Besarnya Perhatian Islam Terhadap Dunia Pendidikan

0
5
pendidikan
Dok. Sdit Khoiro Ummah Purwokerto

Islam adalah agama yang memperhatikan semua aspek kehidupan. Salah satunya adalah pendidikan. Bahkan, ayat yang pertama kali turun adalah perintah untuk membaca, di mana telah kita ketahui bersama bahwasanya membaca adalah pintu dari pengetahuan. Dari membaca, kita bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan kita.

Allah berfirman dalam surat Al Alaq ayat 1-5;

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (Q.s Surat Al-Alaq:1-5)

Dalam ayat ini, Allah menyebutkan 3 hal yang berhubungan dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan.;

Yang pertama adalah perintah untuk membaca. Kita diperintahkan untuk membaca dengan diawali menyebut Nama Allah yang telah menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini; menciptakan manusia dari segumpal darah, dan menciptakan segala sesuatu yang lainnya.

Yang kedua, Allah mengajarkan manusia ilmu pengetahuan dengan perantara kalam.

Dan yang terakhir, Allah jugalah yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui oleh mereka sebelumnya.

Hal ini juga senada dengan apa yang terjadi pada Nabi Adam. Bahwasanya Allah yang mengajarkannya tentang nama-nama dari segala sesuatu. Jadi, anggapan orang-orang barat bahwasanya zaman manusia pertama itu adalah manusia purba yang tak mengenal pendidikan dan peradaban, itu salah besar. Karena dalam kitab suci kita sudah dijelaskan bahwa Allah secara langsung memberikan pendidikan dan ilmu pengetahuan kepada Nabi Adam.

Lalu, bagaimana pendidikan yang ada di zaman Rasulullah Shalallahu Alaihi wasallam?

Percontohan tentang pendidikan sendiri diajarkan oleh Rasulullah dengan berkumpul di rumah Al Arqam ibnu Abil Arqam. Beliau mengajarkan para sahabatnya tentang Islam, meski sembunyi-sembunyi dari orang kafir Quraisy. Saat islam  masih lemah dan para pengikutnya masihlah sedikit.

Rasulullah bersama para sahabatnya dengan sembunyi-sembunyi pergi ke rumah Al Arqam ibnu Abil Arqam untuk mempelajari Islam. Rasulullah sebagai seorang yang Allah utus untuk menyampaikan risalah islam mengajarkan pada para sahabatnya apa saja yang Allah perintahkan padanya, mengajarkan ayat-ayat Allah yang diturunkan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan keislaman.

Setelah Hijrah ke Madinah, Islam mulai bisa mengembangkan pendidikan dengan lebih baik lagi dengan masjid sebagai pusat dari peradaban islam. Di dalamnya, selain umat Islam belajar tentang ilmu agama, mereka juga belajar tentang tulis-menulis dan berbagai ilmu lainnya.

Pada zaman  ini, di Masjid Nabawi berkumpullah orang-orang dalam beberapa halaqah para Masyayikh untuk memperdalam ilmu agama.

Setelah zaman kenabian, berkembanglah Islam dan menyebar ke banyak penjuru seperti yang dahulu pernah Rasulullah katakan di saat beliau dan para sahabat menggali parit dalam perang khandak. Maka, berkembang pulalah aspek pendidikan yang ada. Banyak masjid yang dibagun, dan secara otomatis halaqah-halaqah ilmu mulai berkembang pula.

Dahulunya, pendidikan Islam dilakukan dalam masjid-masjid, lalu dibuatlah sebuah ruangan di samping masjid untuk belajar ilmu pengetahuan. Inilah cikal bakal dari sekolah yang nantinya dinamakanmadrosah di zaman modern.

Perkembangan ini juga juga mulai pesat pada zaman Daulah Abbasiyah. Yang mana pada zaman itu, didirikanlah Baitul Hikmah yang merupakan perpustakaan, penerjemahan dan tempat untuk berbagi ilmu pengetahuan yang terletak di jantung Kota Baghdad.

Seiring berjalanya waktu, mulai pula dibuat madrasah-madrasah di beberapa kota. Salah satu yang terkenak adalah Madrasah Nidzamiyah yang didirikan oleh Nidzamul Mulk; seorang Mentri dari Dinasti Seljuk. Pendidikan sangatlah diperhatikan pada masa-masa pemimpin islam dahulu. Karena mereka menyadari bahwasanya pendidikan sangatlah penting bagi suatu negara. Jikalau pendidikannya baik, maka akan baiklah suatu masyarakat. Namun sebaliknya, jikalau pendidikannya buruk, maka. Akan buruklah suatu masyarakat.

Oleh karenanya, Islam sangat memperhatikan pendidikan. Dalam Islam, ada 3 aspek yang diperhatikan; Aspek Akal, Jasmani, dan Ruhiyah. Jadi, pendidikan tak hanya tentang menyampaikan pengetahuan pada akal, namun juga pada Jasmani dan Ruhani.

Islam juga memperhatikan 3 komponen penting dalam pendidikan; yaitu pendidikan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Pendidikan tak cukup di sekolah saja. Orang tua sebagai penanggung jawab seorang anak di rumah hendaknya memperhatikan juga pendidikan anaknya di rumah. Jangan hanya bergantung pada sekolah. Begitu juga dalam kehidupan bermasyarakat perlu adanya pendidikan yang baik. Agar hubungan antar masyarakat bisa terjaga dengan baik pula.

Pendidikan Islam dimulai sejak sebelum seorang anak lahir. Memilihkan seorang ibu yang baik juga merupakan salah satu yang islam ajarkan dan itu juga termasuk mempersiapkan pendidikan yang baik bagi seorang anak. Bukankah ibu adalah madrasah yang pertama bagi seorang anak?

Hal ini pernah disampaikan oleh Umar Bin Khattab bahwasanya hak seorang anak dari ayahnya adalah ia diberi nama yang baik, mendapatkan ibu yang baik, serta mendapatkan pengajaran tentang Islam.

Abu Aswad Ad-Du’ali, seorang ualamaAhli ilmu Nahwu berkata kepada anak laki-lakinya, “Wahai anak-anakku, aku telah berlaku baik terhadap kalian pada saat kalian masih kecil sampai besar, bahkan sebelum kalian dilahirkan”.

Anak-anaknya pun berkata, “Bagaimana ayah berbuat baik sebelum kami lahir? Ad-Duali menjawab, “Aku telah mencarikan untukmu sosok seorang wanita yang dapat merawat, menjaga dan tidak membuat kesulitan bagimu.”

Begitulah pentingnya pendidikan dalam Islam sampai-sampai Islam mengajarkan untuk memulai pendidikan sebelum seorang anak lahir.

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

***

Jakarta, 13 Oktober 2019

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of