25.4 C
Jakarta
Rabu, Juni 16, 2021

Penistaan Agama Terjadi Lagi. Ini solusinya!

Must Read




PENISTAAN AGAMA BERULANG DI NEGERI SEKULER

Oleh: Karmila Wati (Mahasiswi)

Kasus penistaan agama lagi-lagi kembali terulang. Kali ini yang melakukan adalah seorang Youtubers yang bernama Joseph Paul Zhang menistakan agama Islam dengan mengaku sebagai nabi ke-26 dan menghina Nabi Muhammad serta menghina Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang diunggah melalui akun Youtube milik nya.

Penistaan tersebut disampaikan melalui akun Youtube milik nya yang diunggah dalam sebuah forum diskusi Zoom, yang berdurasi cukup panjang yaitu sekitar tiga jam dua puluh menit. Namun didalam video tersebut ia Tak hanya menistakan agama Islam dengan mengaku sebagai nabi ke-26 diri nya juga menantang untuk dilaporkan ke pihak kepolisian sebagai penista agama, “Yang bisa laporin gua kepolisi gua kasih uang lo, yang bisa laporin gua penistaan agama, nih gua nabi ke-26, Zoseph Fauzan Zhang meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah”, kata nya dalam akun tersebut.

Bahkan Josep juga menantang untuk dilaporkan kepihak kepolisian dan berjanji akan memberi sejumlah uang kepada siapa saja yang bisa melaporkan dirinya kepihak kepolisian dengan tuduhan penistaan agama, “Kalo Anda bisa laporan atas penistaan agama gua kasih loh satu laporan satu juta maksimum lima laporan, supaya jangan bilang gua ngibul kan, jadi kan lima juta di wilayah polres berbeda”, kata Joseph dalam video unggahan nya Sabtu (17/04/2021). Dikutip dari (https://fokusatu.com/2021/04/youtubers-joseph-paul-zhang-mengaku-sebagai-nabi-ke-26-hina-nabi-muhammad-dan-tantang-laporkan-dirinya-ke-polisi/)

Jika kita mengingat kembali kasus penistaan agama seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Terlebih pada Agama Islam. Baik itu dari segi ajaran IslamNya, Rasulnya, ulama-ulamanya dan sebagainya. Sudah sangat sering Islam yang mulia ini dinistakan, sampai kapan? Kalau kita lihat, salah satu sebabnya ialah karena hari ini kaum muslimin hidup di zaman Islam itu dijauhkan dari mereka.

Ini adalah bagian kecil hasil dari sistem sekuler kapitalis yang menjunjung tinggi nilai kebebasan. Kebebasan adalah salah satu yang harus diberikan kepada individu masyarakat. Dalam hal ini terdiri dari Empat macam kebebasan salah satu diantaranya ialah kebebasan dalam berpendapat.

Mirisnya, kebebasan berpendapat dari sistem sekuler ini tidak punya aturan atau batasan di dalamnya, yang justru hal itu menimbulkan konflik dan semakin menjauhkan muslim dari agamanya. Alhasil, Banyak pendapat-pendapat ngawur dan nyeleneh muncul dari tokoh-tokoh kafir dan umat Islam. Dengan dalih kebebasan berpendapat juga mereka dan musuh-musuh Islam dapat semena mena melakukan penistaan terhadap Islam dan ajarannya. Ini kemudian memunculkan perpecahan ditengah-tengah masyrakat atau umat Islam itu sendiri.

kasus penistaan agamaHal ini diperparah dengan tidak adanya sanksi yang tegas kepada orang-orang yang menistakan agama, kasus penistaan agama yang sudah banyak dilaporkan. Jarang sekali ada yang di tindak lanjuti. Sekalipun di proses, maka hanya di proses sebagai saksi. Ini adalah gambaran ketidak tegasannya sistem sekuler kapitalis ini dalam menindak kasus penistaan agama, maka selama itu juga kasus peistaan agama akan selalu terjadi.

Jangan heran, sebab dengan sitem kapitalis sekuler ini menetapkan peraturan berdasarkan pendapat atau keputusan dari manusia. Padahal yang kita ketahui bersama, bahwa manusia bersifat lemah dan terbatas, maka tentu saja aturan yang yang dihasilkan sarat akan manfaat dan kepentingan-kepentingan dirinya sendiri atau golongan tertentu. Dengan begitu, dari sekian fakta yang kita lihat hendaknya menyadarkan bahwa tidak bisa lagi berharap pada sistem sekuler untuk kemuliaan Islam, kasus-kasus serupa akan datang silih berganti.

Dengan demikian, sekuler kapitalis mustahil di dalamnya mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Justru yang ada sebaliknya, yaitu melemahkan umat atau antar agama dengan mengadu domba di antara mereka sendiri. Memang sudah saatnya mencari solusi tuntas atas masalah ini, tidak lain dan tidak bukan yaitu ada pada Islam yang datangnya dari sang pencipta alam semesta yakni Allah Ta’ala.

Dalam sistem Islam, negara tentu akan menjaga dan melindungi agama setiap warga negaranya. Bukan hanya Islam saja tetapi non-muslim yang berada dalam naungan Islam akan tetap dijaga. Terbukti pada zaman Rasulullah Saw dahulu, seluruh warga negaranya bukan hanya beragama Islam, namun bisa hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Tidak mengolok-ngolok, saling menghormati, bahkan saling membantu tanpa mengusik keyakinan masing-masing. sebab mereka hidup diatur dengan aturan yang datang dari sang pencipta, mestilah menghasilkan kehidupan yang sejahtera.

Pun, ketika ada diantara mereka yang ketahuan telah menistakan agama, tentu kholifah (pemimpin negara) akan memberikan hukuman yang bukan hanya tegas namun memberi efek jera bagi para pelaku maupun orang disekitarnya. Jika dibiarkan tanpa adanya sanksi, hal ini akan memunculkan penista-penista agama berikutnya. Dengan adanya sanksi yang tegas dan menjerakan akan dapat menutup pintu masuknya penista agama. Dan ini, hanya bisa diwujudkan ketika Islam diterapkan oleh Negara secara kaffah.

Dengan begitu, Memang sudah saatnya kita melirik pada Islam sebagai solusi mengatasi berbagai persoalan yang ada di dunia. Sebab, Islam datangnya bukan dari manusia melainkan pencipta alam semesta yang tentu lebih mengetahui persoalan yang diciptakannya. Dengan menerapkan Syariah Islam kaffah di seluruh lini kehidupan, akan terwujudlah kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera. Wallahua’alam bisshawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Jerat Kapitalis Dalam Proses Ibadah Haji

Jerat Kapitalis Dalam Proses Ibadah Haji Penulis : Mutia Puspaningrum (Aktivis Muslimah Balikpapan) Akhirnya kekhawatiran para calon jamaah haji indonesia menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This