Anjuran Untuk Saling Menyayangi

0
57
kasih sayang

Anjuran Untuk Saling Menyayangi
Oleh: Shofi Nur Bani

Orang yang paling utama untuk dikasihi adalah kedua orang tua dan anak yang terbaik adalah anak yang paling menyayangi kedua orangtuanya.

Allah berfirman, “Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan” (QS Al-Isroo’ ; 24).

Dalam sebuah hadist, disebutkan Saling mengasihi diantara kaum muslimin menjadikan mereka seperti tubuh yang satu.
“Engkau mereka, saling mencintai diantara mereka, saling lembut diantara mereka seperti satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain ikut sakit demam dan tidak bisa tidur.”
(HR Al-Bukhari dan Muslim)

Namun, sering pula kita menemukan saudara saudari kita yang sedang memiliki masalah satu sama lain, atau memiliki perbedaan pendapat, atau memiliki perbedaan keyakinan. Bagaimana dengan adanya perintah Allah untuk memerangi orang-orang kafir?

Argumen yang dapat dikemukakan adalah, benar bahwa seorang muslim diperintahkan memerangi orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimin, akan tetapi dalam peperangan itu pun sesungguhnya ada rambu-rambu batasan yang tidak diperkenankan untuk dilanggar. Bukankah terdapat larangan untuk membunuh anak-anak dan wanita dalam perang tersebut? Bukankah pula tidak boleh merusak jenazah atau mencabik-cabiknya?

Di luar itu, sesungguhnya perang dan pertempuran hanyalah sesuatu yang sangat darurat sekali untuk dilakukan. Dan pada masa sekarang ini, hampir-hampir tidak ada lagi alasan untuk berperang atas nama agama. Yang ada hanyalah perang karena politik, balas dendam, permusuhan yang tidak perlu, provokasi yang menyesatkan, dan lain-lain, yang tidak mendapatkan pembenaran dari sisi agama.

Salah satu ciri pengamalan kasih sayang diperagakan oleh Nabiyyur Rahman Muhammad SAW. Dalam sebuah hadist, Abu Hurairah RA., ia bertutur bahwa Aqra bin Habis at-Thamimi meliat Rasulullah mencium Hasan dan Ali. Lalu ia berkata :
“Aku memiliki sepuluh anak laki-laki, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Beliau lantas memandang ke arah Aqra kemudian bersabda: “Barang siapa tidak menyayangi, tidak akan disayangi.”

Seorang laki-laki Badui menemui Nabi dan berkata: ‘Mengapa kalian mencium anak laki-laki kecil? Sungguh, kami tidak pernah melakukannya.” kemudian beliau berkata kepada laki-laki itu: “Apa yang bisa aku lakukan untukmu setelah Allah mengangkat kasih sayang dari hatimu?”

Hadist ini memberi gambaran bahwa kasih sayang diberikan kepada siapapun, termasuk anak-anak meskipun bukan anak sendiri. Tradisi yang menganggap remeh dan rendah orang-orang besar yang menunjukkan kasih sayang secara fisik (memeluk, menggendong, mencium) kepada anak kecil bukanlah tradisi yang harus dipertahankan. Bahkan hal tersebut bisa jadi adalah cerminan bahwa kasih sayang dalam hati telah dicabut oleh Allah, karena enggan menyayangi anak kecil.

Ibnu Batthol rahimahullah berkata, “Dan mengasihi anak kecil, memeluknya, menciumnya, dan lembut kepadanya merupakan amalan yang diridoi oleh Allah, dan diberi ganjaran oleh Allah. Mencium anak kecil dan menggendongnya dan memperhatikannya termasuk sebab yang berhak untuk mendatangkan rahmat Allah.”

Salah satu penjelasan dari hadis tentang menyayangi apa yang di ada di bumi adalah keterangan yang mengatakan bahwa kasih sayang tersebut meliputi seluruh makhluk, baik mukmin, kafir, hewan dengan cara memberi makan, memberi minum, meringankan beban dan tidak menganiaya atau memusuhinya.

Hendaknya seorang muslim, memelihara dan menumbuh kembangkan sikap dan sifat kasih sayang dalam dirinya, baik kepada dirinya sendiri, keluarga, orang lain, maupun kepada makhluk selain manusia. Kasih sayang yang menjadi bagian dari perilaku seseorang akan menghantarkannya untuk menjadi kesayangan Allah yang Maha Kasih dan Maha Sayang. Semoga kita selalu diberi anugrah rahmat (kasih sayang) Allah, serta senantiasa berjalan dalam bimbingan dan keridoan-Nya.

Allah berfirman,
رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً

“Wahai Tuhan kami, semoga Engkau berkenan memberikan rahmat (kasih sayang) dari sisi Mu kepada kami dan menyempurnakan kesadaran bagi kami atas petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS: Al-Kahfi: 10)

 

Referensi:
– Aktualisasi Akhlak Muslim : Ummu Ihsan & Abu Ihsan al-Atsari
– https://firanda.com/1401-tebarlah-kasih-sayang-niscaya-engkau-disayang-allah.html
– http://www.ulilalbab.com/2011/09/meraih-99-rahmat-allah.html

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of