33.4 C
Jakarta
Minggu, April 18, 2021

Melengkapi Puzzle Solusi Pandemi

Must Read




Melengkapi Puzzle Solusi Pandemi

Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Pendidik)

Penanganan Covid-19 di Kaltim menjadi perhatian pusat. Gubernur Kaltim Isran Noor dipanggil ke Istana Negara terkait Covid-19. Upaya Kaltim Steril yang dilaksanakan akhir pekan pun diklaim efektif. Selain itu, pada tenggat akhir vaksinasi pertama tahap I, capaian vaksinasi Kaltim sudah jauh melebihi rata-rata nasional.

Realisasi Vaksin Covid-19 di Kaltim menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Kaltim menduduki peringkat ke-6 secara nasional dengan cakupan vaksinasi Covid-19 mencapai 82,14 persen. Untuk cakupan tertinggi dilakukan Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 67,73 persen. Sedangkan terendah Kabupaten PPU sebesar 14,11 persen. (Sumber : Kaltim Today)

Juru Bicara Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa vaksinasi  akan dilanjutkan untuk seluruh masyarakat lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik. Kedua kelompok ini masih tergabung dalam garda terdepan dalam pemberian vaksin pada periode pertama.

Lansia memiliki beban berat dengan angka kesakitan dan kematian. Sedangkan pemberi pelayanan publik memiliki interaksi dan mobilitas yang cukup tinggi. Apabila ingin menekan laju penularan, maka harus dimulai dari kluster ini. (Sumber : Kaltim Today)

Di Balikpapan pun, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menyebut belum ada laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Sebanyak 5.715 tenaga kesehatan (nakes) telah disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama. Sedangkan pada tahap kedua, 1.977 nakes di Balikpapan kembali mendapat suntikkan vaksin Covid-19 dalam dua hari terakhir. (Sumber : Tribun Kaltim, Sabtu (13/2/2021)

Di Balikpapan pun vaksinasi akan dilanjutkan masif dan menyasar berbagai kelompok masyarakat. Yakni kelompok pelayanan publik, pendidik, DPRD, tokoh agama, aparatur sipil Negara (ASN), juga tenaga honorer, seperti yang diucap oleh Andi Sri Juliarty.

Berjalannya vaksinasi terhadap publik tetap mesti diapresiasi sebagai upaya pemerintah untuk memberikan kekebalan tubuh (imunitas) bagi masyarakat yang memang rentan tertular wabah ini. Hanya saja, perlu bagi pemerintah dan masyarakat memahami bahwa vaksinasi bukan solusi tunggal atasi pandemi. Di tengah kondisi saat ini, masyarakat butuh diedukasi bahwa vaksin bukan jurus ampuh seakan-akan tidak mungkin tertular dengan covid-19 ini.

Di sisi yang lain, kasus positif covid-19 masih meningkat, penularan masih terus terjadi.  Kasus aktif Covid-19 di Kota Balikpapan per hari Senin 15 Februari masih 1.604 pasien. Satuan tugas Penanganan Covid-19 kota Balikpapan menyampaikan pers rilis terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 104 kasus, sembuh 113 dan dua kasus positif meninggal dunia. (Sumber : beritakaltim)

Ditambahkannya, untuk Angka kematian Covid-19 di Kota Balikpapan dalam dua pekan meningkat cukup signifikan terdapat 81 pasien yang meninggal dunia dengan status positif terpapar Covid-19. Dengan adanya penambahan tersebut maka total pasien positif di Kota Balikpapan sudah mencapai 11.805 kasus.  (Sumber : beritakaltim)

Adanya masyarakat yang keliru memahami solusi pandemi tidak lain disebabkan edukasi yang minim dari penguasa. Dan di sisi yang lain, masyarakat abai terhadap langkah-langkah minimalisasi pandemi karna tetap harus beraktivitas untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan hidup.

Ditambah lagi, penguasa yang terkesan ‘plin-plan’ dalam kebijakannya baik itu 3M maupun 3T. Seperti kasus kerumunan di Nusa Tenggara Timur, tidak menjadi persoalan. Kemudian juga mobilitas yang masih dibuka dengan adanya izin Bandara dan Pelabuhan yang terbuka. Meski berdalih memperhatikan protokol kesehatan, tetap saja ini kelonggaran yang membuat masalah pandemi belum menemui titik akhir.

Inilah negara dengan sistem kapitalisme yang hanya melahirkan kesengsaraan bagi rakyat, termasuk saat pandemi seperti ini. Dan hanya mencetak penguasa yang berlepas tangan terhadap urusan rakyatnya. Penguasa justru disibukkan dengan kepentingan para pemilik modal (kapitalis) saja.

Sejatinya, persoalan pandemi ini butuh solusi hakiki. Islam sebagai sebuah diin berbeda dengan agama pada umumnya. Islam mampu menyelesaikan berbagai macam persoalan manusia, termasuk wabah seperti ini. Hanya saja, Islam bagaikan puzzle yang kini belum diterapkan secara utuh. Sedangkan, untuk mewujudkan Islam sebagai solusi tuntas butuh puzzle yang sempurna pula.

Persoalan pandemi akan selesai jika mengambil solusi dari Islam dan tidak abai terhadap saran yang disampaikan oleh para dokter atau ahli kesehatan yaitu lockdown dan 3M 3T yang seharusnya dioptimalkan. Dan Islam tidak menjadikan pertimbangan ekonomi sebagai cara berfikir dalam mengambil solusi. Justru bersandar pada keselamatan nyawa manusia.

 

Islam memang tidak mengharamkan vaksinasi. Vaksin sebagai salah satu uslub (cara) untuk memutus mata rantai wabah. Dan vaksinasi dalam islam dibidani oleh negara  dengan mekanisme yang Aman , bahan halal, efektif, dan efisien. Negara dalam Islam akan mendorong para ilmuwan melakukan riset untuk mencari vaksin maupun obat yang ampuh untuk wabah ini. Dan tidak terlupa pastinya memberikan secara gratis demi perlindungan imunitas tubuh umat.

Selain itu, negara dalam Islam memberikan edukasi yang benar tentang pandemi ke tengah umat. Memenuhi kebutuhan umat dengan baik. Juga memberi sanksi bagi pelanggaran yang dilakukan masyarakat demi keselamatan bersama. Ini merupakan potongan puzzle yang harus dilengkapi dalam mengatasi wabah covid-19.

Solusi ini hanya bisa diwujudkan secara sempurna dengan penerapan keseluruhan sistem Islam yang komprehensif. Islam hadir untuk seluruh manusia dan tanpa memandang waktu dan tempat, dalam arti tetap relevan hingga saat ini. Dan negara yang menerapkan Islam Kaffah hanyalah Khilafah islamiyyah, bukan negara republik demokrasi atau lainnya. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menegakkan khilafah agar berada kembali ke pangkuan umat manusia. Wallahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Untuk Kepentingan Siapa Pengadaan Kompor Listrik?

Untuk Kepentingan Siapa Pengadaan Kompor Listrik? Oleh: Rohmatullatifah (Aktivis Dakwah) Kompor adalah salah satu alat rumah tangga yang mesti dimiliki suatu rumah...
- Advertisement -

More Articles Like This