33.8 C
Jakarta
Thursday, November 26, 2020

Menangkis Manuver Kepentingan AS di Indonesia

Must Read

Dijemput Petugas Medis, Satu Guru Honorer Warga Ledug Banyumas Positif Covid-19

BANYUMAS – Seseorang warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran dijemput petugas medis. Penderita laki- laki berumur 36 tahun ini dijemput...

Murid SD Panambangan Cilongok Dibubarkan Saat Pelajaran Sedang Berlangsung

PURWOKERTO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Panambamgan pada Senin (23/ 11) pagi masih berjalan. Sesuai instruksi Bupati...

Apa itu Ghibah?

Hati-hati nih, musim pemilu musim ghibah ya? Saya juga harus ekstra waspada nih. Ghibah kan tidak harus lewat mulut....




Menangkis Manuver Kepentingan AS di Indonesia
Oleh : Ummu Hanan (Aktifis Muslimah)

Kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, ke Indonesia beberapa waktu lalu mendapatkan apresiasi banyak pihak. Kedatangan Pompeo digadang akan membawa angin segar bagi arah investasi tanah air. Kondisi ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra AS di kawasan Asia Tenggara. Sebagaimana dikutip dari pernyataan Pompeo yang berkomitmen untuk mendorong pebisnis AS untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia, termasuk di pulau terluar seperti Pulau Natuna (galamedianews.com,1/11/20).

Posisi AS dalam keberpengaruhannya di Indonesia tidaklah tunggal. China, dengan kekuatan militer dan maneuver politiknya, nampak juga tengah berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra politik. Hal ini terlihat dari masifnya patroli yang dilakukan oleh kapal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang dalam beberapa kesempatan tertangkap memasuki zona maritim Indonesia di Kepulauan Natuna. Kepentingan politik China dan AS juga semakin kental di tengah perebutan penguasaan atas klaim Laut China Selatan (LCS).

Pemerintah China membaca arti kedatangan Menlu AS ke Indonesia tidak lebih dari sebuah provokasi. AS dianggap telah sengaja memperkeruh hubungan kemitraan yang telah terjalin anta Indonesia dan China selama ini. China juga menegaskan agar AS segera menghentikan setiap upaya intervensi terhadap negara mitra China, seperti Indonesia. China melalui duta besarnya untuk Indonesia, Xiao Qian, menyebut AS sebagai perusak kerjasama regional dan pencipta penderitaan bagi dunia Muslim (cnnindonesia,30/10/20).
Indonesia sebenarnya memiliki peran besar dalam menentukan sikap dengan siapa akan bermitra politik. Namun, diakui atau tidak, Indonesia tidak independen dalam penentuan ini. Indonesia lebih condong mengambil jalan tengah dan bermitra dengan negara yang dianggap mampu mendongkrak perekonomian. Maka tawaran AS untuk membuka tawaran investasi tentulah akan diterima hangat oleh pemerintah Indonesia.

AS merupakan salah satu negara investor yang cukup berpengaruh di Indonesia. Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jumlah investasi AS ke Indonesia sebesar 279 juta dollar AS pada kuartal III tahun 2020, meliputi 417 proyek. Bukan sebuah jumlah yang sedikit untuk negara seperti AS yang sarat dengan kepentingan politiknya. AS juga senantiasa mempersuasi, atau lebih tepatnya mengintimidasi, negara-negara sekutunya untuk mengukuhkan posisi AS di LCS. Indonesia pun tak luput menjadi obyek intimidasi politik ini.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menlu AS juga menjalin pakta integritas dengan salah satu ormas Islam tanah air, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdhatul Ulama (NU). Melalui forum pertemuan ini dibahas seputar eksistensi Islam moderat yang konon dianut oleh umat Islam di Indonesia. Islam moderat juga yang diyakini menjadi jembatan antara Islam dengan Barat yang sering disalahpahami, terlebih pasca peristiwa penghinaan Nabi SAW beberapa waktu lalu. GP Ansor juga berharap melalui pertemuan ini dapat menyamakan cara pandang antara Indonesia-AS terkait Islam yang selaras dengan nilai-nilai Barat seperti Hak Asasi Manusia (HAM) (nasional.okezone.com,29/10/20)

