5 Penyebab Insomnia Yang Jarang Diketahui

0
13
insomnia

5 Penyebab Insomnia Yang Jarang Diketahui
Oleh: Pipit Era Martina

Insomnia merupakan kondisi yang terjadi saat seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak bisa tidur cukup lama sesuai dengan waktu yang dibutuhkan tubuh. Tidur merupakan keadaan tidak sadar yang terjadi secara alami yang memungkinkan tubuh untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh akan melalui siklus yang bergantian antara tidur gerakan mata cepat (Rapid Eye MovementI/REM) dan tidur non-gerakan mata cepat (non Rapid Eye Movement/ non-REM). Anda mungkin akan melalui empat atau lima siklus tidur dalam satu malam. Satu siklus tidur berlangsung kurang lebih selama 90 menit. Diawali dengan 4 tahap tidur non-REM yang terdiri dari tidur ringan hingga tidur dalam. Lalu dilanjutkan dengan tidur REM dimana di tahap inilah proses mimpi terjadi.

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa angka kasus insomnia di negara-negara berkembang termasuk Indonesia mencapai 150 juta kasus ditahun 2010. Penelitian yang sama menyatakan bahwa di antara delapan negara yang diteliti, Indonesia memliki kasus insomnia yang termasuk sedikit, yaitu 3.9 persen untuk pria, dan 4.6 persen untuk wanita. Nah, sahabat pembaca tahu nggak sih, kenapa kita bisa mengalami Insomnia atau sulit tidur? Yukk kita kenali 5 sebab Insomnia yang belum kita ketahui, sering terjadi namun ta jarang kita tidak mengetahuinya.

Penyebab seseorang yang mengalami insomnia bisa bermacam-macam, di antaranya: masalah psikologi, masalah kesehatan fisik, efek samping obat-obatan, gaya hidup, dan faktor kenyamanan di ruangan kamar.

Masalah psikologi

Masalah psikologi sering kali menjadi faktor utama munculnya gejala insomnia, salah satunya adalah stres. Banyak orang yang tidurnya menjadi terganggu karena mengalami stres. Pemicu stres bisa bermacam-macam., ada stres karena sekolah, pekerjaan, masalah keuangan, hubungan keluarga, sosial dan hubungan dengan pasangan yang menjadi factor terbesar penyebab Insomnia. Selain stres, depresi akibat kehilangan orang terdekat, kehilangan pekerjaan, atau kehilangan hal lain yang berharga juga dapat menyebabkan insomnia.

Insomnia juga dapat disebabkan karena kecemasan yang menghinggapi. Orang yang dihinggapi oleh rasa cemas akan sulit untuk memulai tidur ataupun mempertahankan kualitas tidur. Perasaan yang dihinggapi rasa cemas akan lebih mudah terbangun di tengah tidur, dan biasanya akan sulit untuk tertidur kembali.

Masalah kesehatan fisik

Masalah kesehatan fisik, tentu jika hal ini terjadi pada kita akan banya menimbulkan efek dan gejalayang tentunyamembuat kualitas tidur terganggu. Dari keehatan kita dapat melihat dan menentukan kualitas tidur yang baik atau tidak. Jika kesehatan terganggu, jika tidak segera ditangani akan semakin berdampak pada kesehatan, dipicu dari tidur yang makin berantakan maka kesehatapun akan semakin memburuk.

Pola hidup yang buruk

Insomnia dapat dipicu oleh kebiasaan atau pola hidup yang kita jalani, salah satunya adalah waktu tidur yang tidak tetap. Waktu tidur yang terus berubah-ubah dapat menyebabkan ritme sirkadian yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh, termasuk siklus tidur dan bangun, menjadi terganggu.

Contoh insomnia seperti ini kerap dialami oleh orang-orang yang bekerja dengan waktu yang tidak tetap, mereka yang memiliki kebiasaan tidur siang untuk mengganti kekurangan waktu tidur malam, dan mereka yang mengalami desinkronosis atau pengar setelah melakukan penerbangan jarak jauh.

Mengonsumsi makanan dalam porsi besar juga dapat membuat seseorang sulit tidur. Perut yang terlalu kenyang dapat membuat tubuh tidak nyaman saat direbahkan. Tidur tidak lama setelah makan juga dapat berpotensi menyebabkan sakit ulu hati. Tentu saja dengan kondisi-kondisi tersebut, tidur akan terganggu. Hindari makan berporsi berlebihan, minuman berkafein secara berlebihan, nikotin, dan minuman beralcohol lainnya sebelum tidur.

Faktor lingkungan

Lingkungan kamar tidur yang tidak nyaman dapat mengganggu tidur seseorang, seperti suhu kamar yang terlalu dingin atau panas, suara bising, dan cahaya lampu yang terlalu terang. Jaga lingkungan kamar agar nyaman untuk beristirahat. Kamar dengan suasana yang berantakan dan posisi tata ruang yang kurang tepat, faktanya dapat mempengaruhi kualitas tidur.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat (baik yang dijual bebas di apotek atau harus dengan resep dokter) memiliki efek samping yang bisa menyebabkan insomnia bagi orang yang mengonsumsinya.

Nah, terkadang beberapa hal diatas jarang kita ketahui. Banyak diantara kita yang sulit untuk tidur dengan lelap dalam kurun waktu yang lama tanpa mengetahui sebabnya yang sebenarnya semua itu dikarenakan diri sendiri yang kurang memperhatikan aktifitas tubuh dan pikiran. Semoga dengan adanya ulasan yang singkat ini bisa bermanfaat buat kita semua dan lebih memperhatikan kondisi tubuh dan pikiran guna mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Lampung, 22 Oktober 2018