32.9 C
Jakarta
Rabu, Agustus 4, 2021

Pria Pengangguran Ini Curi Popok Rp 18.000 untuk Bayinya

Must Read




PROBOLINGGO, wahidnews.com – Setelah mengetahui bahwa popok anak bayinya sudah habis, AS (21) masyarakat Dusun Sumberan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, nekad “nyolong” popok bayi di gerai swalayan, karena dirinya tidak memiliki duit sebab sudah lama jadi pengangguran, terutama semenjak pandemi Corona.

Kapolsek Paiton AKP Noer Choiri mengatakan, peristiwa ini bermula saat istrinya memberitahu pelaku bahwa popok anak mereka yang berusia 3 bulan telah habis. AS langsung berangkat ke gerai swalayan yang terdapat di Dusun Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, jam 11. 30 pada Sabtu( 7/ 11/ 2020). Setibanya di tempat kejadian perkara ( TKP), AS masuk dengan berlagak kayak seseorang konsumen pada umumnya.

Sehabis berkelintaran di dalam swalayan itu, serta beranggapan suasana telah nyaman, dia juga memasukkan popok bayi dengan harga Rp 18. 000 ke dalam jaket yang dikenakannya. IF, salah seseorang pegawai swalayan itu curiga pada disaat pelaku berkelintaran di dalam gerai swalayan itu. Sesudah kemudian memantau CCTV ternyata kecurigaannya betul, dan melihat AS memasukkan popok bayi ke dalam jaketnya. IF juga melaporkannya pada atasannya.” Saat IF melapor ke pimpinan, pelaku angkat kaki naik motor. Pelaku diteriaki “Maling” dan banyak yang ngejar,” tutur Choiri, dikala dihubungi Kompas.com, Minggu( 8/ 11/ 2020). Masyarakat dekat yang mendengar teriakan itu langsung cekatan turut mengejar.

Masyarakat lalu mengejar pelaku sampai masuk ke ladang jagung di Dusun Sidodadi, Paiton. AS ternyata meninggalkan motornya, kemudian masuk ke ladang itu.

Bertepatan pada saat itu terdapat personel polsek yang sedang berpatroli serta mengetahui tentang keributan itu.” Karena ini di jalur Pantura, sehingga banyak yang menduga kalau pelaku merupakan maling motor, maka banyaklah yang ikut mengejar,” ucap Choiri.

Namun, AS tidak dapat lolos dari kejaran masyarakat. AS dibekuk bahkan langsung jadi bulan- bulanan masyarakat sampai babak belur. Polisi setelah itu memanggil pihak swalayan serta orangtua pelaku ke Mapolsek Paiton.” Kedua belah pihak setuju damai,” tutur kapolsek. AS, lanjut Choiri, berterus terang menyesal dan mengaku bersalah. Pelaku setelah membuat surat pernyataan serta berikrar tidak hendak mengulangi perbuatannya lagi.

Sumber : kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Pelayan Kesehatan Terbaik itu Bernama Negara

Pelayan Kesehatan Terbaik itu Bernama Negara Oleh : Ummu Hanan (Aktivis Muslimah) Pembahasan seputar penanganan pandemi Covid-19 masih terus bergulir. Beberapa...
- Advertisement -

More Articles Like This