33.8 C
Jakarta
Thursday, November 26, 2020

‘Kejahatan perang’ Australia: Tentara elite ‘membunuh’ 39 warga sipil di Afghanistan

Must Read

Dijemput Petugas Medis, Satu Guru Honorer Warga Ledug Banyumas Positif Covid-19

BANYUMAS – Seseorang warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran dijemput petugas medis. Penderita laki- laki berumur 36 tahun ini dijemput...

Murid SD Panambangan Cilongok Dibubarkan Saat Pelajaran Sedang Berlangsung

PURWOKERTO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Panambamgan pada Senin (23/ 11) pagi masih berjalan. Sesuai instruksi Bupati...

Apa itu Ghibah?

Hati-hati nih, musim pemilu musim ghibah ya? Saya juga harus ekstra waspada nih. Ghibah kan tidak harus lewat mulut....




Terdapat” bukti kuat” yang membuktikan pasukan elite Australia menewaskan 39 masyarakat sipil dalam perang di Afghanistan, begitu penemuan informasi yang dikeluarkan oleh angkatan bersenjata Australia, ADF.

Pembantaian kepada 39 masyarakat sipil itu diprediksi dilakukan tanpa terdapat pembenaran( unlawful killing).

ADF sendiri melaksanakan penyelidikan permasalahan pelanggaran etika angkatan itu sepanjang 4 tahun.

Informasi ADF melaporkan 19 prajurit serta bekas prajurit semestinya diselidiki oleh polisi terkait pembantaian” tawanan, orang tani ataupun masyarakat sipil” antara tahun 2009 sampai 2013.

ADF berkata pembantaian ini bisa jadi didorong oleh apa yang digambarkan sebagai” adat warrior”( pejuang) di kalangan prajurit.

penyelidikan ADF dipandu oleh Mayor Jenderal Paul Brereton antara lain dengan mewawancarai lebih dari 400 saksi mata.

penyelidikan jua mendapatkan bahwa prajurit yunior diperintahkan buat mencari korban awal dengan menembak tawanan dan senjata dan barang- barang lain segaja ditaruh di dekat jenazah buat menutupi kekejaman.

Pemerintah Afghanistan berkata Australia telah berkata pada mereka kalau dalam permasalahan ini” keadilan hendak ditegakkan”.

Samantha Crompvoets, akademisi yang melaksanakan riset dini atas kasus- kasus di Afghanistan pada BBC berkata kalau masyarakat sipil ini” sengaja ditarget buat jadi korban kejahatan perang”.

Beliau pula berkata informasi ADF membetulkan penemuan yang beliau miliki.

Apa temuan penyelidikan tentara Australia?

Tentara Australia berkata 25 personel pasukan eksklusif melaksanakan pembantaian yang tidak dapat dibenarkan dalam 23 perkara terpisah.

Pada para reporter hari Kamis( 19/ 11), komandan ADF Jenderal Angus Campbell berkata, tidak satu juga dari permasalahan ini yang menunjukkan kalau pelakukanya dalam” kondisi bingung ataupun berada dalam suasana yang tidak jelas”.

Jenderal Campbell mengatakan ada bukti bahwa beberapa anggota pasukan khusus Australia "main hakim sendiri".
Jenderal Campbell mengatakan ada bukti bahwa beberapa anggota pasukan khusus Australia “main hakim sendiri”.

Jenderal Campbell berkata terdapat fakta kalau sebagian personel pasukan eksklusif Australia” main hakim sendiri”.

Beliau memaparkan berkembang adat menyimpang yang diadopsi dan disupport penuh perwira- perwira yang profesional, karismatik, dan berpengaruh.

penjelasan menjelaskan kekejaman ini” dicoba serta ditutup- tutupi di jenjang dasar”. Karenanya, kekeliruan atas kesalahan ini mestinya” tidak diarahkan ke para perwira senior” di ADF.

Akademisi Crompvoets berkata insiden- insiden ini” melibatkan perwira yang amat berpengaruh”.

” Panglima peleton menekan ataupun mendesak tentara- tentara yunior mengeksekusi sandera sebagai korban awal mereka,” tuturnya.

