40% Lebih Nahdliyin Ikut Garis Lurus, KH Idrus Romli: Penyimpangan di NU Sudah Taraf Sesat

0
388
Usai halaqah sebagian kiai berfoto bersama. Berharap ada sinergitas dari seluruh kekuatan nahdlkiyin pro khitthah. (mky)
Usai halaqah sebagian kiai berfoto bersama. Berharap ada sinergitas dari seluruh kekuatan nahdlkiyin pro khitthah. (mky)

PROBOLINGGO | wahidnews.com – Komite Khitthah Nahdlatul Ulama (KKNU) 1926 menyelenggarakan halaqah yang ke-14 di Gedung Aliansi Ulama Ahlussunnah Tapal Kuda (AUTADA), PP Nurul Qodim, Probolinggo, Minggu (5/7/2020).  Para peserta halaqah mendesak agar langkah KKNU bisa lebih konkret.

Dalam acara itu, KH. Idrus Romli, menjelaskan tentang kondisi warga nahdliyin yang semakin resah dengan adanya penyimpangan-penyimpangan di tubuh PBNU. “Pernyimpangan di NU itu tidak hanya disaksikan oleh elit NU, tetapi, umat di bawah sudah merasakannya. Penyimpangannya bukan hanya soal politik, tetapi soal aqidah. Ini berbahaya,” kata KH Idrus Romli.

KH. Idrus Romli atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Gus Idrus Romli, menegaskan bahwa dirinya bukan pendiri NU Garis Lurus. Namun, beliau menjadi rujukan setiap orang terkait penyimpangan yang ada di NU.

Gus Idrus juga bercerita, bahwa, dirinya pernah dikabari seorang habib dari Jepang. Bahwa, nahdliyin di Jepang mayoritas ikut NU Garis Lurus. “Padajal, saya belum pernah membuka pendaftaran anggota NU Garus Lurus. Tetapi, NU Garis Lurus ini paling populer. Delapan bulan lalu, saya didatangi tamu yang bercerita bahwa 40% warga NU, sepaham dengan Garis Lurus. Orang yang kecewa kepada struktur NU sekarang sudah lebih dari separo. Ini yang survey orang pemerintah,” jelasnya.

Selain itu,  KH Idrus Romli, memaparkan tentang semakin menipisnya kecintaan warga nahdliyin kepada NU struktural. Bahkan dari hasil tanya jawabnya dari berbagai aktivis NU di daerah, kepercayaan kepada struktur NU itu sudah nyaris habis.

“Bahkan daerah Sematera hampir 100% garis lurus. Yang masih kuat ikut struktur sekarang ini Jateng dan Jatim. Dan rata-rata mereka itu tidak memperoleh informasi secara utuh. Keberadaan KKNU 1926 ini sangat pentingnya. Kalau KKNU 1926 konsentrasi pada struktur, kalau kami lebih pada pemikiran ideologi, sehingga warga NU tidak terpengaruh wahabi, syiah, liberal. Karena yang ada sekarang penyimpangan yang sangat menyesatkan. Bahkan kalau dilihat dari kitab karya Mbah Hasyim Asyari ini sudah stadium murtad,” pungkasnya. (Sumber: duta.co)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments