Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaOpiniLemahnya Manusia dan Himbauan Doa Bersama

Lemahnya Manusia dan Himbauan Doa Bersama

Lemahnya Manusia dan Himbauan Doa Bersama

Oleh : Widiawati, S.Pd
Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Dakwah

Kondisi pandemi yang belum ada tanda-tanda kapan landai, mengharuskan kita berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga iman dan juga imun. Maka tidak ada jalan lain kecuali berserah diri dengan memperbanyak doa serta muhasabah.

Di kutip dari News.detik.com (03/07/2021). Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggi dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengirimkan surat resmi kepada kepala desa, pendamping desa dan warga desa untuk menggelar doa bersama.

Dalam surat resmi tersebut, ia menghimbau agar seluruh pihak melakukan doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Adapun doa ini dilakukan guna menyikapi melonjaknya angka covid-19 di Indonesia. Selain itu, Ia pun mengajak warga desa untuk selalu berdoa agar pandemi Covid-19 berlalu dan ekonomi Indonesia bisa bangkit kembali.

Jika melihat fakta di atas, semakin membuktikan betapa lemahnya manusia, apalagi ketika menghadapi wabah. hampir 2 tahun wabah melanda seluruh negeri, berbagai upaya pun telah dilakukan. Mulai dari PSBB, PPKM mikro dan saat ini berjalan PPKM darurat. Masyarakat juga dihimbau untuk melakukan 3T (Testing, tracing, treatment), hingga 5 M ( memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjahui kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi). Namun tetap tidak bisa menghentikan laju penyebaran covid-19. Maka wajar jika Mendes menghimbau masyarakat agar melakukan doa bersama keluarga di rumah masing-masing karena ini juga di anggap bagian dari ikhtiar untuk menghentikan wabah.

Namun seharusnya himbauan ini bukan hanya dikhususkan untuk masyarakat, tapi juga untuk penguasa sebagai pemangku kebijakan. Karena aturan yang diterapkan semua bergantung pada kebijakan penguasa apalagi dalam menangani wabah covid-19 yang makin menggila, serta kondisi ekonomi yang kian kritis.

Islam Agama Sempurna, Maka Terapkan Totalitas

Di dalam Islam ketakwaan individu sangat dijaga, bukan hanya pada kondisi tertentu. Begitu juga dengan penguasa dalam menjalankan roda pemerintahan tentu kedekatan kepada Allah SWT sangat diperlukan. Bahkan menjadi syarat utama ketika ingin menjadi pemimpin. karena yang akan di terapkan adalah hukum Syara’ yang bersumber dari Nash (Al-Qur’an dan as sunah).

Seorang penguasa akan senantiasa mengontrol ketakwaan rakyat yang dipimpinnya, ketika ada bencana atau wabah maka pemimpin akan meminta rakyat agar semakin meningkatkan takarub kepada Allah SWT karena sejatinya apa yang menimpa masyarakat tidak lepas dari ujian, bisa juga karena kelalaian penguasa dan juga masyarakat.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Musibah apa saja yang menimpa kalian adalah akibat perbuatan kalian sendiri. Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahan kalian. (TQS. Asy-Syura’: 30)

Karenanya jika kita melihat kondisi saat ini, maka sudah saatnya masyarakat dan juga penguasa introspeksi, apakah ini sebuah teguran atau ujian dari Allah SWT, karena telah mencampakkan hukum-hukum Islam, bahkan tidak sedikit dari kalangan muslim sendiri yang ragu terhadap agamanya.

Jika benar membutuhkan pertolongan Allah SWT. Harusnya bukan hanya sekedar himbauan berdoa sesaat, namun bersama-sama melakukan muhasabah serta berupaya untuk kembali kepada aturan yang sahih dengan menerapkan Islam secara kaffah bukan hanya pada level individu namun pada level pemerintahan. Sebab hanya dengan penerapan syariah dalam bingkai khilafah rahmat bagi alam akan tercurah.

Wallahu a’alam

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments