Mari Berhijab Sebelum dihisab

0
18
mari berhijab

Mari Berhijab Sebelum di Hisab
Oleh : Pipit Era Martina

Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti “penghalang”. Pada beberapa Negara berbahasa Arab serta Negara-negara Barat, kata hijab lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam Islam, hijab lebih tepat merujuk pada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama. Katakanlah bahwa Hijab merupakan identitas Islam yang harus di kenakan oleh wanita yang sudah memasuki usia baligh.

Fenomena hijab dikalangan masyarakat merupakan hal yang sudah berlangsung cukup lama. Sudahbegitu banyak kajian yang telah menjelaskan tentang kewajiban seorang wanita mengenakan hijab. Namun sayangnya, tidak semua orang memahami dengan benar maksud hijab yang sesungguhnya. Terdapat dua kubu yang saling bertentangan dalam menyikapi fenomena hijab ini. Satu kubu yang pro menganggap bahwa hijab sebagai suatu kewajiban seorangb muslimah seperti yang sudah dperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala di dalam AL-Qur’an. Sedang kubu yang lain menganggap bahwa hijab adalah trend dan fashion semata yang dapat dirubah bentuk dan modelnya tanpa hiraukan perintah Allah Subhanahu Wata’ala. Bahkan tidak sedikit orang yang justru beranggapan bahwa hijab dapat mengurangi profesionalitas seorang wanita dalam berkarier.

Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pula perubahan yang terjadi pada pemikiran manusia yang sering kali disebut dengan kreatifitas mode. Sungguh amat disayangkan melihat perubahan style busana pada wanita zaman sekarang. Dimana busana yang dikenakan bukan lagi berfungsi untuk menutup aurat, melainkan sebaliknya, mempertontonkan aurat yang seharusnya dijaga dan ditutup rapat. Hijab yang seharusnya berfungsi sebagai penutup justru dijadikan trend yang menjadikan wanita tersebut tampak tidak mengenakan penutup. Sadarkah diri bahwa kita dengan sengaja mengeksploitasi segala apa yang ada pada diri kita, wanita. Dengan salahnya pemahaman tentang menutup aurat, kini banyak wanita yang dengan senang hati sudi dijadikan objek bisnis yang menggiurkan karena keindahan tubuh yang terpampang nyata.

Seharusnya, hijab menjadi symbol bagi wanita yang terjaga, merupakan pelindujng di dunia dan akhirat. Akan tetapi, pada zaman modernisasi saat ini sebagian hijab telah kehilangan martabatnya sebagai pelindung aurat. Padahal jelas Allah katakan dalam firman-Nya, “hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri ornag mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.” Yang demikian itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al ahzab:59)

Allah Subhanahu Wata’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Setiap tubuh wanita adalah aurat, mengundang maksiat dan menjadi ladang dosa bagi setiap kaum laki-laki yang melihatnya. Selain itu pula dengan menggunakan hijab, dapat menghindarkan wanita dari gangguan orang-orang fasik. Menutup aurat dengan hijab bukan hanya meletakkan tudung di kepala saja, akan tetapi menjulur hingga ke dada hingga tertutuplah lekuk tubuh yang menjadi lading fitnah. Karena ketika mata tidak melihat, maka hatipun tidak berhasrat. Seperti itulah kaum lelaki ketika melihat wanita, pada saat seperti ini maka hati akan lebih suci. Menggugurkan fitnah karena hijab mampu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya.

Allah Subhanahu Wata’ala telah berfirman :”Hai anak Adam! Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmun dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (QS. Al-A’raaf:26). Pakaian dan perhiasan yang menutup aurat, bukan yang mengundang syahwat. Janganlah menunda berhijab sebelum tiba masanya kita di hisab. Ketahuilah wahai wanita, bahwa Allah telah mengangkat martabat seorang wanita melalui hijab. Ketika ada seorang laki-laki asing melihatmu, dia akan menghormatimu, karena dia melihat bahwa dirimu bisa menghormati diri sendiri dengan menutup auratmu.

Mari ukhti, berhijab sebelum tiba masa kita di hisab, jangan tunggu nanti, kewajiban tetaplah kewajiban yang tak bisa di tawar. Ingatkah ketika kita meminta kepada Allah? Bukankah Allah senantiasa memberi apa yang kita inginkan, bahkan lebih dari apa yang kita butuhkan. Sedang ketika Allah meminta, mengapa kita harus menunda?

Wahai wanita, matahari tidak akan pernah kehilangan keindahannya meski tertutup oleh awan. Begitu juga dengan kecantikanmu yang tidak akan pernah pudar meski tertutup hijab, justru keindahan yang lebih akan terpancar ketika hijab menutup auratmu.

Lampung, 6 February 2019

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of