30 C
Jakarta
Monday, January 18, 2021

Pendiri Telegram Sindir WhatsApp Tidak Pernah Aman

Must Read

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat?

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat? Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Penulis) Istilah golput atau golongan putih ini sudah...

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi Oleh : Ummu Hanan (Aktifis Muslimah) Konsep kampus merdeka memunculkan pro dan kontra....

Sekolah dibuka awal Semester Genap, Orang Tua bak makan buah simalakama

Sekolah dibuka awal Semester Genap, Orang Tua bak makan buah simalakama Oleh: Bunda Atika. S.Pd (Praktisi Pendidikan di Balikpapan) Menteri Pendidikan dan...

Pendiri aplikasi perpesanan telegram, Pavel Duro mempertanyakan keamanan layanan pesaingnya WhatsApp. Dilansir dari laman Android Pit, Minggu (19/5/2019) WhatsApp memiliki pengguna lebih banyak lagi Telegram. Namun, karena masalah yang dihadapi WhatsApp baru-baru ini pengguna WhatsApp memilih untuk beralih ke aplikasi pesan alternatif.

Seperti diketahui, WhatsApp telah diserang oleh Spyware yang membuat hacker mampu mengendalikan ponsel pengguna yang terserang. Menurut Durov, masalah yang menimpa WhatsApp dapat terulang kembali bahkan lebih besar lagi.

Pengusaha asal Rusia tersebut bahkan mengkritik pedas WhatsApp terhadap fakta bahwa data yang disimpan pengguna di ponsel mereka (termasuk foto, video, email, dan teks) dapat diperoleh oleh peretas. Dalam sebuah posting blog yang disebut “Mengapa WhatsApp Tidak Akan Pernah Aman,” Durov menjelaskan mengapa insiden yang menimpa WhatsApp sama sekali tidak mengejutkannya.

Dia juga mengatakan jika dalam 10 tahun keberadaan WhatsApp, belum ada satu hari pun ketika aplikasi tersebut aman. Dia juga mengungkapkan jika WhatsApp langganan dalam masalah keamanan dari tidak adanya fitur enkripsi end-to-end.

“Karena aplikasi ini bukan open source, inspektur keamanan merasa lebih sulit untuk menemukan kerentanan dalam struktur perangkat lunak. Ini dapat memungkinkan peretas dan organisasi pemerintah untuk membuat pintu belakang di aplikasi untuk menghindari tindakan keamanan apa pun,” kata Durov.

Pada tahun 2016, perusahaan memperkenalkan enkripsi end-to-end untuk segala bentuk komunikasi yang terjadi dalam aplikasi. Fitur enkrispi ini hanya orang yang mengirim dan menerima pesan yang dapat membacanya, tetapi para pakar keamanan telah sepakat bahwa jenis enkripsi ini tidak cukup untuk melindungi privasi pengguna.

Telegram bukan satu-satunya alternatif untuk WhatsApp, seperti halnya Signal merupakan aplikasi serupa WhatApp yang dibuat oleh Edward Snowden.

[okezone]

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat?

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat? Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Penulis) Istilah golput atau golongan putih ini sudah...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x