Cara Pengobatan dan Mengendalikan Penyakit Asma

0
36
gejala asma

Cara Pengobatan dan Mengendalikan Penyakit Asma
Oleh: Pipit Era Martina

Penyakit Asma merupakan penyakit umum yang sering kita tahu membuat penderitanya merasa kesulitan bernapas dan gangguan pada saluran pernapasan yang berlebihan. Jika tidak tahu cara penangan yang tepat atau segera dibawa ke ahli medis akan berakibat fatal, karena penyakit asma ini merupakan salah satu jenis penyakit yang kronis.

Berikut kita akan sedikit mengulas tentang bagaimana cara pengobatan dan juga mengendalikan penyakit asma ini, semoga sedikit ulasan di bawah ini dapat bermanfaat.

Pengobatan Asma

Setiap penyakit pastilah ada obatnya dan cara penanganan yang baik, tergantung bagaimana diri kita mengatasinya, begitupun dengan penyakit Asma. Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit Asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh.

Dan untuk mencapai pengobatan tersebut diperlukan rencana pengobatan dan saran dari dokter agar dapat disesuaikan dengan kondisi penderita. Pada umumnya, rencana pengobatan ini diawali dengan tahap pengenalan kemudian penanganan gejala.
Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma, agar mereka dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan pertama adalah inhaler pereda.

Biasanya obat-obatan asma diberikan melalui alat yang disebut inhaler (obat hirup untuk asma). Alat ini dapat mengirimkan obat ke dalam saluran pernapasan secara langsung dengan cara dihirup melalui mulut. Menggunakan obat asma dengan cara dihirup dinilai efektif karena obat tersebut langsung menuju paru-paru. Kendati begitu, tiap inhaler bekerja dengan cara yang berbeda.

Biasanya dokter akan mengajari Anda cara menggunakan alat tersebut dan melakukan pemeriksaan setidaknya sekali dalam setahun.

Selain inhaler, ada juga yang disebut sebagai spacer. Ini merupakan wadah dari logam atau plastik yang dilengkapi dengan corong isap di satu ujungnya dan lubang di ujung lainnya untuk dipasangkan inhaler. Saat inhaler ditekan, obat akan masuk ke dalam spacer dan dihirup melalui corong spacer itu sendiri. Spacer juga dapat mengurangi risiko sariawan di mulut atau tenggorokan akibat efek samping dari obat-obatan asma yang dihirup.

Spacer mampu meningkatkan jumlah obat-obatan yang mencapai paru-paru dan mengurangi efek sampingnya. Beberapa orang bahkan merasa lebih mudah memakai spacer ketimbang inhaler saja. Pada kenyataannya karena dapat meningkatkan distribusi obat ke dalam paru-paru, penggunaan spacer sering disarankan.

Apabila terjadi serangan asma dengan gejala yang terus memburuk (secara perlahan-lahan atau cepat) meskipun sudah ditangani dengan inhaler atau obat-obatan lainnya, maka penderita harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Meski jarang terjadi, serangan asma bisa saja membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, peradangan pada saluran napas yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.

Untuk pengobatan penyakit asma, lebih baik selalu periksakan ke ahli medis agar mendapatkan perawatan yang rutin setiap waktunya. Meski tidak bisa hilang secara sempurna, penyakit ini dapat di cegah dengan cara memeriksakan diri serta konsultasi kepada dokter secara rutin, supaya kita selalu tahu kapan waktu untuk menggunakan obat dan kapan waktu untuk konsultasi. Juga agar penyakit ini tidak mudah kambuh, kenali dan pahami segala macam jenis pemicu yang menjadikan penyakit ini muncul.

Mengendalikan penyakit asma

Apabila kita merupakan salah satu dari mereka yang mengidap penyakit asma ini, atau bahkan sudah hidup sejak lama dengan asma, tidak perlu merasa khawatir dengan penyakit yang kita miliki. Karena penyakit in merupakan penyakit yang masih bisa di kendalikan asalkan kita tahu cara mengendalikannya. Seperti:

  1. Mengenali dan menghindari pemicu kambuhnya asma
  2. Mematuhi rencana penanganan yang sudah di rencanakan oleh dokter
  3. Ketika serangan asma mulai muncul, segera lakukan langkah yang tepat atau segera hubungi ahli medis.
  4. Jangan mengkonsumsi obat sembarangan
  5. Konsultasikan diri, dan minum obat-obatan yang di sarankan oleh dokter secara rutin.
  6. Selalu jaga kesehatan dan jaga pola hidup.

Biasanya, para penderita menjadikan inhaler sebagai penolong pertama mereka. Akan tetapi, jika menggunakan inhaler tetap tidak ada perubahan dan saluran napas semakin terhambat atau sesak, sebaiknya segera kunjungi dokter supaya rencana penanganan asma di sesuaikan kembali.