Inilah 3 Orang Yang Sulit Dinasehati

0
109
sulit menerima nasehat

Di dunia ini ada beberapa tipe orang yang masuk kategori sulit menerima nasehat. Apapun nasehat yang datang kepadanya seolah masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri, atau bahkan tak masuk telinga sama sekali. Pengen tau siapa mereka?

Dalam pembahasan ini kita sampaikan 3 saja tipe manusia yang susah menerima nasehat, sebagai berikut :

Pertama, Orang yang sedang jatuh cinta.

Orang yang sedang jatuh cinta itu ibarat sedang menikmati buta dan tuli. Mereka tak akan mendengar nasehat dari siapapun kalau nasehatnya berlawanan dengan misi cintanya. Orang yang sedang jatuh cinta itu bisa dikatakan sedang mabok cinta. Bagi orang yang sedang jatuh cinta, seolah-olah gula jawa rasa coklat, dan merasa paling benar.

Orang yang sedang jatuh cinta pada seorang gadis, akan selalu memandang indah segala sisi yang ada pada gadis yang dia cintai itu. Semua terasa indah hampir tanpa cela. Sehingga apapun pendapat orang lain jika itu tentang keburukan si gadis pujaan, maka tak akan pernah didengar.

Begitu juga nasib orang yang sedang jatuh cinta atau mengidolakan seorang tokoh politik. Maka apapun kesalahan sang idola tak membuatnya bergeser dari mengidolakannya. Cintanya selalu membara dan siap menjadi pembela meski kadang harus membuat berita-berita hoax sekalipun. Dia akan mati-matian memusuhi orang-orang yang menunjukkan kesalahan sang idola.

Kedua, para ahlul bid’ah

Sebelum membahas tentang sulitnya para ahlul bid’ah dalam menerima nasehat, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu tentang definisi bid’ah.

Bid’ah menurut Ast-Syathibi dalam kitab Al-I’tisham (kitab yang membahas seluk-beluk bid’ah). Beliau menjelaskan bid’ah adalah:

طريقة في الدين مخترعة، تضاهي الشرعية يقصد بالسلوك عليها المبالغة في التعبد لله سبحانه

“Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah .”

Orang yang gemar melakukan bid’ah sulit dinasehati, karena mereka merasa tidak melakukan kesalahan. Menurut mereka, amalan yang mereka kerjakan itu sudah benar. Maka apapun nasehat dari penentangnya akan selalu ditolaknya.

Para pelaku bid’ah tidak menyadari kesalahannya sehingga sangat sulit untuk dinasehati. Justru menasehati orang yang berbuat dosa lebih mudah dari pada menasehati para pelaku bid’ah. Karena orang yang berbuat dosa rata-rata menyadari bahwa perbuatannya adalah dosa. Berbeda dengan pelaku bid’ah yang biasanya menganggap benar perbuatannya.

Ketiga, para perokok

Perokok sulit dinasehati untuk berhenti merokok karena otaknya sudah dikalahkan oleh perasaan. Mereka lebih condong pada perasaannya dari pada akalnya. Perasaan sayang pada rokok itu muncul akibat dari kecanduan. Dan orang jika sudah kecanduan, apapun kecanduannya, baik itu kecanduan rokok, kecanduan game, kecanduan zina, kecanduan judi, dan lain sebagainya akan sulit menerima nasehat. Kecuali bagi mereka yang sudah mendapat hidayah dari Allah.

Seorang perokok kesulitan mencerna tentang baik buruknya akibat dari merokok. Padahal para dokter secara tegas menyatakan bahwa rokok itu sangat merugikan kesehatan, bahkan di bungkus rokok juga ada peringatan akan bahaya merokok dan ada ilustrasi mengerikan tentang akibat merokok.

Namun, biasanya para perokok akan mencari-cari alasan sebagai pembenaran atas kegiatan merokoknya itu. Misalnya, kalau tidak merokok, sulit nyari ide. Kalau tidak merokok, kurang gaul, sedikit teman, dan alasan lainnya. Jika ingin tau lebih banyak lagi tentang alasan merokok, silahkan tanya saja mereka yang gemar merokok. InsyaAllah mereka sudah menyiapkan banyak alasan untuk tidak berhenti merokok.

Itulah 3 orang yang sulit dinasehati. Semoga kita dan keluarga kita bukan termasuk dari 3 tipe ini. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing kita pada jalan yang benar.Amiin.