Tentara Thailand Cabuli Muslimah Pattani di Bawah Umur

0
13
tentara thailand
Foto : Tentara Thailand

Patani (wahidnews.com) — Seorang Tentara Ranger Thailand yang bertugas di Puluk Puyo, distrik Nong Chik, Provinsi Pattani dilaporkan telah mencabuli seorang gadis muslimah kelas enam Sekolah Dasar (SD) pada Kamis (18/10/2018). Laporan didapat melalui warga desa yang menyelidiki kasus tersebut.

Distrik Nongchik pernah dihebohkan dengan penembakan mati empat warga Muslim oleh tentara ranger Thailand pada 29 Januari 2012 siam. Namun kasus tersebut masih belum tuntas dan tidak ada pelaku yang dikenai sanksi.

Gadis berusia 12 tahun itu yatim piatu dan tinggal bersama neneknya di Kampung Nakphong Nibung, Pulok Puyo, distrik Nong Chik, Pattani. Warga membawa korban ke Kantor Polisi Distrik Nongchik, pada hari yang sama agar ditindaklanjuti.

Sementara pelaku langsung ditangani komandan Lt. Charan Imcharit, komandan Unit 4306, Pulok Puyo, Pattani. Menurut keterangan warga, pelaku tidak lagi terlihat sejak kasus tersebut mengemuka. Komandan memberi ganti rugi kepada korban sebesar 100.000 baht, namun ditolak oeh warga.

“Kasus ini tidak berakhir dengan pembayaran ganti rugi. Kejadian tersebut adalah pelanggaran HAM terhadap anak-anak yang tidak melebihi usia 13 tahun. Kebenaran tidak bisa ditutup-tutupi,” kata seorang warga setempat.

Pemecatan dan Hukuman bagi Pelaku

Komando Operasi Keamanan Internal Wilayah 4 (ISOC), mengeluarkan surat pernyataan terhadap kasus tentara ranger yang melakukan tindakan keji tersebut. Pelaku akan dipecat dan akan menerima sanksi pidana.

Juru bicara Direktorat Divisi Komando Operasi Keamanan Internal Wilayah 4 (ISOC) Kolonel Pramote Prominn dalam akun Facebook-nya membenarkan kasus pencabulan yang dilakukan oleh anggota tentara Ranger. Banyak netizen yang mengutuk keras terhadap tindakan kotor oleh tentara Thailand tersebut.

“Hukuman bagi pelaku adalah pemecatan dan persidangan kriminal tanpa pengecualian,” kata Letnan Kolonel Pornsak Poonsawat, Direktur Keamanan Dalam Negeri, Wilayah 4

Seperti dilansir Prachatai, insiden itu terjadi awal bulan Oktober. Guru kelas langsung membawa korban ke Rumah Sakit Nong Chik untuk pemeriksaan fisik. Dan diketahui bahwa tentara itu benar melakukan pelecehan seksual.

Menurut Pornsak, tindakan pelecehan seksual tentara tersebut, tidak sesuai dengan kebijakan ISOC dan aturan negara. Dampaknya membuat kondisi di wiliyah Patani ini sulit untuk menyelesaikan masalah konflik yang kian membara.

Ia memerintahkan tindakan disipliner terakhir dengan memecat pelaku dari tentara pada 19 Oktober 2018 dan akan melakukan hukuman pidana selanjutnya.

Tentara Ranger Thailand atau dikenal oleh warga setempat sebagai “Militer Hitam” dilaporkan kerap mengganggu para gadis dan janda di provinsi selatan Thailand. Mereka tidak segan-segan menggoda para wanita. Banyak kasus pencabulan dan perkosaan yang hanya diselesaikan dengan pembayaran ganti rugi tanpa dikenai sanksi. [Sumber : kiblat]