Selasa, Juni 28, 2022
BerandaOpiniPerempuan Sejahtera Dalam Naungan Islam

Perempuan Sejahtera Dalam Naungan Islam

Perempuan Sejahtera Dalam Naungan Islam

Oleh : Hana Ummu Salman
(Pemerhati Soaial)

Pembahasan mengenai isu perempuan seperti tidak ada habisnya, selain sebagai peran sentral mereka dalam kehidupan pribadi, begitu pula dalam sosial kemasyarakatan, apalagi yang berhubungan dengan gender, tentu hal ini menjadi perhatian banyak pihak, terlebih masih banyaknya fakta ketimpangan ekonomi serta banyaknya kasus kekerasan yang masih kerap “menghiasi” kehidupan para perempuan hingga saat ini.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perempuan tahun 2019 masih berada di bawah laki-laki yaitu 69,18 sedangkan nilai IPM laki-laki adalah 75,96. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyebutkan bahwa angka tersebut menunjukkan realita masih banyaknya ketimpangan yang dihadapi perempuan hingga saat ini, mulai dari ekonomi hingga kasus kekerasan yang menimpa perempuan.

Konstruksi sosial budaya di masyarakat menurut Menteri Bintang ikut menyumbang rendahnya kualitas perempuan Indonesia. ‘’Kondisi ini berkaitan dengan konstruksi sosial patriarki yang menempatkan posisi perempuan lebih rendah daripada laki-laki padahal perempuan merupakan kekuatan bangsa. Berdasarkan Sensus 2020, perempuan mengisi 49,42 persen dari populasi di Indonesia atau sekitar 133,54 juta jiwa. Selain itu berdasarkan McKinsey Global Institute Analysis, Indonesia dapat meningkatkan pendapatan domestik bruto (PDB) sebesar USD 135 miliar per tahun di tahun 2025, dengan catatan partisipasi ekonomi perempuan terus ditingkatkan pula,” ujar Menteri Bintang dalam Konferensi Perempuan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) 2021 secara virtual, Rabu (24/3).
https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/3114/menteri-pppa-budaya-patriarki-pengaruhi-rendahnya-ipm-perempuan

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Pada prosesnya, pembangunan di suatu negara tidak terlepas dari pengaruh sumber daya manusia sebagai pelaku yang ada di dalamnya. Menurut Tikson (2005), salah satu tolok ukur dari tingkat keberhasilan pembangunan suatu wilayah adalah pembangunan manusia yang dimilikinya.

Pada negara yang memiliki tingkat pembangunan manusia yang tinggi, terkadang masih ada ketimpangan antara pembangunan laki-laki dan perempuan. Padahal, pada hakekatnya keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan sangat tergantung pada peran serta seluruh penduduk, baik laki-laki maupun perempuan.
https://kumparan.com/arifrahman2808/pentingnya-pembangunan-manusia-berbasis-gender-1uV2qwmEknZ

Pangkal permasalahan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), mengkampanyekan pembangunan berbasis gender demi mewujudkan kualitas unggul kalangan perempuan dan masyarakat, tentu penyelesaian permasalahan perempuan menjadi keinginan semua pihak, termasuk kesejahteraan kehidupan serta terhindarnya mereka dari kekerasan fisik maupun non fisik.

Namun pembangunan berbasis gender yang dikampanyekan ini terkesan masih mengikut agenda global yang belum mampu dituntaskan secara mandiri oleh bangsa ini, seharusnya patut kita perhatikan akar masalah yang menjadi penyebab ketimpangan kehidupan yang banyak melanda kaum perempuan di negeri kita, sebab selain kemakmuran dan ketenangan kehidupan yang mampu diraih oleh perempuan, tentu saja kualitas SDM yang unggul menjadi harapan setiap bangsa.

Demikian halnya bangsa kita yang jumlah penduduknya sangat banyak, tentu dengan kuantitas seperti yang demikian dan ditunjang dengan kualitas SDM yang baik, tidak menutup kemungkinan akan memberikan perubahan besar bagi negeri ini.