Intervensi sebuah negara atas negara lain tentu didasari adanya sebuah kepentingan. Dalam pelaksanaannya, negara yang melakukan intervensi akan mendikte negara di bawahnya, utamanya pada perkara kebijakan pemerintahan. Seperti yang dilakukan oleh AS di Indonesia. Dengan menggandeng para investor, AS ingin meyakinkan Indonesia bahwa stabilitas ekonominya akan terjaga. Di sisi lain, AS juga mengawal geliat opini Islam yang berkembang di tanah air agar padu dengan konsep moderasi yang dibawa AS.

Syariat Islam secara tegas melarang umat Islam untuk tunduk pada kekuasaan kaum kafir, utamanya harbi fi’lan. Kafir harbi fi’lan adalah mereka yang secara terang-terangan memusuhi Islam dan Kaum Muslim. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisaa: 141 yang artinya “Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang Mukmin”. Dalam kitab Struktur Negara Khilafah karangan Syeikh Taqiyudin An-Nabhani juga dijelaskan bahwa tidak ada hubungan normal dan teratur antara negara Khilafah dengan kafir harbi fi’lan. Kondisi ini dikarenakan hubungan antara Khilafah dengan mereka adalah hubungan perang (muamalah al-harb).

Sikap AS terhadap Islam, yang mayoritas dianut oleh masyarakat Indonesia sudah sangat jelas. AS menjadi inisiator propaganda terorisme dan radikalisme Islam yang menyesatkan. AS berperan besar dalam politik adu domba dengan mengsusung ide moderasi Islam. Konsep bathil yang dibawa dalam ide Islam moderat menjadikan syariat Islam harus tunduk pada nilai kebebasan AS yang sekuleristik-kapitalis. AS juga tak luput mencengkeram Indonesia,dan negeri Muslim lainnya, untuk menjajah mereka melalui neokolonialisme dan imperialismenya.

Sekiranya ini disadari oleh penguasa negeri kita. Selayaknya, Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia, menunjukkan ketegasan sikap politik. Indonesia ditantang untuk mampu dan berani menghadang hegemoni negara asing yang akan mengganggu kedaulatan negara. Adanya sikap politik yang tegas haruslah lahir dari sebuah kesadaran dari keyakinan (aqidah) yang benar, yakni Islam. Sehingga sebuah negara akan memiliki kedaulatan penuh atas wilayahnya dan tidak mudah didikte. Praktik ini pernah terjadi pada rentang panjang penerapan syariat Islam kaffah dalam bentuk negara Khilafah selama kurun sekitar 1400 tahun.

0
0
vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Dijemput Petugas Medis, Satu Guru Honorer Warga Ledug Banyumas Positif Covid-19

BANYUMAS – Seseorang warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran dijemput petugas medis. Penderita laki- laki berumur 36 tahun ini dijemput...

Murid SD Panambangan Cilongok Dibubarkan Saat Pelajaran Sedang Berlangsung

PURWOKERTO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Panambamgan pada Senin (23/ 11) pagi masih berjalan. Sesuai instruksi Bupati Banyumas, PTM oleh sekolah- sekolah...

Apa itu Ghibah?

Hati-hati nih, musim pemilu musim ghibah ya? Saya juga harus ekstra waspada nih. Ghibah kan tidak harus lewat mulut. Tapi bisa lewat BBM, Whatsapp,...

Rezeki Titipan Allah – AA Gym

Yang pertama, Surat Hud ayat 6, وَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ؕ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡ Dan tidak...

Ustadz Adi Hidayat, LC., MA : Ini Kisah Nyata! Tentang Kematian Seorang Pramugari

Ada pramugari Saat saya ke Bekasi, lalu dia mencoba hijrah. Dia mulai bergabung dengan pengajian. Dia bertemu teman karena Allah (Lillah) pada pertemuan pengajian...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x