Petinggi KPU Bisa Dipidana Terkait Salah Input Data

1
47
kpu

Jakarta (wahidnews.com) – Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) Chandra Purna Irawan menyatakan perlunya proses pidana dilakukan terhadap petinggi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab, kesalahan input data terjadi berulang kali.

“Saya soroti dalam konteks KPU yang salah input dan nomor salah angkanya yang tidak tepat, itu saya berpendapat bahwa dalam segi hukum KPU harus diproses dalam proses pidana. Siapa yang diproses pidana? Tentu komisionernya dan ketuanya dalam segi hukum,” tegasnya saat dihubungi Kiblat.net pada (24/04/2019) siang.

Chandra juga menjelaskan bahwa dalam kasus ini, KPU telah melakukan clerical error (kesalahan pengetikan.red). Menurutnya, clerical error sendiri terbagi menjadi dua.

“Satu, kalau dia berdampaknya tidak terlalu signifikan, maka dia tidak akan apa-apa atau tidak dapat diproses,” tuturnya.

“Tapi kalau dia berdampak signifikan, signifikan maksudnya merugikan salah satu pihak, maka tentu dalam konteks ini kalau pendapat saya itu sudah merupakan bentuk pelanggaran hukum,” sambung Chandra.

Kesalahan imput data ini terjadi berulang kali, menurut Chandra ada prilaku kesengajaan. Karena dalam ilmu hukum sendiri, membedakan kesengajaan atau tidak dapat dilihat dari berapa kali kesalahan ini terulang.

Maka dia mengaskan agar polisi turut ikut andil dalam memproses KPU. “Polisi sangat berwenang dalam menindak lanjuti. Itu saya pikir patut itu diproses dalam konteks ini,” pungkasnya.

[kiblat]

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of