Beliau menambahkan ini telah jadi pola yang diaplikasikan oleh prajurit senior kala melatih prajurit yunior.

Penyelidikan tentara Australia dicoba dengan cara tertutup yang membuat tidak banyak rincian yang diketahui khalayak hingga mereka mengumumkan hasil operasi.

Apa respon yang timbul sejauh ini?

Kantor kepala negara Afghanistan telah memperoleh telepon dari penguasa Australia, yang melaporkan” mereka amat prihatin” dengan penemuan tentara Australia.

Sampai Kamis( 19/ 11) petang, belum terdapat tanggapan secara langsung dari pemerintah Afghanistan.

Elaine Pearson dari organisasi HAM Human Rights Watch, pada BBC berkata, informasi ini merupakan pengakuan atas kesalahan yang terjadi di lapangan.

Crompvoets berkata beliau sebelumnya memperoleh” penolakan yang amat besar” pada saat riset awalnya terbongkar, tetapi saat ini apa yang beliau temykan terbukti betul.

Beliau berkata dirinya dikritik karena” wanita, penduduk sipil, dan feminis”.

” Terdapat fakta bahwa terdapat permasalahan buat hal- hal yang utama,” tuturnya.

Apa yang hendak terjadi berikutnya?

Minggu lalu, PM Australia menyatakan interogator eksklusif hendak ditunjuk buat mempertimbangkan perkara ini dibawa ke ranah hukum.

Media di Australia melaporkan investigasi oleh polisi bisa jadi hendak memakan durasi selama beberapa tahun.

australia
Samantha Crompvoets, akademisi yang melakukan penelitian awal atas kasus-kasus di Afghanistan kepada BBC mengatakan bahwa warga sipil ini “sengaja ditarget untuk menjadi korban kejahatan perang”.

Apakah negara- negara lain menghadapi tudingan serupa?

Jenderal Campbell berkata, satu unit di pasukan khusus Australia telah ditutup.

Beberapa waktu lalu, Majelis hukum Kejahatan Internasional( ICC) mengawali pelacakan dugaan kejahatan perang oleh Amerika Serikat serta negara- negara lain dalam pertikaian di Afghanistan.

Diperkirakan, tindakan- tindakan yang dilakukan oleh Taliban, penguasa Afghanistan, serta prajurit Amerika semenjak Mei 2003 hendak diselidiki.

Informasi ICC pada 2016 mengatakan terdapat cukup alasan serta dasar buat memercayai kalau tentara AS melakukan penganiayaan di tahanan- tahanan rahasia yang dioperasikan oleh biro intelijen AS, CIA.

Inggris juga tengah menyelidiki apakah dugaan pembantaian semena- mena oleh pasukan khusus Inggris diinvestigasi dengan cara semestinya.

Sumber : bbc

0
0
vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Dijemput Petugas Medis, Satu Guru Honorer Warga Ledug Banyumas Positif Covid-19

BANYUMAS – Seseorang warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran dijemput petugas medis. Penderita laki- laki berumur 36 tahun ini dijemput...

Murid SD Panambangan Cilongok Dibubarkan Saat Pelajaran Sedang Berlangsung

PURWOKERTO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Panambamgan pada Senin (23/ 11) pagi masih berjalan. Sesuai instruksi Bupati Banyumas, PTM oleh sekolah- sekolah...

Apa itu Ghibah?

Hati-hati nih, musim pemilu musim ghibah ya? Saya juga harus ekstra waspada nih. Ghibah kan tidak harus lewat mulut. Tapi bisa lewat BBM, Whatsapp,...

Rezeki Titipan Allah – AA Gym

Yang pertama, Surat Hud ayat 6, وَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ؕ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡ Dan tidak...

Ustadz Adi Hidayat, LC., MA : Ini Kisah Nyata! Tentang Kematian Seorang Pramugari

Ada pramugari Saat saya ke Bekasi, lalu dia mencoba hijrah. Dia mulai bergabung dengan pengajian. Dia bertemu teman karena Allah (Lillah) pada pertemuan pengajian...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x