Nestapa Muslim Uighur dan Bungkamnya Dunia Islam

    0
    7

    Nestapa Muslim Uighur dan Bungkamnya Dunia Islam
    Oleh : Riska Kencana P

    Konflik Uighur sudah berlangsung lama sekali. Terhitung sejak didudukinya wilayah Xinjiang pada tahun 1949 oleh komunis Tiongkok. Mereka mengklaim bahwa wilayah tersebut adalah bagian dari negeri Cina. Padahal jika dilihat dari sisi geografis, Xinjiang tidak masuk ke dalam daerah yang dikelilingi oleh tembok besar Cina. Juga secara ras, Muslim Uighur mewarisi darah Turki ketimbang Cina.

    Antara tahun 1949-1979, komunis Tiongkok merubuhkan sekitar tiga belas ribu masjid. Tahun 1952 rezim melakukan eksekusi terhadap 120.000 muslim, yang sebagian besar dari mereka adalah ulama syari’ah. Kemudian dari tahun 1997 hingga detik ini, Tiongkok menutup sepertiga dari seluruh masjid yang ada, diganti dengan taman hiburan, klub malam serta kantor pemerintahan.

    Tudingan Tiongkok bahwa adanya gerakan separatis dan terorisme di wilayah Xinjiang tidaklah mendasar. Bagaimana bisa mereka yang menuntut “kesetaraan” kesejahteraan hidup di tanah kelahirannya sendiri dianggap teroris dan separatis? Sedangkan Tiongkok tak lebih dari seorang penjajah bagi Xinjiang.

    Pada 8 Agustus 2018 lalu, panel HAM PBB mengatakan mendapatkan laporan yang valid dari sumber yang terpercaya bahwa ada sekitar 1 juta muslim Uighur yang dimasukan ke dalam kamp-kamp. Awalnya Tiongkok membantah, tapi kini mereka membenarkan dengan dalih itu adalah sekolah edukasi.

    Mereka yang terlihat “taat beribadah” seperti berjenggot, berniqab, berpuasa, ditangkapi dan dimasukan ke dalam kamp tersebut. Yang bisa dikatakan bahwa ia adalah kamp terbesar yang ada setelah perang dunia kedua.

    Di kamp-kamp inilah, pemerintah Tiongkok memaksa muslim Uighur untuk makan babi, minum khamr, menyanyikan lagu komunis, mengikuti propaganda partai komunis hingga mengikuti penataran untuk dicuci otaknya. Jika mereka menolak, mereka akan disiksa hingga tak ada belas kasihan; tidak boleh tidur, diisolasi, kekerasan fisik, dsb.

    Bahkan rezim akan mengirimkan petugasnya untuk memperbudak wanita-wanita yang suaminya ditahan di kamp.

    Sudah nyata bentuk kekejaman Komunis Tiongkok terhadap muslim Uighur. Dan tidak hanya Uighur, bisa jadi akan terjadi kepada muslim lainnya.

    Ini tampak pada firman Allah SWT dalam Q.S Al Maidah ayat 82, “Sungguh, kamu akan mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah kaum Yahudi dan orang-orang Musrik.”

    Sungguh, memang mereka tidak akan pernah ridha terhadap kita kaum muslim. Mereka menghalangi kita untuk bersatu, berusaha memecah belah kaum muslim, lalu dengan mudah melakukan genosida satu per satu. Dari Rohingya, Pattani di Thailand, Muslim India, Syam, Palestina dan saat ini Uighur.

    Mereka berusaha memalingkan kaum muslim dari agamanya dan mengikuti millah mereka. Dengan begitu mereka akan menguasi juga segala sumber daya alam yang Allah anugerahkan kepada negeri-negeri kaum muslimin. Tak heran jika orang kafir selalu tertarik untuk menduduki negeri kaum muslim.

    Sungguh ideologi komunis yang dimiliki oleh Tiongkok akan selamanya menganggap “jijik” orang-orang beragama. Hingga surat kabar internasiona seperti The New York Times, The Atlantics, The Intercept mengatakan bahwa Tiongkok (Cina) menyebut Islam sebagai “penyakit mental yang harus dimusnahkan”.

    Jadi, satu-satunya kesalahan yang dilakukan oleh etnis Uighur adalah ekspresi keimanan. Mereka beriman kepada Allah lalu mereka dipersekusi, didiskriminasi.

    Muslim Indonesia menentang penindasan terhadap Muslim Uighur

    Wajib Menolong Muslim Uighur

    Sudah jelas dikatakan oleh Rasulullah saw bahwa umat muslim adalah satu tubuh. Jika satunya sakit maka yang lain -harusnya- merasakan sakit juga.

    Allah pun telah berfirman dalam Q.S Al Anfal ayat 72, “Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan pembelaan agama, maka wajib memberikan pertolongan.”

    Uighur dan negeri lain sudah lama menjerit, meminta pertolongan kepada kaum muslim. Sayangnya belum ada satupun penguasa negeri muslim yang berani mengirimkan tentaranya untuk melindungi kaum muslim. Bahkan negeri mayoritas muslim ini pun dengan teganya diam dan berkawan karib dengan orang yang telah menganiaya saudaranya.

    Hasbunallah wa ni’mal wakil, wa ni’man nashir. Allahummanshur ikhwanana fii Uighur. Hari ini sebait doa yang kita panjatkan untuk mereka, semoga menjadi hujjah di hadapan Allah bahwa kita bukan termasuk golongan orang munafik, yang diam atas penderitaan saudaranya.

    Leave a Reply

    avatar
      Subscribe  
    Notify of