Kamis, September 23, 2021
BerandaOpiniLaptop Merah Putih Urgensi Dimasa Pandemi??

Laptop Merah Putih Urgensi Dimasa Pandemi??




Laptop Merah Putih Urgensi Dimasa Pandemi??
Oleh : Retno Furi Handayani, A.Md
(Ibu Rumah Tangga)

Pandemi Covid 19 berkepanjangan, belum ada tanda-tanda akan beranjak dari negeri kita tercinta. Bahkan sudah banyak dampak yang dirasakan oleh semua kalangan, baik pekerja, pengajar, pengusaha hingga negara. Sebagian orang harus kehilangan pekerjaannya, banyak pengusaha yang harus menutup tempat usahanya, banyak pekerja harian yang kebingungan harus makan apa mereka hari ini karena tidak bisa mencari nafkah dan masih banyak lagi.

Ditengah kegundahan dan kerisauan masyarakat, muncul wacana dari pemerintah yang mengejutkan. “Pemerintah berupaya mempersiapkan riset dalam negeri untuk meningkatkan kandungan TKDN agar dapat memproduksi laptop Merah Putih, mulai dari desain hingga pengembangannya,” kata Menko Marinvest dalam konferensi pers virtual. (tribunnews.com, 23 Juli 2021). Dan tidak tanggung-tanggung dana APBN yang digelontorkan untuk proyek tersebut sebesar 17,42 Triliun selama periode 2021-2024.

Beliau beralasan bahwa konsumsi impor Indonesia untuk pembelian keperluan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terutama di Bidang Pendidikan sangat tinggi. Sehingga dengan membangun produksi di bidang TIK sendiri akan meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri dan mendorong masyarakat membeli produk-produk dalam negeri pula.

laptop merah putihAdapun untuk anggaran tahun 2021, total kebutuhan Kemendikbudristek dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pengadaan laptop yakni sebanyak 431.730 unit dengan anggaran sebesar 3,7 Triliun Rupiah. Terdiri dari 189.165 unit laptop senilai Rp 1,3 triliun dibiayai langsung dari APBN 2021 dan 242.565 unit laptop senilai Rp 2,4 triliun yang disalurkan melalui dana alokasi khusus (DAK) fisik pendidikan.Pemerintah pun sudah melakukan penandatanganan kontrak dengan pihak industri atas penggunaan produk TIK dalam negeri senilai Rp 1,1 triliun.

Namun ditengah banyaknya permasalahan yang terjadi di masa pandemi ini, rasanya kebijakan tersebut dirasa kurang tepat sasaran. Tujuan dilakukannya pengembangan produksi dalam negeri di bidang teknologi adalah untuk peningkatan ekonomi yang hanya bisa dirasakan beberapa kalangan saja. Dan tidak menyentuh pihak-pihak yang terdampak langsung dari pandemi ini.

Ditengah kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat dan PPKM yang terus diperpanjang entah sampai kapan, menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat. Mereka membutuhkan jaminan pemenuhan kebutuhan harian selama diberlakukannya PPKM. Banyak diantara masyarakat yang tetap nekat harus keluar rumah demi pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Melihat hal ini tentunya akan sangat elok jika alokasi dana yang triliyunan tersebut bisa dialihkan untuk penjaminan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Misalnya, dengan subsidi kebutuhan pokok di tiap-tiap rumah tangga, subsidi fasilitas pendidikan atau kesehatan yang digratiskan, dan lain sebagainya.

Dalam Islam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di masa wabah adalah hak seluruh warga masyarakat. Tanpa membedakan status ekonomi dan latar  belakangnya. Misalnya saja saat pemerintahan Umar bin Khatab, salah satu wilayah pemerintahannya yaitu daerah Amwas saat itu sedang terjadi wabah penyakit yang berbahaya. Penyakit tersebut sangat menular dan akan menyerang siapapun yang sehat disekitarnya. Maka dikeluarkanlah perintah larangan untuk memasuki wilayah tersebut, dan penduduk di wilayah tersebut dilarang untuk keluar wilayahya serta bersabar menghadapi wabah yang terjadi. Disamping itu Umar bin Khatab sebagai pemimpin tetap melakukan pemenuhan kebutuhan masyarakatnya. Akhirnya mereka terbebas dari masa pandemi tersebut karena mengikuti perintah sang pemimpin yang memang menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam pengendalian wabah  dan juga tidak perlu dipusingkan dengan pemenuhan kebutuhan pokok harian mereka.

Islam diturunkan dengan sebaik-baiknya pengajaran bagi yang beriman. Segala peristiwa yang terjadi di masa sekarang sudah pernah dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya bagaiman menyelesaikannya dengan landasan aqidah Islam. Maka sudah saatnya kita kembali ke aturan dari sang pnciptan yaitu akidah Islam. Allahu’alam bisshowab.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments