Basarnas: Saat Jatuh, Emmergency Local Transmitter Milik Lion Air JT 610 Tak Berfungsi

0
21
lion air
Foto: kabasarnas, M. Syaugi, sumber: okezone

Jakarta – Penyebab jatuhnya pesawat Lion Air Boing 737 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, masih menjadi pertanyaan besar.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsdya TNI M Syaugi mengungkapkan bahwa saat jatuh pemberitahuan keadaan darurat dari pesawat tersebut tidak terpancar. Hal ini menyebabkan jatuhnya pesawat tidak terpantau Basarnas.

“Saat jatuh, beacon Emmergency Local Transmitter (ELT) pada pesawat tersebut tidak terpancar atau memancarkan sinyal destress. Sehingga, jatuhnya pesawat tersebut tidak terpantau oleh Medium Earth Orbital Local User Terminal (MEO LUT) yang ada di Kantor Pusat Basarnas,” katanya seperti dilansir Basarnas.go.id pada Senin (29/10/2018).

Yang pasti, kata dia, beacon pesawat tersebut telah teregistrasi dan dinyatakan baik sampai Agustus 2019. Lokasi jatuhnya pesawat berada di sekitar koordinat 05.46.15 S – 107.07.16 E atau berjarak 34 NM dari Kantor SAR Jakarta.

“Atau 25 NM dari Tanjung Priok, atau 11 NM dari Tanjung Karawang,” paparnya.

Ia juga menyebutkan bahwa tim SAR yang saat ini sudah berada di lokasi kejadian musibah (LKP). Masing-masing dari Kantor SAR Jakarta, 48 personil Basarnas Special Group, dan Kantor SAR Lampung serta sejumlah potensi SAR. Tim SAR ini tengah melakukan proses evakuasi.

“Para penyelam kami sudah bergerak dengan peralatan bawah air nya. Kami mohon doanya, semoga proses evakuasi para korban dapat berjalan lancar,” tutur Kabasarnas.

[Sumber]