19 C
London
Senin, Agustus 8, 2022

Mudik Dilarang dan TKA Datang, Aturan Setengah Hati

Mudik Dilarang dan TKA Datang, Aturan Setengah Hati

Penulis : Mira Ummu Tegar ( Aktivis Muslimah Balikpapan)

Ramadhan telah berlalu,lebaran idul fitri pun sudah terlewat seminggu lebih namun masih segar dimata kita bagaimana polemik mudik yang luar biasa menguras energi. Larangan mudik menjadi kebijakan yang sensitif di tahun ini. Bagaimana tidak, sudah lebih setahun rakyat dilanda pandemi covid-19 dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah ternyata tidak terlihat signifikan bahkan terkesan tidaklah serius. Maka wajar pelarangan mudik menjadi hal yang mendapat pertentangan di tengah masyarakat, fakta kebijakan yang kontradiktif sangat mencederai hati rakyat, disaat mudik di larang justru di Bandara Soekarno Hatta ratusan TKA asal Cina masuk dengan mudahnya ke negri ini, hal yang sama pun sebelumnya juga terjadi dimana warga asal India pun berhasil masuk ke negri ini di saat dimana India justru telah dilanda tsunami covid-19.(nasional.sindonews.com. 17 Mei 2021)

Fakta lain yang lebih kontras yang dapat kita faktai adalah bagaimana pasar tanah abang menyemut dikarenakan kerumunan massa yang berbelanja keperluan lebaran. Lantas kemana kebijakan prokes itu, dimana aparat penegak prokes, mengapa hanya ketika ingin berjamaah sholat dimasjid prokes nyaring di gaungkan ? Inilah sedikit dari banyaknya fakta kontradiktifnya kebijakan pemerintah ditengah warganya.(republika.com.id. 3 Mei 2021)

Fakta-fakta tadi menunjukkan tidak sedikit warga yang akhirnya melanggar kebijakan pelarangan mudik, banyak yang nekad mudik meski tidak sedikit yang akhirnya putar balik karena di hadang di pos-pos penyekatan pelarangan mudik, bahkan ada yang nekad berjalan kaki meski harus menempuh belasan kilometer, dan ada pula yang memutar otak mencari jalan alternatif(tikus) untuk menghindari pos-pos penyekatan mudik, sungguh menguras energi meski hanya sekedar mudik.(liputan6.com. 7 Mei 2021). Pertanyaannya apakah pelarangan mudik dengan pos-pos penyekatannya berhasil mencegah penyebaran covid-19 mengingat faktanya toh tidak sedikit yang akhir juga berhasil mudik. Dan hasilnya bisa kita lihat paparan terinfeksi covid-19 pasca lebaran toh tetap meningkat.

Sesungguhnya rakyat akan mudah tunduk dan patuh pada kebijakan pemerintah jika saja kebijakan-kebijakan yang di hadirkan sejalan dan mengerucut pada hal yang sama yaitu menuntaskan covid-19. Namun dengan alasan ekonomi dan alasan lainnya kebijakan yang hadir justru saling bertolak belakang, masih segar di ingatan kita berkerumun dilarang, tetapi mengundang hadir di pilkada boleh, belum lagi orang nomor satu negri ini pernah memicu kerumunan massa di NTT namun lepas dari aturan prokes.(cnbcindonesia.com. 23 Februari 2021).
Inilah yang akhirnya membuat rakyat seakan enggan dan masa bodoh dengan kebijakan-kebijakan yang ada, hilangnya kepercayaan rakyat pada negara dan pemerintah membuat banyak yang tidak peduli lagi dengan masalah pandemi covid-19 karena pada faktanya mereka tetaplah berjuang sendiri mengatasi permasalah hidup mereka, bantuan yang ada jangankan memberi solusi, bahkan ada yang tidak sampai ketangan mereka, bahkan melukai hati mereka kerena justru bantuan ini dikorupsi oleh lembaga yang seharusnya mengurusi urusan mereka,lengkaplah sudah kekecewaan rakyat.(cnnindonesia.com.18 Mei 2021)

Inilah sekelumit fakta bagaimana dalam sistem kapitalisme, negara mengurusi urusan rakyatnya, yang ada justru negara menjadi regulator bagi para pemilik modal. Melalui tangan penguasa maka kebijakan-kebijakan yang ada justru memberikan keuntungan bagi kepentingan para kapitalis.Tidak kah rakyat jemu dan muak dengan semua ini ? tidak kah rakyat mau mencari alternatif untuk mensolusikan masalah kehidupan mereka?

Manusia adalah mahluk Allah yang paling sempurna karena keberadaan akalnya, yanh membedakannya dari senua makhluk ciptaan Allah. Dengan akal pula, manusia akan mengenal siapa Tuhannya ? Dengan akalnya pula, manusia memakainya untuk belajar tentang ayat-ayat Alquran sebagai panduan hidup manusia, karena sudah sepantasnya lah kita sebagai hamba kembali kepada aturan-Nya.

Islam turun sebagai aturan bagi manusia melalu baginda Rosullulah Saw.sebagaimana dalam firman Allah “Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.”(QS. Al-Anbiya’ [21].)

Dan ” Dan maka demi Tuhan-Mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”(QS. An- Nisaa [65].)

Maka sebagai muslim kita jangan pernah meragukan Islam sebagai panduan hidup, Islam sebagai aturan hidup. Karena Islam punya aturan dan cara tersendiri dalam mengatasi pandemi/wabah, yaitu dengan karantina wilayah atau sering kita sebut lockdown sebagaimana sabda Rosulullah Saw. “Apabila kalian mendengar wabah disuatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila wabah sedangkan kamu ada ditempat itu maka janganlah keluar darinya.” (HR. Imam Muslim).

Dalam sistem pemerintahan Islam, maka langkah awal saat ada pandemi adalah locwdown sehingga sejak dini paparan wilayah terdampak akan diminimalisir, kemudian wilayah terdampak akan menjadi pokus negara dalam menyelesaian pandemi dan pemberian pengobatan terbaik bagi yang terinfeksi, sabda Rosullullah Saw. ” Imam/Khalifah adalah pengurus dan Ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR. Muslim dan Ahmad). Hal ini pernah dicontohkan di masa Umar bin Khathab

Sistem pemerintahan Islam akan .menyandarkan kepemimpinan nya pada keimanan dan ketaatan kapada Rabb-Nya. Ia akan mengerahkan segala potensinya dalam mengurusi rakyatnya.

Dan dalam sebuah wilayah yang tidak terdampak maka akan tetap pada aktivitas biasanya, wilayah-wilayah inilah yang akan menopang pembiayaan dan ekonomi wilayah yang terdampak sehingga tidak akan ada alasan apapun yang akan menelurkan kebijakan yang kontradiktif. Begitulah Islam dalam mengatur kepengurusan rakyat, Islam memandang nyawa manusia sangatlah tinggi nilainya bahkan Rosulullah mengambarkan dalam hadist berikut,

“Hilangnya dunia lebih ringan bagi Allah dibanding terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak”.( HR. Nasa’i).
Wallahu a’lam.

Latest news
Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini