Soal Pembakaran Bendera Tauhid, Ketum PBNU: Banser Juga Salah

0
10
pbnu

Wahidnews.com, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengakui Banser memiliki kesalahan dalam kasus pembakaran bendera tauhid di Garut. Dia meminta kasus tersebut tidak diperbesar lagi dan menyerahkan proses hukumnya ke pihak kepolisian.

“Terkait oknum Banser yang melakukan pembakaran bendera itu, kita sudah minta maaf, kita menyayangkan hal itu. Dah ga usah diperbesar, dah selesai. Silahkan kepolisian memproses,” kata Said saat ditemui usai kunjungan ke PP Muhammadiyah Rabu malam (31/10/2018).

“Banser juga salah karena menghakimi sendiri,” imbuhnya.

Said menjelaskan, pada saat Hari Santri Nasional tidak ada bendera yang diperbolehkan kecuali merah putih. Dia juga mengatakan bahwa pada saat itu ada komandan Banser cabang Lembangan sudah melarang anak buahnya untuk membakar itu, tapi tetap dibakar.

“Waktu itu di hari santri, tidak boleh ada bendera kecuali merah putih. Bendera NU pun gak ada. Kecuali merah putih, rombongan hanya membawa bendera pesantren mana mereka berasal,” terang Said.

“Yang kita sayangkan adalah oknum Banser menghakimi sendiri. Itu lho. Yang benar, itu dirampas dikasihkan ke polisi, atau polisi yang merampas,” tambahnya.

Terkait dua oknum Banser yang kini menjadi tersangka, Said Aqil menyerahkan semuanya kepada pihak penegak hukum.

“Silahkan, kita serahkan ke penegak hukum, kita menerima apapun prosesnya atau vonisnya. Kita negara hukum,” pungkasnya.[kiblat]