Dasim, Jin Yang Berusaha Merusak Rumah Tanggaku

0
60
jin perusak rumah tangga

27 Oktober 2018. Genap sudah usia pernikahanku sembilan tahun. Dalam mengarungi biduk rumah tangga, kami lalui dalam suka dan duka. Tak jarang kami tidak dapat menghindari terjadinya konflik dalam rumah tangga.

Awalnya aku menganggap konflik tersebut hanya sebagai bumbu dalam rumah tangga untuk melengkapi rasa asam, pahit dan manis kehidupan untuk lebih menguatkan ikatan rumah tangga.
Tapi, mulai timbul kekhawatiran di hati ini, ketika usia pernikahan kami memasuki enam tahun. Suamiku jarang ada di rumah, banyak waktu dihabiskan bersama teman-temannya. Bahkan hampir setiap hari pulang larut malam meninggalkan aku dan anakku di rumah.

Aku yang selalu pulang kerja sore, ketika pulang ke rumah sudah dalam keadaan lelah, ditambah lagi harus mengerjakan pekerjaan rumah. Membuat aku tidak dapat mengontrol emosi dan sering marah-marah. Apa salahnya sih membantu meringankan sedikit pekerjaan istri, karena suami lebih awal pulang kerja. Begitu pulang, bukannya meringankan sedikit pekerjaan, ini malah langsung pergi ketempat temannya. Aku sering menggerutu kesal.

Dulu suamiku tidak seperti itu. Dia begitu perhatian dan pengertian. Saling membantu dalam segala hal. Sekarang jauh berubah hingga akhirnya sering terjadi perselisihan dan pertengkaran walau hal yang sepele.

Suamiku semakin larut dengan teman-temannya yang memberi pengaruh negatif karena laga ayam yang berbuntut pada judi. Walau suami mengaku hanya menonton, bagiku itu sama saja. Sama-sama berdosa.

Suatu malam, ketika suamiku pulang dari rumah temannya. Waktu menunjukkan pukul 00.15 dini hari. Aku yang setengah sadar karena masih mengantuk membukakan pintu. Tiba-tiba aku terkejut, seperti ada yang masuk ke dalam tubuhku. Dadaku terasa sesak. Aku jadi sangat membenci suamiku dan tidak ingin disentuh olehnya.

Aku menjerit histeris, mengeluarkan segala keluh kesahku. Aku mengatakan dia bukan suamiku, aku benci suamiku, aku menyuruhnya pergi. Ketika dia menyentuhku dengan sigap aku langsung menepis tangannya dengan kasar. Tatapanku kosong, yang kulihat ada satu sosok bergelayut manja pada suamiku. Aku menyuruhnya pergi tapi dia tak mau. Wajahnya rata tanpa bentuk.

Sejak kejadian itu, aku jadi sering melihat hal-hal yang aneh. Kadang-kadang melihat makhluk ghaib. Aku jadi membenci suamiku secara tiba-tiba, dan suka membesar-besarkan masalah walau hal sepele. Suami juga semakin tidak betah di rumah. Aku sangat membenci hobi suami yang suka pelihara ayam jago untuk diadu. Aku jadi sering mimpi buruk, juga sering sakit tiba-tiba. Sakit perut, kaki kram, migrain, kadang-kadang sangat rindu suami tapi malas bertemu, sholat tidak khusyuk, begitu membaca Al-Qur’an jadi mengantuk, dan seharian betah ngurung diri di kamar main HP.

Ternyata hal ini bukan aku saja yang merasakan. Suami juga. Dia jadi malas pergi ke masjid, shalat sering ditunda-tunda waktunya. Ia jadi suka marah dan tidak perhatian terhadap istri dan anak. Suamiku sangat sulit meninggalkan hobi laga ayamnya dan menuruti semua keinginan teman-temannya. Parahnya, rumah tangga kami hampir sampai pada ambang perceraian. Na’udzubillaahi min dzaalik…

Hingga suatu hari, kami konsultasikan masalah yang kami hadapai kepada seorang sepupu. Dia menganjurkan kami untuk diruqyah dan dia berjanji akan membantu meruqyah kami. Katanya, bisa jadi kami terkena sihir atau gangguan jin.

