19 C
London
Senin, Agustus 8, 2022

Efektifkah PTM Di Masa Pandemi?

EFEKTIF ATAU TIDAK, PTM DI MASA PANDEMI

ptm masa pandemi
Fatmawati Thamrin (Pemerhati Masalah Sosial)

Oleh : Fatmawati Thamrin (Pemerhati Masalah Sosial)

Sejak tahun 2020 sekolah ditetapkan PJJ (Pembelajaran jarak jauh). Pembelajaran pun dilakukan secara daring. Namun pemerintah telah membuat kebijakan baru yaitu PTM (pembelajaran tatap muka) sudah boleh dilaksanakan awal januari 2021.

Daerah punya hak perogratif untuk melakukan PTM terbatas. Seperti pada wilayah samarindan dan balikpapan. Dengan prinsip kesehatan dan keselamatan bagi guru dan peserta didik.

Pemkot Samarinda Kalimantan Timur memutuskan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 7 September 2021 di 85 sekolah. Sesuai arahan Pak Wakil Wali Kota (Rusmadi), Guru dan tenaga pendidik yang belum divaksin sementara tidak diperkenankan mengajar.

Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan Kota Samarinda sendiri, memiliki sekitar 320 sekolah TK Negeri, SD dan SMP negeri dan swasta dengan 9.400 guru dan tenaga pendidik. Sampai saat ini sudah lebih 70 persen guru dan tenaga pendidik yang sudah divaksin. Sisanya ada sekitar 29 persen yang belum divaksin sekitar 3 ribuan.

Kendati demikian, rencana PTM terbatas menunggu status PPKM kota Samarinda. Dimana, arahan dari Mendikbud, bahwa yang bisa menggelar PTM hanya kota dengan status level 3 dan dengan persetujuan orangtua murid dan siswa. Sementara Samarinda sedang PPKM Level 4. (Merdeka.com 28/8/2021)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menyampaikan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Balikpapan resmi dibatalkan dalam waktu dekat. Penyebabnya karena Balikpapan masih memikul status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 20 September mendatang. Untuk saat ini baru bisa melaksanakan simulasi PTM dulu, dengan syarat siswa yang mengikuti simulasi PTM harus sudah divaksin ini berlaku untuk siswa SMP, sementara SD tidak karena belum vaksin.

Disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Tgl 5 semptember lalu balikpapan masi pada PPM Lever 4, Bahkan 32 daerah diwilayah balikpapan yang statusnya justru naik dari PPKM Level 3 menjadi PPKM Level 4. maka PPKM Level 4 Balikpapan dan sejumlah daerah lainnya diperpanjang hingga 20 September 2021. (SuaraKaltim.id 6/9/2021)

Syarat umum untuk sekolah gelar PTM itu juga harus memiliki fasilitas untuk menerapkan protokol kesehatan hingga kepada susunan bangku pada kelas dengan jarak sesuai ketentuan.
PJJ ini menimbulkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan juga menurunnya pencapaian pembelajaran.

PTM apakah sudah tepat

PTM sebagai kebijakan uji coba utuk dapat melihat efektifitasnya di tengah kondisi masi pandemi dan berharap sudah siap jika wabah berakhir.

Stimulasi PTM ini guru harus ekstra melakukan disiplin pada siswa siswi. Karena lepas kontrol sedikit saja ini akan berakibat buruk. Siswa siswi yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini akhirnya hanya akan menjadi korban ketidakoptimalan pelaksanaan PJJ juga PTM.

Persiapan PTM dimulai dengan mengencarkan vaksin, namun dilapangan proses vaksinasi harus antri. Ini berarti kesempatan belajar tiap siswa siswi tidak akan sama. Ketersedian vaksi yang tidak memadai dan efektifitas yang tidak 100%. Ini tentu bisa berakibat. Munculnya bahkan melonjak kembali dengan cluster sekolah.

Tentu sebagai orang tua ingin kwalitas pendidikan anaknya semakin bagus. Namun memaksakan pelaksanaan pada kondisi yang menunjukkan pandemi ini belum berakhir. PTM ini sesungguhnya munculkan Kegamangan, akibat dari kegagalan sistem kapitalisme atasi wabah, bahkan ini bisa membuat generasi menjadi korban. Semua itu menunjukkan lemahnya negara dalam memberi jaminan Pendidikan dan kesehatan.

Sistem Islam memyiapakan pendidikan terbaik

Ini sangat berbeda pada system islam dimana seorang pemimpin adalah pelindung bagi rakyatnya. Dia akan menyiapkan dan memastikan rakyatnya akan melalui pandemic ini dengan segera. Sehingga pembelajaran dapat berjalan secara maksimal.

Hal ini karena seorang seorang imam atau pemimpin dalam islam begitu serius dalam kepemimpinannya. Kepemimpinannya ini akan dia pertangung jawabkan langsung kepada allah swt. Karena Pemimpin memiliki tanggung jawab yang begitu besar dalam mengurusi urusan umat dan memiliki tugas mulia untuk melindungi orang-orang yang ada di bawah kekuasaannya. Rasulullah Saw. bersabda:
“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya”. (HR al-Bukhari)

Ketika sistem kapitalisme sekuler nyata-nyata tidak bisa diharapkan, satu-satunya harapan kita adalah pada sistem yang sempurna, yang diciptakan Yang Maha sempurna. Dimana kegemilangan selama 3,5 abad menjadi saksi penerapan yang paripurna.

lembaga pendidikan Islam pernah mengalami puncak kejayaan dan menjadi simbol kegemilangan peradaban Islam. Beberapa lembaga pendidikan itu, antara lain, Nizamiyah di Baghdad, Al-Azhar di Mesir, al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, dan Sankore di Timbuktu, Mali, Afrika. Masing-masing lembaga ini memiliki sistem dan kurikulum pendidikan yang sangat maju ketika itu.

Sistem islam memiliki tujuan pendidikan sangat jelas, juga menempatkan bidang pendidikan pada tempat istimewa dan menjadi bagian dari kebutuhan dasar yang wajib dijamin negara. Menyediakan saran bangunan, fasilitas yang lengkap, perpustakaan yang memadai, Guru yang berkwalitas, juga kurikulum yang standart syariat islam.

Negara akan mengurusi generasi penerus ini tanpa terkecuali, tidak membedakan yang kaya dan yang miskin. Semuanya mendapatkan haknya. Hanya dengan sistem islam permsalahan pendiidkan di negri ini akan tersesaikan.

Wallahua’lam Bishawab

Latest news
Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini