6 Prioritas Penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami Sulteng

0
16
gempa palu

6 Prioritas Penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami Sulteng

Jakarta – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan saat ini ada 6 prioritas BNPB dalam menanggulangi bencana di Sulawesi Tengah.

“Prioritas penanganan ada 6 yang dilakukan, pertama melanjutkan evakuasi pencarian dan penyelamatan korban. Alat berat sudah berdatangan terutama yang dari Palu, namun kita masih memerlukan alat berat dalam jumlah yang banyak,” ungkapnya dalam konferensi Pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (01/10/2018).

Sutopo mengungkapkan, karena masih kurangnya alat berat, ia mengharapkan adanya tambahan yang didatangkan dari luar kota Palu, seperti dari Mamuju, Gorontalo, Poso, dan Balikpapan.

Alat berat menurutnya sangat diperlukan untuk membantu proses evakuasi, terlebih lagi membantu korban yang tertimpa reruntuhan bangunan, tertimpa material longsor dan tertimbun lumpur lumpur likuifaksi. Dikutip dari laman Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), likuifaksi merupakan suatu proses yang membuat kekuatan tanah menghilang dengan cepat. Kekuatan serta daya dukung tanah menurun dikarenakan getaran yang diakibatkan gempa maupun guncangan lainnya.

“Kita memerlukan alat berat, tanpa adanya alat berat, tim SAR gabungan akan mengalami kesulitan dan karena memang daerahnya luas dan saat ini sumber daya yang ada masih terbatas. Begitu juga personil tim SAR gabungan masih perlu ditambah, sehingga terus berdatangan relawan-relawan yang ada saat ini,” ujarnya.

Prioritas kedua, sebut Sutopo, adalah melakukan pemakaman terhadap jenazah yang ada di rumah sakit. Hal ini perlu segera dilakukan karena sudah 3 hari meninggal, dan kondisi jenazah sudah mengeluarkan bau.

“Dilakukan pemakaman massal yang Insya Allah dilakukan pada hari ini (Senin) di TPU Paboya kota Palu,” ungkapnya.

Prioritas ketiga, lanjutnya adalah percepatan pemulihan jaringan listrik. Sutopo mengungkapkan saat ini, belum semua listrik menyala di kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

“Empat wilayah kabupaten kota tadi yang paling terdampak, kondisinya listrik masih padam apalagi kalau malam akan gelap gulita sehingga menyebabkan kesulitan di dalam proses evakuasi kesulitan, penanganan korban juga terhadap pengungsi,” ungkapnya.

Mengatasi padamnya listrik, Sutopo mengungkapkan saat ini sudah ada 216 personel PLN yang memperbaiki gardu induk dan jaringan listrik. Ia mengungkapkan Senin pagi tadi, sudah ada delapan genset PLN yang telah diterbangkan menggunakan pesawat Hercules TNI AU untuk disebarkan di posko Palu dan Donggala.

“Diharapkan PLN menyelesaikan jaringan listrik ini dua hari kedepan maksimum kemarin sudah saya sampaikan 3 hari tapi ini sudah memasuki hari pertama.

Lalu prioritas BNPB yang keempat adalah percepatan pengadaan BBM, terutama diperuntukkan genset rumah sakit dan operator seluler. Sutopo mengungkapkan pasokan BBM diambil dari terminal bahan bakar minyak dari Poso, Moutong, Tolitoli dan Parepare.

“Tadi pagi kita mendapat informasi 10 mobil tangki BBM dari Parepare telah tiba di kota Palu, satu mobil tangki Avtur langsung diarahkan ke bandara Palu. Pertamina juga menerbangkan seribu liter bahan bakar solar dengan pesawat khusus,” ungkapnya.

Prioritas kelima, sebut Sutopo adalah distribusi logistik dan makanan untuk pengungsi. Sutopo menyebut bahwa bantuan logistik terus berdatangan baik dari jalur udara, jalur darat dan laut.

Ia menyebut bahwa sudah sebagian logistik yang ada di gudang Bandara Palu yang diangkut pesawat Hercules sudah dibagikan kepada pengungsi. Prioritas keenam, adalah percepatan jaringan komunikasi.

“Ini yang terus kita lakukan pada hari ini, fokusnya adalah penanganan terhadap 6 kondisi darurat pada hari ini,” pungkasnya. [kiblat]