Penyebab Epilepsi Pada Bayi

0
12
epilepsi

Penyebab Epilepsi Pada Bayi
Oleh: Pipit Era Martina

Epilepsi adalah suatu gangguan pada sistem syaraf otak manusia karena terjadinya aktiitas yang berlebihan dari sekelompoksel neuron pada otak, sehingga menyebabkan berbagai reaksi pada tubuh manusia. Mulai dari bengong sesaat, kesemutan, gangguan kesadaran, kejang-kejanng dan kontraksi otot. Di kalangan masyarakat epilepsy sering dikenal dengan penyakit ayan atau step (demam tinggi yang diikiuti dengan kejang).

Penyakit ini pada umumnya di derita oleh bayi dan juga anak-anak. Kondisi ini sangat menakutkan karena kebanyakan orang tua akan panic. Epilepsi ini terjadi ketika banyak sel saraf dalam otak bayi mengirim sinyal listrik secara bersamaan. Kemudian, gelombang listrik yang intensif ini akan menguasai otak dan menyebabkan bayi menjadi kejang. Dan pada akhirna terjadi epilepsy yang berdampak pada tugas sel syaraf di otak bayi. Sahabat pembaca Wahidnews, yuk kita kenali penyebab dari epilepsy ini, agar dapat menghindarkan epilepsy dari buah hati.

Penyebab Epilepsi

1.Kelahiran premature

Bayi yang lahir secara premature bisa menjadi penyebab terjadinya epilepsy pada bayi. Penyebab ini terbilang sangat besar pengaruhnya,karena bayi premature belum memiliki perkembangan otak yang cukup baik. Kemudian, apabila bayi mengalami masalah pada otak seperti adanya resiko gangguan perdarahan pada otak sejak lahir, maka hal tersebut dapat memicu terjadinya epilepsy.akan tetapi, peru diingat bahwa tidak semua bayi yang terlahir secara premature akan mengalami epilepsy. Tetapi jika bayi premature anda mengalami demam tinggi dan sering kejang, segeralah dapatkan pantauan rutin dari dokter agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2.Kekurangan oksigen saat lahir

Bayi yang dilahirkan dalam kondisi kekurangan oksigen juga merupakan salah satu sebab bayi mengalami epilepsy. Ada banyak masalah atau penyebab bayi mengalami asifksia atau kekurangan oksigen. Factor utamanya ialah kesehatan ibu yang terganggu ketika mengandung dan dalam proses persalinan. Ketika kesehatan ibu terganggu, maka kesehatan janin dalam kandungan akan terganggu dan mengakibatkan bayi kekurangan oksigen ketika lahir. Kekurangan oksigen pada bayi yang baru lahir dapat menyebabkan cedera otak, masalah pada perkembangan otak yang akhirnya memicu terjadinya epilepsy.

3.Kadar gula darah yang rendah

Hipoglikemi pada bayi sebenarnya bukan kasus yang ringan. Masalah kadar gula darah yang sangat rendah pada tubuh bayi dapat menyebabkan epilepsi. Bayi yang kekurangan asupan nutrisi bisa mengalami rendahnya kadar gula dalam tubuh. Selain kadar gula, bayi yang kekurangan asupan nutrisi jugamemiliki kadar natrium dan kalsium yang rendah. Pada akhirnya bayi dapat mengalami epilepsy dikarenakan otak tidak mendapatkan asupan yang cukup.

4.Infeksi otak

Ada banyak resiko yang menyebabkan ineksi otak pada bayi seperti meningitis dan ensefalitis. Jika bayi menderita gejala meningitis atau terkena campak, maka beri bayi perawatan dan perhatian yang lebih agar tidak berdampak pada otak bayi. Jika bayi tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Maka kondisi ini bisa dikatakan sanat berbahaya bagi bayi, dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

5.Genetic

Sebenarnya epilepsi merupakan penakit yang menurun dari keluarga atau genetic dari orang tua. Jikaayah,ibu, nenek atau kakek memiliki riwayat epilepsy, maka besar kemungkinan bayi pun akan mengalami hal serupa. Oleh karena itu,ketika bayi baru lahir diperlukanpemeriksaan genetic untuk menjaga agar bayi terjamin kesehatannya dan terhindar dari penyakit genetic. Epilepsy bukan tergolong penyakit yang menular,akan tetapi merupakan penyakit keturunan atau genetic.

Para ahli medis mempertimbangkan tentang perawatan pendek untuk penderita epilepsy. Karena bayi yang menderita epilepsy pada umunya akan membutuhkan perawatan lanjutan seumur hidup. Tidak banyak yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk mencegah terjadinya epilepsy. Akan tetapi, orang tua dapat memberikan tindak pencegahan resiko saat epilepsy menyerang. Membatasi aktifitas luar, mendidik anak agar mengetahui tanda ketika epilepsy tersadar merupakan salah satu cara untuk menjauhkan resiko berbahaya dari terjadinya epilepsy. Perhatikan asupan nutrisi bayi agar serangan epilepsy tidak sering datang dan juga ada diet khusus yang harus diikuti oleh bayi, tentunya setelah mendapatkan saran dan perawatan dari ahli medis.

Nah, sahabat itulah beberapa penyebab terjadinya epilepsy atau yang lebih kita kenal dengan penyakit ayan yang bisa penulis jabarkan. Semoga membeikan kita pelajaran dan ilmu baru agar lebih intensif lagi dalam memperhatikan kesehatan, terutama kesehatan si buah hati agar penyakit enggan hinggap di tubuh bayi.