32.9 C
Jakarta
Rabu, Agustus 4, 2021

BUMN Merugi, Ini solusinya!

Must Read




BUMN Kerap Merugi , Islam Punya Solusi

Oleh : Diana Damai , S.Hut

Negara kita telah diakui dunia sebagai surga katulistiwa , segala sumber energi dan mineral apapun jenisnya hingga rempah ada di sini. Namun sayangnya BUMN yang selama ini dibentuk sebagai  pengelola kekayaan negara dan aset rakyat kian sekarat, kerap merugi dan bahkan menumpuk hutang melebihi kemampuan . Terlebih lagi hantaman pandemi covid membuat BUMN semakin rapuh. Menteri BUMN Erick Tohir melaporkan bahwa saat pandemi laba BUMN  terjun bebas  merosot hanya mencapai  28 triliun di tahun ini setelah sebelumnya mencapai 124 triliun di tahun 2019. (finance.detik.com/03/06/2021) . Lemahnya proteksi  yang diberikan pemerintah bagi industri  dalam perusahaan plat merah BUMN  khususnya dimasa pandemi, tentunya memberikan dampak domino bagi pergerakan ekonomi masyarakat.

Sejumlah BUMN mulai kolaps ditengah serangan pandemi seiring menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjebak dalam jurang resesi selama pandemi. Perusahaan plat merah pengelola penerbangan berkelas menengah keatas Garuda Indonesia dilaporkan menanggung kerugiaan 1,4 triliun perbulan dan beban hutang 70 trilliun . Biaya sewa pesawat yang tinggi melambungkan biaya operasional hingga 150 juta dollar perbulan tak sebanding dengan pendapatan yang hanya 50 juta dollar. Wakil Menteri BUMN Kartika Wiroatmojo pun meminta anggota DPR ikut terlibat dalam proses restrukturisasi berat untuk menyelamatkan Garuda. (sindonews.com.03/06/2021)

Sebelumnya nasib sama juga dialami BUMN karya. Beberapa perusahaan konstruksi negara mengalami kerugian cukup parah  diantaranya PT Waskita Karya yang mengalami kerugian 7,3 triliun , PT Wijaya Karya (Persero) Tbk,  dilaporkan laba perseroan terkontraksi dari Rp2,28 triliun menjadi kurang dari Rp185,76 miliar dan sementara itu, kinerja keuangan PT PP (Persero) mengalami penurunan dari Rp 819,4 miliar menjadi Rp128,7 miliar. (okezone.com/04/05/2021)

Kollapsnya BUMN merupakan gambaran betapa rapuhnya sistem kapitalis yang menjadi cara baku pemerintah mengelola aset kekayaan milik umum dan negara saat ini. Bagaikan benang kusut yang tak mampu lagi untuk diurai BUMN pun terjebak dalam berbagai masalah akut disekelilingnya tanpa kekuatan dan proteksi yang cukup dari negara untuk mengatasinya.  Korupsi , PHK massal, harga sewa yang tinggi, menurunnya daya beli masyarakat merupakan permaslahan permanen pada  sistem ekonomi kapitalis yang ikut memperburuk keadaan sehingga menggerus kinerja BUMN semakin diambang kebangkrutan.

Harapan rakyat yang sangat besar terhadap BUMN untuk bisa menyediakan berbagai fasilitas infrastuktur , jasa  konstruksi, transportasi  dan juga ketersediaan energi yang dibutuhkan masyarakat secara mudah dan murah sepertinya sangat sulit diwujudkan apabila orientasi perhitungan untung rugi masih menjadi arah utama dalam kebijakan mengatur kinerja BUMN. Sebagai perusahaan industri milik pemerintah sudah selayaknya BUMN membangun kinerjanya demi mewujudkan pelayanan dan  fasilitas publik yang terjangkau oleh rakyat, bukan berihitung untung rugi sebagimana halnya swasta.

