KH. Ma’ruf Amin mundur dari Rais Aam PBNU

0
8
m'aruf amin

Jakarta – KH. Ma’ruf Amin mengundurkan diri dari posisi Rais Aam atau pemimpin umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Sabtu.

Langkah Kyai Ma’ruf mundur dari pucuk tertinggi PBNU itu diambil setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan dirinya sebagai calon wakil presiden mendampingi capres Joko Widodo pada Pilpres 2019.

“Saya dididik di lingkungan pesantren yang memegang teguh keyakinan apabila bangsa dan negara memanggil untuk mengabdi, maka saya tunduk dan patuh,” kata kyai Maruf dalam rapat pleno PBNU di Jakarta.

Kyai Ma’ruf mengakui amanah sebagai Rais Aam adalah jabatan mulia bagi semua kader NU. Namun, kata Kyai, di sisi lain ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa menghindar.

“Bangsa dan negara memanggil saya untuk memberikan pengabdian terbaik dengan dicalonkan sebagai Wakil Presiden,” terang Kyai Ma’ruf.

Meski tak lagi menjabat sebagai Rais Aam, Kyai Ma’ruf menegaskan sampai kapanpun dirinya akan tetap menjadi kader NU.

“Pilihan saya ini merupakan jalur perjuangan baru untuk kemaslahatan lebih luas,” ujar Kyai Ma’ruf.

Dengan mundurnya Kyai Ma’ruf, maka posisi Rais Aam PBNU akan diemban oleh Kyai Miftahul Akhyar.

Kyai Miftahul Akhyar sebelumnya menjabat sebagai wakil Rais Aam PBNU.

Kyai Ma’ruf Amin terpilih sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar NU 2015 di Jombang untuk menjalankan tugas pada masa bakti 2015-2020. [anadolu]