Sebab Munculnya Perbuatan Istihza’

0
47
Bendera Tauhid

Sebab Munculya Perbuatan Istihza’

Oleh : Titin Agustina

ISTIHZA’ (MENCELA DAN MENGHINA AGAMA/SIMBOL ISLAM) MULAI MERAMBAH ORMAS ISLAM DAN OKNUM-OKNUM NYA

Dalam sirah perjalanan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, fenomena penghinaan terhadap Islam sering muncul dari orang-orang yahudi dan munafik saja. Hampir semua tindakan penghinaan tersebut dihukum mati oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan ada kasus salah seorang sahabat yaitu Umair bin ‘Adi yang langsung membunuh seorang wanita yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun ketika tindakan tersebut dilaporkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pun menyetujuinya bahkan kemudian berujar kepada para sahabat, ”Barang siapa yang ingin melihat orang yang menolong Allah dan rasul-Nya maka lihatlah Umair bin ‘Adi”. (lihat: Ibnu Taimiyyah dalam Ash-Sharim Al-Maslul, hal. 95)

Menurut Syaikh Muhammad bin Sa’id al-Qahtoni, ada enam faktor seseorang terjerumus ke dalam perilaku istihza’ :
1. Benci dan dengki terhadap kandungan nilai-nilai agama.
2. Celaan atau balas dendam terhadap pelaku kebaikan.
3. Bercanda yang berlebihan dan ingin menertawakan orang lain.
4. Sombong dan merendahkan orang lain.
5. Taqlid buta terhadap musuh-musuh Allah.
6. Cinta harta yang berlebihan sehingga dia akan mencarinya dengan cara apapun. (Lihat: Al-Qahtoni, al-istihza’ biddiin wa ahluhu).

Hal-hal tersebut diatas tidak akan muncul dari pribadi orang beriman. Karena pada dasarnya sikap meremehkan atau penghinaan terhadap syi’ar-syi’ar Islam hanya akan muncul dari hati orang munafik saja.

Sikap ini sangat bertentangan dengan prinsip keimanan. Kedua sikap yang bertentangan tersebut tidak mungkin bisa bertemu dalam diri seseorang. Oleh karena itu, Allah menyebutkan bahwa pengagungan terhadap syiar-syiar agama berasal dari ketaqwaan hati. Allah Ta’ala berfirman.

“Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (QS. Al Hajj:32).

Waallahualam