Sepupu kami adalah seorang Ustadz. Dia menganjurkan kami berdua untuk sholat taubat, memohon pertolongan Allah dengan shalat dan sabar, kembali ke sunnah, menjalin silaturahim, dan memperbaiki hubungan hati suami istri, serta menyatukan visi misi ke akhirat. Kata sepupu kami, bisa jadi kami terkena sihir atau gangguan jin akibat lemahnya iman kami sehingga dengan mudahnya jin memperdaya kami.

Kami pun terus menerus menjalankan ruqyah mandiri setiap hari. Benar saja. Sejak kami jalankan anjurannya, hubungan rumah tangga kami mulai membaik lagi dan semakin membuat kami saling sayang. Ya Rabb…. Semoga engkau mengampuni dosa-dosa kami ini.

jin dasim
Ilustrasi

Misi utama dari makar jin terhadap suami istri adalah untuk menggagalkan atau menghancurkan keluarga, menceraikan pasangan suami istri yang telah resmi menikah. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ” Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, ‘Aku telah melakukan begini dan begitu’. Iblis berkata, ‘Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun’. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, ‘Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya.’ Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, ‘Sungguh hebat (setan) seperti engkau’.” (HR Muslim IV/2167 no 2813)

Yang dimaksud setan terbaik oleh iblis tersebut adalah Dasim. Bangsa jin yang tugasnya mengganggu isi rumah kita, termasuk urusan rumah tangga. Jin Dasim ini ada di setiap rumah tangga dan memiliki tugas khusus untuk merusak kehamonisan rumah tangga, turut makan juga pada makanan kita jika kita tidak mengucapkan Bismillah, masuk ke dalam kamar atau ruang kosong jika kita tidak membaca doa.

Sejak kejadian yang kami alami, hampir setiap hari kami meruqyah mandiri. Ketika mau tidur wajib berwudhu dan memutar murotal sampai pagi. Rumah kami sirami dengan air ruqyah, kami minum air ruqyah, mandi juga pakai air ruqyah dicampur daun bidara.

Alhamdulillah, sekarang suami sudah tidak lagi melakukan laga ayam. Kawan-kawannya juga sudah tidak pernah datang ke rumah. Hari-hari kami kembali di isi dengan binar-binar cinta yang dianugerahkan Allah.

Jika ada perselesihan, kami meredam emosi dan mencari solusi bersama. Kita saling bahu-membahu dan tolong-menolong dalam bingkai iman dan amal shalih. Melakukan ibadah bersama walau sekedar aktivitas biasa, semoga bernilai pahala di sisi Allah. Saling menjaga kebersamaan dalam kebaikan yang akan menjaga keluarga selalu harmonis. Saling bersedia belajar dalam cara mengasuh anak, mengikuti parenting dan seminar pernikahan, ikut kajian-kajian. Semoga pahala dan keberkahan akan tercurah pada rumah tangga kami. Aamiin..

Jika di rumah mampu menghadirkan Sakinah, maka Jin Dasim akan semakin merana. Insya Allah.

Sahabatku… Sesungguhnya aku dan suamiku, kita semua, adalah manusia lemah yang tak luput dari dosa dan khilaf, maka jangan pernah lelah untuk sandarkan diri hanya pada Allah. Karena jika kita sandarkan diri pada tiang, ketika tiangnya ambruk kita akan ambruk. Ketika kita sandarkan diri pada tembok, jika temboknya runtuh, kita juga ikut jatuh. Jika kita sandarkan diri pada kekayaan, ketika jatuh miskin kita benar-benar dalam keadaan bangkrut. Ketika kita sandarkan diri pada jabatan dan kekuasaan, jika kita pensiun, maka kita akan selesai dan dilupakan.

Namun jika kita sandarkan diri hanya kepada Allah, Dia tidak akan pernah miskin, tidak akan pernah lumpuh, tidak akan pernah berkurang kekuasaan-Nya. Maka, sesulit apapun yang kita alami dalam biduk rumah tangga, bersandarlah hanya pada Allah. Hidupkan kalam Allah dalam rumah kita agar cahayanya mengusir jin Dasim dari rumah kita. Wallahu a’lam bishowab.