32.9 C
Jakarta
Rabu, Agustus 4, 2021

Waspada!! Islamophobia Dibalik Teror Bom Makassar

Must Read




Waspada!! Islamophobia Dibalik Teror Bom Makassar

Oleh : Siti Mukaromah
Ibu rumah tangga dan Aktivis Dakwah

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, ajaranya bersumber dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. yang membawa kemaslahatan bagi umat, alam semesta dan hidup. Keberkahan akan turun dari langit dan bumi ketika manusia selalu taat pada syariat-Nya.

Sebaliknya ketika kita menolak syariat-Nya, justru kesempitan hidup, fitnah dan kezoliman yang terus menerus mendera umat Islam.

Sebagaimana yang terjadi saat ada ajaran Islam yaitu jihad yang sering dikait-kaitkan dengan aksi bunuh diri, teror, bahkan sampai membunuh tanpa alasan. Semua itu sangat jauh dari ajaran Islam.

Bagaimana bisa Islam yang menganjurkan umatnya untuk menyingkirkan duri (rintangan) di tengah jalan agar tidak membahayakan orang lain yang akan lewat, dikatakan mengajarkan teror, bunuh diri atau membunuh.

Menanggapi kejadian bom yang meledak di gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) pimpinan umum pusat Muamadiyah menyatakan bahwa Muhammadiyah mengecam aksi peledakan bom tersebut.
(Liputan6.com, 28/03/2021)

Aksi bom tersebut diduga menggunakan bom high explosive atau berdaya ledak tinggi oleh seorang pelaku bom bunuh diri.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir juga meminta Polri segera mengusut tuntas siapa dan apa motif peledakan bom tersebut, termasuk jaringan dan aktor di balik teror bom bunuh diri tersebut. Menurutnya segala bentuk kekerasan yang menimbulkan ketakutan, kekacauan, serta mengancam dan mengorbankan nyawa manusia sangatlah biadab.

Terorisme Adalah Bagian dari Islamphobia.

Seperti kasus-kasus teror bom sebelumnya. Teror bom kali ini lagi-lagi dikaitkan dengan agama islam.

Seharusnya pihak berwenang dan media sosial bersikap hati-hati dalam menanggapi spekulasi yang mengaitkan bom bunuh diri atau tindakan terorisme dengan Islam.

Tak selayaknya menyudutkan pihak tertentu tanpa ada bukti. Apalagi menuduh kaum muslim sebagai teroris.

Perlakuannya juatru akan berbeda bila pelakunya non muslim, berbagai dalih akan dilancarkan. Seperti peristiwa pembakaran mesjid, penyerangan ustadz, bahkan pembunuhan selalu dinyatakan pelakunya orang gila.

Dalam menangani terorisme dibutuhkan kehati-hatian. Karena akan menjadi dalih pembenaran program War on terorisme (WOT) yang digagas oleh AS pasca peledakan WTC. Padahal agenda WOT hanya sarana pembenaran bagi AS terhadap tindakan nya saat itu yang menyerang irak pada tahun 2002 dengan tuduhan kepemilikan senjata pemusnah massal, yang hingga hari ini tidak terbukti.

Padahal WOT sebenarnya adalah agenda Amerika untuk menyerang umat Islam. Agenda ini jelas untuk kepentingan hegemoni AS atas negeri-negeri Islam dan kaum Muslim. Didukung oleh penguasa negeri-negeri Islam yang berkhianat terhadap umatnya.

Tidak ada sedikit pun umat islam yang diuntungkan atas gerakan WOT ini. Rangkaian kasus bom serta framing berita semuanya menyudutkan Islam.

Kaum Muslim wajib menolak segala program (Global War on terorism) ini.

Islam sejatinya adalah Rahmatan lil Aalamin, memberikan rahmat kepada seluruh alam.
Islam mengharamkan seseorang ataupun kelompok melakukan pembunuhan. tanpa alasan yang jelas dibenarkan.

Allah SWT. Berfirman di dalam al-Qur’an yang artinya :

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (membunuhnya)melainkan dengan sesuatu yang benar.” (TQS. al Isra : 3)

Islam memang mengajarkan jihad. tetapi jihad harus dilakukan sesuai dengan koridor syariat.

Islam tidak memperbolehkan menebar teror, membunuh warga yang tidak terlibat peperangan termasuk orang tua, perempuan, dan anak-anak. Bahkan dilarang merusak rumah ibadah atau membumi hanguskan wilayah sasaran.

Dalam riwayat Bukhari Muslim dari Abdillah bin Umar Ra. : “Aku mendapati seorang wanita yang membunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah SAW. Kemudian beliau melarang kaum wanita dan anak ikut dalam peperangan.

Diriwayatkan An Nasa’i, Ahmad, Al Hakim dan baihaqi dari Aswad bin Sar’i Ra. “aku menemui Rasulullah SAW. dan ikut berperang bersamanya pada waktu itu bertepatan pada, waktu dhuhur anggota pasukan bertempur dengan hebat sehingga mereka membunuh anak-anak (dalam riwayat lain dengan lafadz dzuriah)

Sampailah berita itu kepada Rasulullah Saw beliau bersabda, “Mengapa orang itu melampau batas dalam berperang sehingga membunuh anak-anak.
Seorang laki-laki berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka adalah anak-anak kaum musyrikin.

Rasulullah SAW. menjawab, “Ingatlah sesungguhnya orang-orang terbaik kamu dulunya adalah anak-anak kaum musyrikin.”
Kemudian Rasulullah SAW. bersabda, “Ingat janganlah membunuh anak-anak. Beliau juga bersabda, “Setiap jiwa yang terlahir diatas fitrah hingga ia mampu mengungkapkan sendiri dengan lisanya juga apa yang ada di dalam hatinya dan kedua orang tuanya yang menjadikanya yahudi atau nasrani.”

Islam dan kaum muslim akan terus dijadikan objek tertuduh terhadap setiap tindakan teror dan adu domba orang-orang kafir. Umat Islam butuh kekuatan politik dan perisai (pelindung) yang mampu menjamin pelaksanaan syariat Islam secara kaffah. Selain itu juga melindungi umat Islam dari segala fitnah kaum kafir.

WaAllahu ‘alam bi ash-shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Pelayan Kesehatan Terbaik itu Bernama Negara

Pelayan Kesehatan Terbaik itu Bernama Negara Oleh : Ummu Hanan (Aktivis Muslimah) Pembahasan seputar penanganan pandemi Covid-19 masih terus bergulir. Beberapa...
- Advertisement -

More Articles Like This