Solusi Islam untuk BUMN tetap sehat

Dalam Syariat Islam Negara harus berperan sentral dalam pengelolaan sumber daya energi, dan harta  harta kekayaan yang ada, baik itu milik umum maupun milik negara untuk bisa dimanfaatkan mewujudkan layanan fasilitas publik yang terjangkau , mudah dan murah bagi rakyat. Bila negara membentuk BUMN dalam pengelolaan harta dan aset aset penting ini maka negara harus mensupport penuh segala hal yang dibutuhkan BUMN  secara operasial, managemen ataupun finansial.

Negara harus bisa memastikan setiap kebutuhan sesuai dengan bidang operasionalnya masing masing BUMN bisa terpenuhi dengan mandiri, karena itu negara dalam sistem Islam menerapkan asas kemandirian ekonomi dengan membangun industri berat  untuk memproduksi sendiri alat alat produksi utama yang dibutuhkan pabrik dan transportasi berkapasitas besar dan berteknologi mutakhir seperti pesawat , kereta api, kapal , mobil atau alat alat berat yang dibutuhkan dalam proses konstruksi ataupun infrastruktur. Dengan begitu BUMN yang dibentuk negara bisa menggunakannya untuk operasional perusahaan tanpa harus menyewa atau membeli dari negara lain dengan harga tinggi. Dengan dibukanya industri berat ini oleh negara secara otomatis akan menyerap tenaga kerja lebih banyak sehingga lapangan kerja terbuka luas bagi rakyat dan pendapatan rakyat akan meningkat hal ini  juga akan meningkatkan daya beli masyarakat.

Sebagai perusahaan milik negara pembiayaan dan permodalan BUMN akan disupport penuh oleh lembaga keuangan negara Islam Baitul maal sehingga tak perlu lagi melakukan privatisasi ataupun restrukturisasi hanya untuk memenuhi kebutuhan finansialnya. Dengan begitu kinerja BUMN akan  maksimal dan optimal . Karena Baitul maal juga disiapkan  dalam negara Islam untuk menjadi penopang kebutuhan pembiayaan dan  finansial secara mandiri bagi proyek proyek strategis negara.

Semua mekanisme sistem Islam ini dijalankan dengan paradigma pelayanan publik sebagai orientasi kinerja BUMN sebagai perusahanaan Negara bukan perhitungan untung rugi sebagaimana perusahaan swasta. BUMN bisa  tetap sehat dalam menjalankan fungsi dalam bidangnya masing masing karena negara Islam akan menjalankan amanah sesuai dengan tuntunan syariat Islam dengan keimanan dan ketaqwaan yang tinggi kepada Allah SWT. Peluang korupsi dan manipulasi dalam proyek proyek BUMN juga ditutup rapat dengan menerapkan sistem pengawsan dan audit yang ketat bagi pejabat teras BUMN dan transparansi anggaran oleh baitul maal. Selain itu sistem sanksi yang keras dan tegas bagi pelaku korupsi dan segala praktek manipulasi dalam proyek BUMN dilakukan oleh  para qadhi dalam  peradilan Islam.

Upaya pembenahan dan perbaikan kinerja BUMN tidak akan sempurna diwujudkan bila negara kita masih mengadopsi sistem rapuh  ekonomi kapitalis liberal yang kerap mengorbankan perusahaan plat merah BUMN menjadi sapi perah tanpa induk dan proteksi total oleh negara. Saat kollaps dan bermasalah justru negara berlipat tangan mengandalkan  restrukturisasi atau privatisasi sebagai solusi finansial semata  yang tak pernah mewujudkan perubahan dan perbaikan.

Wassalam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Pelayan Kesehatan Terbaik itu Bernama Negara

Pelayan Kesehatan Terbaik itu Bernama Negara Oleh : Ummu Hanan (Aktivis Muslimah) Pembahasan seputar penanganan pandemi Covid-19 masih terus bergulir. Beberapa...
- Advertisement -

More Articles Like This