dan ketentuan yang ada seolah menunjukkan pemerintah masih setengah hati dalam melayani masyarakat. Pengabaian terhadap hak rakyat untuk mendapatkan jaminan kesehatan makin terlihat. Bukankah harusnya pemerintah lebih giat memberikan kualitas pelayanan prima dalam hal kesehatan kepada masyarakat?. Apalagi ditengah  pandemi seperti ini. Dimana kesehatan menjadi barang mahal yang seharusnya menjadi pertimbangan bagi pemangku jabatan agar memberikan pelayanan sepenuh hati tanpa syarat. Berbagai syarat yang diberlakukan hanya akan mencederai hati masyarakat yang sudah sangat sulit menjamin kesehatan mereka sendiri.

Berbeda jika kita menengok pada sistem Islam yang menjadikan kesehatan sebagai kebutuhan dasar dan hak masyarakat yang wajib di jamin pemenuhannya oleh negara. Negara menjadi penyelenggara utama sistem kesehatan. Semua warga negara mendapat hak yang sama baik kaya, miskin, muslim maupun non muslim tanpa ada perbedaan. Pelayanan yang diberikan pun tidak dibedakan berdasarkan kelas. Semua mendapat pelayanan kesehatan dengan kualitas terbaik dan gratis.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa, “Nabi Muhammad saw. Pun—dalam kedudukan beliau sebagai kepala negara—pernah mendatangkan dokter untuk mengobati salah seorang warganya, yakni Ubay. Saat Nabi saw. Mendapatkan hadiah dokter dari Muqauqis, Raja Mesir, beliau pun menjadikan dokter itu sebagai dokter umum bagi seluruh warganya.”

Ini merupakan dalil bahwa pelayanan kebutuhan dasar masyarakat dalam hal kesehatan yang harus disediakan oleh pemerintah. Artinya, haram negara hanya berfungsi sebagai regulator dan fasilitator, apapun alasannya. Negara sebagai pelaksana syariah secara kaffah, khususnya dalam pengelolaan kekayaan negara menjadikan negara berkemampuan finansial yang memadai untuk menjalankan berbagai fungsi dan tanggungjawabnya. Tidak terkecuali tanggungjawab menjamin pemenuhan hajat setiap orang terhadap pelayanan kesehatan. .

Untuk memenuhinya negara menerapkan konsep anggaran mutlak, berapapun biaya yang dibutuhkan harus dipenuhi. Karena negara merupakan  perisai utama yang bertanggung jawab dalam menjamin kesejahteraan publik. Demikianlah tuntunan ajaran Islam yang mulia. Hasilnya, rumah sakit, dokter dan para medis tersedia secara memadai dengan sebaran yang memadai pula. Difasilitasi negara dengan berbagai aspek bagi terwujudnya standar pelayanan medis terbaik. Baik aspek penguasaan ilmu pengetahuan dan keahlian terkini, ketersediaan obat dan alat kedokteran terbaik hingga gaji dan beban kerja yang manusiawi.

Tidak seorangpun yang datang ke rumah sakit kecuali pulang dengan rasa terhormat dan perasaan bahagia. Sebab, semua diberi pelayanan terbaik hingga yang berpura-pura sakit sekalipun. Di setiap kota, termasuk kota kecil, terdapat rumah sakit, berikut dengan tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan, dan lain-lain) berkualitas lagi memadai, berikut peralatan medis dan obat-obatan.

Bahkan disediakan rumah sakit berjalan, dipenuhi berbagai obat dan peralatan medis serta para dokter dan tenaga medis lainnya.  Hal ini disediakan oleh negara untuk mendatangi orang-orang yang beruzur untuk datang ke rumah sakit. Inilah cerminan periayaahan negara di sektor kesehatan dalam Islam. Masyarakat mendapat pelayanan sepenuh hati. Tidak bersyarat layaknya sekarang. Wallahu a’lam bishawab

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments