32.9 C
Jakarta
Rabu, Agustus 4, 2021

Bahagia Itu Begini Caranya

Must Read




Pernak Pernik  Kehidupan

Oleh : Widiawati. S.Pd

Setiap manusia selalu ingin merasa bahagia dalam hidupnya. Punya impian yang berbeda, ada yang ingin punya rumah, ada yang ingin punya pasangan, punya anak, punya ini dan itu. Tentu semua itu adalah hal wajar. Namun pertanyaannya apakah setelah semua itu di capai dan dimiliki seseorang akan bahagia? Jawabannya, tentu saja tidak. Ibarat ruang selalu merasa ada yang kosong.

Itulah manusia, diciptakan dengan segala keterbatasan. Menilai bahagia saja terkadang dia tak mampu. Dunia adalah kesenangan yang diciptakan bersifat sementara. Susah, senang, sedih bahagia akan datang silih berganti. Karena sejatinya semua adalah pernak pernik kehidupan. Tak ada yang abadi.

Jika memiliki harta kau anggap bahagia, maka tidak ada orang kaya yang melakukan bunuh diri. Begitu juga dengan keinginan memiliki pasangan, maka tidak ada yang menggugat cerai suami atau istrinya. Jika bahagia kau anggap setelah memiliki anak, maka tidak ada orang tua yang membuang, membunuh anaknya sendiri.

Bahagia itu semu jika tidak di kembalikan sesuai standar penilaiannya. Seorang muslim standar bahagia ketika dia mampu mensyukuri apa yang Allah beri. Meski kadang bertolak belakang dengan apa yang dia inginkan saat itu.

bahagia itu sederhanaBahagia itu ketika kita mampu meyakinkan diri bahwa Allah lebih mengetahui apa yang kita inginkan. Maka jangan kecewa ketika kau pinta kekayaan tapi malah justru diberi sebaliknya, kau pinta jodoh namun tak kunjung datang, kau pinta anak tapi tak kunjung di amanahi. Kau pinta ini dan itu namun tak kunjung diberi. Baik menurut manusia belum tentu menurut-Nya.

Seperti firman Allah :

وَعَسٰۤى اَنۡ تَكۡرَهُوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ خَيۡرٌ لَّـکُمۡ‌ۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تُحِبُّوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمۡؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah : 216)

Jangan katakan Allah tidak adil, karena manusia yang terbatas tidak mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas( Allah). Bahagialah jika kau pinta sesuatu namun diberi lain, karena bisa jadi ketika kau diberi sesuai dengan keinginanmu bisa jadi kau lupa diri. Sulit ibadah, merasa sombong.

Bahagia itu ketika di hatimu ada ketenangan, keikhlasan, dan tak ada ruang kosong yang terasa hampa. Bahagia itu ketika kau mudah dalam menjalankan ibadah, mudah dalam bersyukur, mudah menyesali kesalah yang telah kau perbuat. Bahagia itu ketika kau mudah untuk senantiasa memperbaiki diri dalam ketaatan. Karena sejatinya standar bahagia adalah menggapai ke ridha Allah. Itulah bahagia sesungguhnya.

Wallaahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Pelayan Kesehatan Terbaik itu Bernama Negara

Pelayan Kesehatan Terbaik itu Bernama Negara Oleh : Ummu Hanan (Aktivis Muslimah) Pembahasan seputar penanganan pandemi Covid-19 masih terus bergulir. Beberapa...
- Advertisement -

More Articles Like This