Mengenal Penyakit Kolera

0
12
kolera

Mengenal Penyakit Kolera

Oleh : Pipit Era Martina

Kolera, nama yang sangat asing di telinga kita, mungkin pernah mendengar tapi tidak begitu paham atau bankan sama sekali tidak pernah mendengar tentang nama Kolera ataupun penjelasan tentang penyakit ini. Yuk sama-sama kita kenali jenis-jenis penyakit yang memungkinkan menyerang buah hati kita, agar dapat memahami sekaligus menghindari penyakit tersebut.

Kolera merupakan suatu penyakit akut yang menyerang salurang pencernaan dan disebabkan oleh infeksi usus akibat bakteri jenis Vibrio Cholerae. infeksi ini terjadi akibat masuknya kuman Vibrio Cholerae melalui mulut bersama-sama dengan makanan atua minuman.  Infeksi ini bisa saja bersifat ringan atau tanpa gejala tetapi juga bisa bersifat parah. Ditandai dengan gejala diare yang sangat encer  dan kadang-kadang disertai muntah, kram di kaki, turgor berkurang, timbul asidosis dan tidak jarang disertai renjatan (kegagalan peredaran darah, ditandai dengan menurunnya tekanan darah.

Sejak awal abad ke-20, kolera sudah dikenal di Asia dengan pusat endemy (peristiwa yang terjadi di suatu daerah secara terus-menerus) terdapat di daerah delta sungai Gangga dan Brahmaputra. Namun demikian pad atahun 1882, 1849 dan 1867 terjadi endemic di Amerika Utara menjalar sampai ke daratan Eropa. Pada tahun 1961 dan 1966 pernah terjadi endemy yang hebat sekali di daerah Pasific Barat sampai ke Asia Tengah dengan pusat letusan di Sulawesi, Kalimantan Barat, Serawak, Filiphina, Hongkong, Taiwan, Korea, Vietnam, dataran China, Malaysia, Birma, Pakistan, India, Afganistan, Iran dan Rusia bagian selatan. Sampai saat ini masih ditemukan beberapa daerah Indonesia yang mengalami letusan penyakit ini.

Penyakit ini umumnya menyerang penduduk di daerah yang miskin dengan keadaan gizi yang kurang baik, di samping factor sanitasi lingkungan yang kurang baik. Tidak jauh berbeda dengan kasus diare pada umumnya yang bersebab dengan lingkungan yang kurang bersih. Nah, agar kita dan keluarga terhindar dari beberapa penyakit yang bisa membahayakan kondisi kesehatan kita dan keluarga, ada baiknya untuk sesering mungkin membersihkan lingkungan agar terhindar dari kuman-kuman yang mendatangkan penyakit berbahaya. Akibat diare dengan atau tanpa muntah yang disebabkan kolera akan terjadi beberapa hal diantaranya:

  1. Gangguan keseimbangan air (dehidrasi) dan elektrolit

Guttman dan Pierce (1969) telah menyelidiki tinja penderita kolera dan berpendapat bahwa pada tinja tersebut di temukan lebih sedikit jumlah ion natrium dan lebih banyak ion kalium pada penderita kolera anak dibandingkan dengan penderita dewasa. Meskipun demikian, kadar ion natrium, kalium, klorida dan bikarbonat pada tinja penderita kolera anak lebih tinggi dibandingkan dengan tinja penderita diare yang diakibatkan oleh sebab lain. Berbeda dengan gastroenteritis akut lainnya, pada kolera dehidrasi berat dapat terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

  • Gangguan gizi ( penurunan berat badan dalam waktu singkat)
  • Hipoglikemia (keadaan kadar glukosa darah ang rendah) terutama pada anak yang sebelumnya menderita malnutrisi.
  • Gangguan lainnya terjadinya asidosis metabolik. Hal ini dikarenakan hilangnya bikarbonas bersamaan dengan tinja dank arena ketidak mampuan ginjal untuk memproduksi bikarbonas, hal ini dapat menimbulkan pernafasan yang cepat dan dalam (kussmaul sebagai kompensasi, bertambahnya pemindahan ion hydrogen kedalam sel dan keluarnya ion kalium dari dalam sel ke cairan ekstracell dan cardiac recerve menurun sehingga dapat terjadi gagal jantung.

Semoga bermanfaat serta menambah wawasan tentang penyakit kolera, diharapkan agar kita dapat lebih baik dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan juga keluarga. Perlu diingat banhwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga kita semua terhindar dari segala macam penyakit yang membahayakan.

Source: Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of