Adanya ketimpangan dalam fakta permasalahan gender saat ini sebenarnya tidak lepas dari pandangan hidup yang kapitalistik, perempuan dianggap berdaya jika mampu menghasilkan materi bagi kehidupannya. Sementara peran mulianya sebagai ibu sekaligus pencetak generasi penerus peradaban yang cemerlang masih kerap dipandang “sebelah mata”.

Sudah seharusnya pihak yang memiliki kewenangan menyelesaikan permasalahan perempuan dari akarnya yakni pandangan hidup yang menjauhkan peran sang pencipta dalam mengatur segala lini kehidupan manusia termasuk perempuan.

Dengan demikian, telah nyata bangsa ini sangat membutuhkan pembangunan yang berbasis pandangan hidup berasaskan islam, sehingga dengannya mampu diwujudkan solusi bangsa yang hakiki, SDM unggul yang memilki kemampuan membawa arah perubahan yang sesungguhnya sebagaimana tujuan penciptaan manusia yakni semata-mata beribadah kepada Allah swt.

Sehingga dengannya akan “lahir” para perempuan yang unggul dari sisi sumber daya manusianya serta mampu menjadi pencetak generasi pembangun peradaban cemerlang yang memiliki ketakwaan yang tinggi dihadapan sang pencipta.

Jika permasalahan mampu diselesaikan dari akarnya, niscaya energi serta dana pembangunan yang digunakan dalam menuntaskan segala permasalahan tentu akan membuahkan hasil yang maksimal serta bernilai pahala disisi Allah swt.

Islam memberi solusi permasalahan perempuan

Di dalam islam, kesejahtraan perempuan akan terjamin secara sempurna tanpa dibebankan kewajiban bekerja. Sebagai agama paripurna, islam telah memiliki mekanisme yang mumpuni dalam memberikan jaminan nafkah bagi kesejahteraan perempuan beserta anak-anak mereka, tentu sangat berbeda dengan konsep kesetaraan gender.

Islam sebagai agama yang sempurna telah menetapkan laki-laki sebagai seorang yang diberikan amanah kepemimpinan dalam urusan kekuasaan sehingga dengan kekuasaan tersebut seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyatnya tanpa terkecuali, tanpa membeda-bedakan laki-laki maupun perempuan. Terlebih lagi saat pandemi seperti sekarang ini.

Larangan bagi perempuan memegang kekuasaan adalah ketetapan Allah swt. Tentu ini membawa kita pada keyakinan bahwa aturan tersebut akan memberikan kemaslahatan yang banyak bagi kehidupan manusia.

Menjadikan akal sebagai asas dalam pandangan berbagai pengaturan kehidupan merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan, sebab umat akan semakin jauh dari aturan Allah yang mampu mengantarkan pada keselamatan dunia dan akhirat.

Demikian pula dengan kesejahteraan perempuan semuanya akan terpenuhi dengan penerapan aturan islam secara kaffah, karenanya perempuan niscaya akan sejahtera dalam naungan islam, lebih jauh lagi islam akan menjadi rahmat bagi seluruh alam jika diterapkan dengan sempurna, sebabaimana firman Allah swt :

«وَ ما اَرْسَلْناکَ اِلاَّ رَحْمَهً لِلْعالَمِینَ»

“Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Qs Al-Anbiya [21]: 107).

Selain itu harus kita fahami bahwa pangkal dari hilangnya rahmat dan keberkahan adalah kemaksiatan, salah satu bentuk maksiat disisi Allah adalah tidak diterapkannya syariah yang telah ditetapkan oleh-Nya dalam kehidupan.

Dengan demikian, dakwah kepada islam dalam rangka melanjutkan kehidupan islam sudah selayaknya menjadi bagian dari kehidupan umat, sebagaimana firman-Nya :

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. At-taubah :71).

Dengan demikian, islam merupakan solusi tuntas bagi permasalahan kehidupan manusia termasuk kesejahteraan serta terhindarnya para perempuan dari kekerasan, namun hal ini hanya akan mampu diwujudkan jika aturan yang terpancar dari aqidah islam ini mampu kita laksanakan seluruhnya secara nyata dalam seluruh aspek kehidupan.

Wallaahu a’lam bishshsowab

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments