33.4 C
Jakarta
Minggu, April 18, 2021

Miris! Prostitusi Anak Semakin Marak

Must Read




Prostitusi Anak Semakin Marak

Oleh Siti Mukaromah
(Ibu rumah tangga)

Anak adalah aset berharga bagi kedua orang tua di dunia dan di akhirat. Memiliki anak yang sholeh dan sholihah merupakan harapan setiap orang tua. Doanya anak sholeh menjadi salah satu bekal untuk menyelamatkan orang tua ketika sudah meninggal. Sebaliknya, anak yang salah didik justru menjadi masalah bagi orang tua ketika hidup ataupun telah tiada. Karena setiap anak akan menuntut pertanggung jawaban kepada orang tua di akhirat nanti.

Namun alangkah perih hati orang tua ketika mendapati anaknya yang bahkan masih dibawah umur menjadi korban prostitusi online. Hal yang memang semakin sering terjadi akhir-akhir ini.

Seperti yang diberitakan dari cnnindonesia.com pada hari Sabtu, 20/03/2021, Polisi mengamankan 15 anak di bawah umur saat menggerebek hotel milik artis Cynthiara Alona yang disebut dijadikan lokasi prostitusi online. Saat ini, belasan anak itu telah dititipkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani di bawah naungan Kementerian Sosial. “Korban ada 15 orang, semuanya anak di bawah umur, rata-rata umur 14 sampai 16 tahun. Ini yang jadi korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (19/3).

Di Indonesia, masalah yang melibatkan anak masih terus terjadi. Baik sebagai pelaku maupun korban. Terbongkarnya kembali kasus prostitusi yang melibatkan artis dan puluhan remaja yang menjadi korban, ternyata bukan kali ini saja terjadi. Pemberitaannya selalu saja mewarnai media-media setiap saat.

Semakin majunya era digital yang menyajikan berbagai informasi dari media sosial dan Smarphone, justru menjadikan penggunanya tidak mampu menjaring hal baik dan buruk. Tujuan hidup hanya untuk mencari materi (kapital) yang berupa harta benda, kepuasan, dan kesenangan semu.

Sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan di Indonesia menjauhkan agama dari kehidupan. Sistem ini tentu saja juga menjadikan masyarakatnya jauh dari keimanan dan ketaqwaan.

Di dalam sistem kapitalisme sekuler, kondisi remaja sangat jauh dari fitrahnya, seharusnya remaja sibuk mengejar cita-cita dan bersiap menjadi generasi penerus yang akan membangun peradaban serta mampu memberi solusi problematika umat. Namun kini yang tampak adalah generasi yang lupa jati diri, harga diri tergadai, bahkan norma agama luntur akibat liberalisasi (kebebasan).

Kehidupan Anak-anak (remaja) zaman sekarang justru berlomba-lomba untuk memenuhi gaya hidup mereka, tak mau kalah keren dengan temanya dan bangga jika menjadi viral di media-media sosial seolah jadi panutan.

Dalam Sistem Kapitalisme sekuler negara justru berlepas tangan tangan dalam membentuk generasi yang bertaqwa. Sistem demokrasi memberi kewenangan kepada manusia untuk membuat hukum, bahkan yang bertentangan dengan aturan Allah Swt. Inilah yang mencadi cikal bakal lahirnya kebebasan berperilaku, yang bahkan dilindungi/dijamin pelaksanaannya oleh negara.

Sistem ini menjadikan media-media yang ada untuk menyebarkan gaya hidup yang rusak dan merusak. Namun justru banyak yang mengikuti. Bahaya penerapan sistem ini tidak tanggung-tanggung, mulai dari terbiasa mengumbar aurat, perzinahan bahkan pembunuhan menjadi deretan pilu generasi saat ini.

Oleh karena itu, kita harus membuang sistem kapitalisme sekuler yang menjadi sumber semua permasalahan yang merusak generasi saat ini. Serta menggantinya dengan menerapkan aturan (sistem) yang berasal dari Allah SWT yaitu syariat Islam.

Islam agama yang sempurna dan mempunyai seperangkat aturan dalam menyelamatkan generasi muda dari pergaulan bebas. Diantaranya larangan mendekati zina, tidak berkhalwat (berdua-dua) dengan lawan jenis, menundukkan pandangan, serta larangan tabarruj (bersolek berlebih-lebihan) yang bisa menarik perhatian orang.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 32)

Aturan Islam bertujuan menjaga kehormatan (Izzah) dan kesucian hati pria dan wanita. Saat Islam diterapkan secara kaffah dalam naungan khilafah, tak heran bila tercetak generasi-generasi muda pilihan yang bisa meraih prestasi luar biasa. Salah satunya adalah Muhamad Al Fatih yang mampu menjadi pemimpin diusia 14 tahun,dalam menaklukkan konstantinapel. Srikandi Aisyah putri Abu bakar(Ummul Mukminin) pun menjadi perawi hadits dari beliau. Dan masih banyak lagi generasi-generasi muda lainya yang tercetak ketika sistem Islam diterapkan.

Negara menutup keran maksiat, seperti menjauhkan media dari hal-hal yang berbau pornografi dan pornoaksi, serta melakukan pembinaan akidah dan akhlak dalam penerapan syariat Islam. Sehingga generasi Islam bukanlah generasi yang terbiasa maksiat. Tapi generasi yang menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat.

Selain Itu, Islam juga tegas dalam menerapkan hukum prostitusi dan perzinahan untuk memusnahkanya dan memberikan efek jera bagi pelakunya diantaranya :

1 .Negara bertanggung jawab menyediakan lapangan kerja, menjadikan sumber penghasilan kepada para laki-laki untuk menafkahi secara layak.

2.Negara menjamin pendidikan gratis dalam membina masyarakat agar memiliki tsaqofah Islam yang kuat. Sehingga baik laki-laki dan perempuan faham mana yang benar dan mana yang salah, baik dan tercela.

3.Negara wajib menerapkan sistem hukum sanksi yang tegas kepada pelaku zina dan prostitusi.hukum rajam (dilempar batu) sampai mati berlaku untuk pelaku zina yang sudah menikah. Hukum jilid, cambuk 100kali lalu diasingkan selama 1tahun berlaku bagi pezina yang belum menikah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِى فَٱجْلِدُوا۟ كُلَّ وَٰحِدٍ مِّنْهُمَا مِا۟ئَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِى دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 2)

Penerapan kebijakan dan Undang-undang yang mengatur dengan tegas keharaman semua bisnis yang mengarah dan berkaitan dengan praktek perzinahan dan prostitusi. dan penerapanya bisa dilakukan oleh institusi khilafah.

Sudah saatnya kita sebagai seorang muslim, untuk kembali kepada aturan islam yang rahmatan lil alamiin, dengan menerapkan Islam secara kaffah dalam naungan khilafah yang berlandaskan nash-nash syar’i yang dapat menyelesaikan setiap persoalan umat.

Wallahu a’lam bishshowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Untuk Kepentingan Siapa Pengadaan Kompor Listrik?

Untuk Kepentingan Siapa Pengadaan Kompor Listrik? Oleh: Rohmatullatifah (Aktivis Dakwah) Kompor adalah salah satu alat rumah tangga yang mesti dimiliki suatu rumah...
- Advertisement -

More Articles Like This