Luar Biasa, Anak Tukang Becak Lulus Jadi Doktor Muda IPK 4.0, dan Penelitian Di Jepang

0
218
laila
Anak Tukang Becak Jadi Doktor Muda IPK 4.0. Foto Dok: Transmedia

Seorang gadis desa dari keluarga sederhana meraih prestasi yang luar biasa. Dialah Lailatul Qomariah, sosok Doktor muda anak serorang tukang becak.

Prestasi luar biasa Lailatul Qomariah menjadi inspirasi anak-anak muda Indonesia. Keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang sebuah kesuksesan pendidikan. Terbukti, Lailatul Qomariah telah berhasil melakukan penelitian di Jepang dan memperoleh IPK 4.00 dalam gelar doktornya di ITS Surabaya.

Lailatul Qomariah (28 tahun) berasal dari Dusun Jinangka, Desa Teja Timur, Pamekasan, Madura. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Saningrat dan Rusmiati.

Awalnya, laila sempat pesimis saat sekolah di SMA Favorit di kotanya, SMAN 1 Pamekasan. Sejak kecil Laila sering mendapatkan Ejekan dari teman-temannya karena ia berasal dari keluarga miskin dan ayahnya adalah seorang tukang becak. Laila tak ingin larut dalam perasaan pesimis, ia pun bangkit dan bertekad untuk membuktikan bahwa ia tak layak untuk diejek karena kemiskinan. Ia menjawab semua ejekan dan cibiran itu dengan prestasi.

Memang tak bisa dipungkiri, secara manusiawi ia pernah merasa iri dengan teman-temannya yang punya motor dan fasilitas pendidikan yang cukup, namun ia kembali sadar bahwa keterbatasan bukan penghalang sebuah kesuksesan untuk menggapai cita-cita.

Dan benar saja, selama sekolah di SMA, Laila tak pernah absen dari prestasi. Dan setiap tahun ia mendapatkan peringkat nilai tertinggi.

Dan qodarullah, setelah lulus di tahun 2011, Laila berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan untuk sekolah ke Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Di ITS, Laila masuk ke Fakultas Tekhnologi Industri, setelah itu, Laila melanjutkan studi di program pascasarjana atau S2 di fakultas yang sama.

Prestasi Laila semakin gemilang dan meraih prestasi cumlaude, sehingga ia kembali mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Laila berhasil masuk dalam daftar penerima Program Magister Doktor Sarjana Unggul (PMDSU). Memperoleh gelar doktor dari jurusan Teknik Kimia di Fakultas Teknologi Industri ITS Surabaya.

Penelitian di Jepang

Laila juga mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk menyelesaikan penelitian disertasi S3-nya di Jepang. Dan ternyata, Laila merupakan satu-satunya mahasiswa Indonesia yang memperoleh beasiswa penelitian itu.

Laila membawa pulang ke Indonesia hasil penelitiannya selama di Jepang dan ia lulus dengan nilai terbaik, Laila menjadi doktor muda di usia 27 tahun dengan IPK 4.00. Masya Allah.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments