Kamis, September 23, 2021
BerandaOpiniLagi ! TKA Datang Saat PPKM Darurat

Lagi ! TKA Datang Saat PPKM Darurat




Lagi ! TKA Datang Saat PPKM Darurat
Oleh : Elly Waluyo
(Anggota Aliansi Penulis Rindu Islam)

Kebijakan setengah hati dalam menanggulangi pandemi kembali terulang. Disaat PPKM Darurat diberlakukan di daerah Jawa dan bali pada 3 hingga 20 Juli 2021 untuk membatasi mobilitas masyarakat guna mengendalikan laju penyebaran varian baru virus corvid 19, di sisi lain Sebanyak 20 orang pekerja dari China masuk ke Indonesia melalui bandara internasional Sultan Hasanudin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada sabtu 3 Juli 2021 malam.

Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI meminta kepada pemerintah untuk mengambil langkah tegas dengan melarang WNA masuk ke Indonesia selama PPKM Darurat berlangsung, baik dengan alasan bekerja maupun berwisata agar kebijakan PPKM Darurat ini efektif dan penerapannya tidak diperpanjang lagi. Menurutnya, Pelarangan WNA masuk ke Indonesia merupakan kebijakan yang dapat mengantisipasi masuknya varian virus baru dari luar negeri. (cnnindonesia.com: 2021).

Kedatangan TKA asal China ini tentu saja menjadi sorotan masyarakat mengingat kedatangannya disaat PPKM Darurat berlangsung. Pembenaran informasi tentang datangnya pekerja dari China ini diungkapkan oleh Iwan Risdianto selaku Stakeholder Relations Manager, Angkasa Pura I. Menurutnya mereka dipekerjakan oleh di PT Huadi Nickel untuk membangun smelter di Kabupaten Bantaeng. Hal senada juga diungkapkan oleh Andi Darmawan Bintang yang merupakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel “ Dua puluh orang pekerja asing yang datang itu rombongan ketiga, totalnya sudah 46 orang”.

Pihaknya juga akan terus mengawasi dan melakukan pemeriksaan berlanjut terhadap TKA asal China ini meskipun telah menjalani karantina, test swab atau usap PCR di Jakarta untuk memastikan tidak ada virus yang dibawa oleh mereka dan pihaknya juga akan melakukan pemerikasaan terkait dugaan awal bahwa 20 orang TKA tersebut belum mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait. (antaranews.com: 2021)

Masuknya TKA disaat pandemi tentu sangat melukai kaum buruh. “Ibaratnya buruh dikasih jalan tanah yang becek, tetapi TKA diberi karpet merah dengan penyambutan yang gegap gempita atas nama industri strategis Padahal buruh yang mudik tidak mencarter pesawat, tetapi membeli sendiri bensin motor dan makannya, di saat sebagian dari mereka uang THR-nya tidak dibayar penuh oleh pengusaha,”pungkas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Ke-Ironi-an ini sangat mencederai rasa keadilan masyarakat disaat mereka dilarang mudik lebaran dan harus menghadapi cegatan di perbatasan-perbatasan kota, dengan mudahnya para pekerja asing dari China dan India masuk melalui bandara.

Selain itu dampak buruk pandemi yang telah berlangsung sejak tahun 2019 telah membuat banyak perusahaan dan pabrik tempat kaum buruh bekerja terpaksa gulung tikar yang membuat pekerjanya kehilangan pekerjaan. Menurut Said Iqbal, pemberlakuan UU Cipta kerja membuat para TKA tak perlu lagi surat izin tertulis dari Menaker untuk masuk ke Indonesia meskipun mereka sebenarnya buruh kasar (unskilled workers) yang harusnya bisa dikerjakan oleh buruh lokal (bisnis.com: 2021)

Kebijakan yang tak berpihak kepada rakyat dan hanya mementingkan kepentingan para investor sebagai pemilik modal sangat biasa terjadi dalam sistem kapitalis. Tampuk kepemimpinan bukan digunakan untuk mengurus rakyat namun malah digunakan untuk mengurus para kapital. Apapun dilakukan demi materi.

Azas manfaat yang merupakan landasan dari sistem kapitalis membuatnya tega berbuat dzalim pada rakyatnya. Hukum tajam kebawah dan tumpul keatas. Memperketat prokes dan membatasi mobilitas rakyat hingga memberikan sanksi jika yang ada yang melanggar aturan dalam PPKM darurat, Namun warga negara asing bebas keluar masuk melalui jalur bandara. Padahal varian virus terbukti berasal dari luar negeri yang kemungkinan besar masuk melalui bandara yang tidak ditutup selama pandemi.

Sebut saja varian B. 117 yang berasal dari inggris, varian B.1351 berasal dari Afrika Selatan dan varian mutasi ganda B. 1617 yang berasal dari India yang saat ini telah banyak menjangkiti warga Indonesia. Kebijakan setengah hati pemerintah dengan menggunakan dalih penyelamatan ekonomi namun sebenarnya tak menyelamatkan ekonomi rakyatnya sendiri. Investor-investor asing yang masuk ke negara tidak lantas membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal namun malah mendatangkan warga asing tempat investor asing tersebut berasal sehingga makin memperburuk perekonomian rakyat, semakin banyak rakyat yang menganggur akan berdampak pada peningkatan tingkat kemiskinan dan kriminalitas.

Kepemimpinan dalam Islam adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Rasulullah bersabda “setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dia pimpin” (HR Bukhari). Orientasi kebijakan dalam negara Islam adalah penyelamatan jiwa. Negara berkewajiban menyediakan layanan kesehatan gratis kepada rakyatnya dengan fasilitas yang berkualitas. Memberikan obat-obatan dan layanan perawatan hingga ke pasca rawat inap guna memastikan rakyat terjamin kesehatannya dengan baik.

Pelayanan kesehatan door to door dalam negara khilafah untuk mempermudah akses kesehatan pada rakyatnya. Sumber anggaran kesehatan yang besar yang diambil dari baitul mal pada pos kepemilikan umum yaitu pengelolaan sumber daya alam negara tanpa campur tangan asing membuat negara khilafah mampu bertahan meski dimasa pandemi. Negara akan melakukan tes pada seluruh rakyat secara gratis dengan tujuan untuk memisahkan antara yang sakit dan yang sehat.

Kemudian negara melakukan lockdown pada daerah pandemi untuk mencegah virus menyebar, sedangkan daerah yang luar pandemi dapat melakukan aktivitas seperti biasa namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat sejarah Islam pada masa Khalifah Umar Bin Khattab yang saat itu pernah terjadi wabah Tha’un Amwas yang menyerang kulit, menyebabkan benjolan diseluruh tubuh hingga pecah dan mengeluarkan darah. Sehingga banyak penderitanya yang mengalami kematian. Merenggut sekitar 20 ribu orang. Rakyat diperintahkan untuk menjaga jarak hingga bertempat ke gunung – gunung. Rasa tanggung jawab pemimpin Islam inilah menyebabkan rakyat percaya terhadap negara dan menerapkan prokes dengan baik.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments