Pengertian Asma

    1
    7

    Pengertian Asma
    Oleh : Pipit era martina

    Asma jika dalam bahasa yunani ialah asthma atau ‘terengah’ merupakan jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas.

    Penyumbatan saluran napas yang bersifat reversible dan spasme bronkus. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Penyakit Asma ini bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

    Beberapa faktor bisa dikatakan menjadi penyebab terjadinya penyakit asma, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

    Namun dari beberapa hal tersebut, factor yang paling mempengaruhi ialah factor genetika atau keturunan. Jika orang tua atau nenek kakek mengidap penyakit asma ini, tidak menutup kemungkinan anak keturunan kita akan menderita penyakit asma ini.

    Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitive di banding dengan organ tubuh lainnya. Ketika paru-paru teriritasi, maka otot-otot saluran pernapasan akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan atau bengek.

    Walaupun asma merupakan kondisi yang sudah dikenal secara umum, namun tidak terdapat kesepakatan universal mengenai definisi asma. Definisi yang ditetapkan oleh Global Initiative for Asthma adalah “kelainan peradangan kronis pada saluran napas dimana banyak sel dan elemen sel berperan.

    Kelainan peradangan kronis tersebut beruhubungan dengan respon berlebih dari saluran naapas yang menyebabkan mengi berulang, sesak napas, rasa berat di dada dan batuk terutama di malam dan dini hari atau pada saat cuaca dingin. Semua kejadian ini biasanya berhubungan dengan penyumbatan saluran napas yang luas namun bervariasi di paru-paru yang dapat pulih secara spontan atau setelah pemberian terapi.

    Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat usianya lebih dewasa. Namun gejala asma yang tergolong menengah atau berat di masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

    Penyakit asma ini merupakan jenis penyakit menahun. Apabila tidak dilakukan penanganan dengan tepat maka dapat ditemukan efek terhadap kualitas hidup, di antaranya:

    1. Mudah lelah
    2. Masalah psikologis seperti depress
    3. Gangguan pertumbuhan pada anak-anak
    4. Refractory asthma (kondisi asma parah walaupun sudah dilakukan terapi maksimal),
    5. Gagal napas
    6. Kerusakan paru-paru

    WHO mengestimasi sekitar 235 juta populasi dunia adalah penderita asma. Menurut data dari Riset Data Kesehatan Departemen Kesehatan Indonesia 2013, penderita asma di Indonesia adalah 4.5 persen dari keseluruhan penduduk. Prevalensi asma tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah sebanyak 7.8 persen diikuti Nusa Tenggara Timur 7.3 persen , di Yogyakarta 6.9 persen dan Sulawesi Selatan 6.7 persen.

    1
    Leave a Reply

    avatar
    0 Comment threads
    0 Thread replies
    0 Followers
     
    Most reacted comment
    Hottest comment thread
    0 Comment authors
    Recent comment authors
      Subscribe  
    newest oldest most voted
    Notify of