Mengenal Kata ‘SKABIES’

0
29

Mengenal Kata ‘SKABIES’
Oleh: Pipit era martina

Skabies atau yang sering kita dengar dengan sebutan kudis atau gudik adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau atau  Sarcoptes Scabei. Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang mudah menular. Horminis yang membuat terowongan pada stratum korneum kulit, terutama pada tempat predileksi. Cara penularan penyakit ini ialah dengan kontak langsung (skin to skin contact) dengan penderita scabies, misalnya antara pengasuh yang menderita scabies dengan anak atau balita yang di gendong atau antara teman sepermainannya. Namun dapat juga tertular dengan kontak tidak langsung, yaitu melaluialat makan, tempat tidur penderita, handuk, sabun dan peralatan lain yang digunakan oleh penderita.

Penjalaran penyakit ini erat hubungannya dengan kebersihan lingkungan dan akan cepat menjalar pada tempat yang padat penduduknya dan kurang bersih. Lingkungan yang tidak bersih sangat mudah di cemari oleh tungau atau kutu, yang biasanya hinggap di tempat tidur yang sudah lama tidak dibersihkan. Mereka mengendap disana dan keluar di malam hari di saar kita terlelap tidur. Oleh sebab itu, jangan terlampau memberi rentang waktu untuk membersihkan tempat tidur guna terbebas dari tungau ataupun kuman-kuman yang lainnya.

Menurut urutannya, tempat-tempat predileksi atau tempat-tempat dimana biasa kulit terkena serangan tungau ialah pergelangan tangan dan sela-sela jari tangan, bagian medial lengan bawah dan siku-siku, kaki dan genitalia, bokong, ketiak dan bagian belakang telinga. Di tempat-tempat tersebut biasanya terdapat garukan atau luka, papula (tonjolan kecil pada kulit), dermatitis, urtikaria (biduran) yang di akibatkan oleh tungau.

Pada kasus-kasus yang higienenya kurang baik dapat terlihat impetigo (radang kulit ari yang ditandai dengan gelembung-gelembung yang sebagian berisi nanah), selulitis, folikulitis (radang folikel pada rambut) dan furunkulosis (timbulnya segerombolan bisul secara serentak). Pad abayi yang masih tipis lapisan tanduknya, sering dijumpai papula (tonjolan kecil pada kulit), vesikel (gelembung kecil), dan pustula (gelmbung di kulit yang berisi nanah) di telapak tangan dan kaki, sehingga sering kali terjadi kesalahan diagnose, dan di duga variola (cacar) karena ada kemiripan gejala.

Oleh karena itu, diperlukan diagnose yang tepat agar tidak keliru dalam pengobatan. Meski gejala yang tampak sangat mirip, akan tetapi ada perbedaan dari penyebabnya. Selain dengan obat-obatan yang diberikan dokter, dalam pengobatan scabies ini juga diperlukannya pemberantasan wabah secara masssl, sanitasi lingkungan, dan diperlukan juga penerangan yang jelas tentang epidemiologi dan penyebab dari penyakit ini. Kegagalan dalam pengobatan seringb kali terjadi karena tekhnik aplikasi yang salah. Penderita scabies tidak boleh menggunakan sabun yang bersifat iritatif , seperti sabun cuci atau sabun antiseptis. Gunakan krim atau salep setelah mandi dan mengeringkan badan, kenakan pakaian yang bersih dan bersifat lembut, mudah menyerap keringat. Setelah itu disarankan untuk tidak mandi selama 24 jam  ke depan. Akan tetapi, tetap diperbolehkan untuk mengoleskan salep ketika badan terasa gatal-gatal.

Nah, dengan kita mengenal sedikit tentang apa itu scabies, diharapkan agar kita lebih baik lagi dalam menjaga kebersihan badan dan  juga lingkungan agar terhindar dari berbagai kuman yang mungkin tak terlihat oleh mata. Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke ahli medis untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat, jangan sampai kekeliruan dalam pengobatan terjadi di karenakan kurangnya pengetahuan tentang jenis penyakit. Beda sakitnya beda pula obatnya. Semoga bermanfaat.

Source: Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of