Pengobatan dan Pencegahan Alergi

0
30
alergi

Pengobatan dan Pencegahan Alergi

Oleh: Pipit Era Martina

1.Pengobatan

Selain menghindari penyebab dari datangnya alergen, penanganan medis juga diperlukan untuk membantu meringankan alergy yang sudah menjalar dan untuk menghindari agar alergen tidak menyebar ke anggota tubuh yang lainnya. Meskipun kita tidak diharuskan memahami tentang obat-obatan medis yang dapat menangani alergen, akan tetapi setidaknya untuk menambah wawasan tentang alergy lebih banyak lagi. Konsumsi harus sesuai dengan resep dokter atau tenaga medis lainnya, nah berikut jenis-jenis obat tersebut:

Antihistamin

Obat ini bekerja dengan menghambat efek senyawa histamin dalam alergi. Antihistamin dapat digunakan dalam bentuk tablet, krim, cair, tetes mata, atau semprot hidung, tergantung dari area yang terkena alergi. Beberapa jenis antihistamin akan menimbulkan rasa kantuk setelah dikonsumsi. Maka dari itu hindari mengonsumsi antihistamin yang menyebabkan kantuk sesaat sebelum mengemudikan kendaraan atau mesin.

Obat semprot kortikosteroid

Obat ini efektif untuk menangani peradangan pada kasus alergi. Obat steroid ini bisa didapat dalam bentuk semprot hidung, tetes mata, krim, inhaler, dan tablet.  Efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit dibandingkan kortikosteroid dalam bentuk tablet, karena hanya bekerja di satu area tertentu dan sedikit yang terserap tubuh.

Dekongestan

Selain tablet dan kapsul, obat ini juga tersedia dalam bentuk obat tetes atau semprot hidung. Dekongestan berguna untuk membantu melegakan hidung tersumbat. Obat ini hanya dianjurkan untuk pemakaian jangka pendek (kurang dari satu minggu).

Penghambat leukotriena

Leukotriena adalah senyawa yang dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan saat terjadi reaksi alergi. Obat ini berfungsi untuk menghambat efek leukotrien. Obat ini dapat digunakan dalam bentuk tablet.

Jika menderita alergi yang parah atau yang tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan lain, dokter dapat menganjurkan imunoterapi alergen (desentilisastion). Dalam terapi ini, dosis alergen dalam jumlah kecil diberikan pada pasien melalui suntikan, tetesan (drop) atau tablet yang ditaruh di  bawah lidah. Pemberian alergen ini dilakukan selama beberapa tahun. Tujuannya adalah membiasakan tubuh dengan alergen tersebut sehingga tidak bereaksi berlebihan. Meski tidak menyembuhkan secara total, ini akan membuat gejala alergi semakin ringan.

2.Pencegahan

Pencegahan alergi tergantung pada alergennya. Cara yang paling efektif untuk mencegah alergi adalah dengan cara menghindari pemicunya. Tetapi tidak semua sumber alergi dapat dihindari dengan mudah seperti tungau debu, hewan piaraan, atau makanan. Nah, untuk sahabat wahidnews ada beberapa saran nih gimana caranya untuk mencegah alergi.

  • Mengenakan pakaian tertutup atau mengoleskan lotion penolak serangga saat sedang bepergian.
  • Gunakan masker saat keluar rumah.
  • Membersihkan rumah secara rutin, terutama ruangan yang sering digunakan.
  • Menghindari penggunaan kemoceng karena dapat menyebarkan alergen.
  • Membuka jendela atau pintu agar sirkulasi udara lebih lancar sehingga ruangan tidak terasa lembap.
  • Menempatkan hewan piaraan di luar rumah atau di satu ruangan tertentu saja.
  • Mandikan hewan piaraan seminggu sekali.
  • Membersihkan kandang hewan piaraan secara rutin.
  • Menghindari jenis makanan yang menjadi sumber alergi.
  • sSelalu membaca label kemasan untuk mengetahui bahan-bahan yang digunakan sebelum membeli makanan.

Nah, itu dia sedikit pengetahuan tentang cara pengobatan dan pencegahan alergy. Apabila banyak kekurangan mohon di maafkan. Semoga bermanfaat dan salam sehat untuk semua sahabat wahidnews.

Malang, 12 Agustus 2018