Ketika “Yang Gaji Kamu siapa” Menjadi Trending Topik Dunia

0
28
yang gaji kamu siapa

#YangGajiKamuSiapa

Tagar #YangGajiKamuSiapa menjadi trending topic dunia di twitter. Berawal dari potongan video seorang menteri yang dinilai sedang ‘mengintimidasi’ bawahannya.

Atas viralnya video tersebut, pelaksana tugas Kepala Biro Kominfo, Ferdanus Setu menjelaskan konteks pernyataan “Yang Gaji Ibu Siapa” yang dilontarkan Menteri Rudiantara kepada aparatur sipil negara (ASN). Dia mengatakan dalam siaran tertulisnya, “Mekominfo hanya ingin menegaskan bahwa ASN digaji sehingga ASN harus mengambil posisi netral, setidaknya di hadapan publik.”

Meski demikian, banyak warganet bahkan dari jajaran elite politik yang menyayangkan cuplikan video tersebut. Bahkan ACTA (Advokasi Cinta Tanah Air) melaporkan Menteri Kominfo ke Bawaslu. Mereka menilai ada pelanggaran pemilu di sana.

Kominfo “meminta” ASN untuk netral namun pihaknya sendiri “terlihat” tidak netral. Ketika cuplikan video ini menjadi viral dan banyak diperdebatkan, muncul wacana bahwa penyebar video ini akan terjerat UU ITE.

Serba serbi pemilu 2019 memang panas. Jika tak pandai-pandai membawa diri bisa berakibat bui atau perang dingin antar teman bahkan kerabat sekalipun.

Terlepas dari viralnya #YangGajiIbuSiapa, sejenak kita bermuhasabah. Menarik diri sedikit dari hiruk pikuk pesta demokrasi.

Jika Kominfo bertanya (dengan intimidasi) “Yang Gaji Ibu Siapa?” Bolehkah kita juga bertanya balik, “Yang kasih oksigen siapa? Kasih kehidupan siapa? Kasih rizki siapa?”

Kominfo boleh mengintimidasi, tapi akidah tak mampu dijual beli.

Sungguh kehidupan dunia ini berasal dari Allah saja dan hanya akan kembali kepada-Nya.

Bagi muslim, tak jadi masalah mau digaji oleh pemerintah, rakyat, aseng ataupun oleh siapa pun, tetap saja semua itu dari Allah.

yang gaji kamu siapaASN bukan budak pemerintah. ASN sejatinya hanyalah “pekerja” yang bekerja untuk negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

ASN siap mengabdi untuk umat. Selama aturan dan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah baik dan untuk kepentingan rakyat, maka ASN tinggal menjalankannya saja.

Jangan mau menjadi budak manusia. Menghamba kepada makhluk. Karena satu-satunya yang pantas dijadikan Tuan adalah Allah, Sang Pencipta. Pemerintah hanyalah makhluk. Jangankan kekuasaan, nyawa saja bagi Allah mudah untuk diambil. Jangan sombong, jangan takabur.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un
-Sesunggugnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya

Oleh : Riska Kencana P