Alergi Terhadap Obat

0
5
alergi obat

Alergi Terhadap Obat
Oleh: Pipit Era Martina

Alergi terhadap obat ialah reaksi yang di tunjukkan oleh tubuh sesaat setelah penderita mengkonsumsi obat tersebut. Reaksi ini muncul karena sistem kekebalan tubuh menganggap zat tertentu dalam obat tersebut sebagai substansi yang dapat membahayakan tubuh.

Kondisi alergi terhadap obat berbeda dengan efek samping yang ditimbulkan seperti yang tercantum dalam kemasan dan juga berbeda dengan keracunan obat ataupun overdosis. Reaksi alergi terhadap obat ini biasanya muncul secara bertahap seiring dengan sistem kekebalan tubuh yang membangun antibodi untuk melawan obat tersebut. Tidak seperti makanan yang pada umumnya langsung menunjukkan reaksi langsung setelah mengkonsumsi, meski ada sebagian penderita yang langsung mendapatkan reaksi setelah mengkonsumsi obat tertentu.

Tidak jauh berbeda dengan alergi jenis lainnya, alergi terhadap obat ini dapat hilang dalam waktu beberapa setelah konsumsi dihentikan atau diberikan obat pereda alergi. Berikut ini ialah gejala umum yang dialami oleh penderita alergi obat yang perlu kita ketahui.
– Timbul ruam atau bentol-bentol pada kulit.
– Gatal-gatal.
– Batuk-batuk.
– Demam.
– Sesak napas atau napas pendek.
– Mata terasa gatal bahkan berair.
– Dan tidak jarang yang mengalami bengkak pada sebagian tubuh.

Sama seperti alergi lainnya, alergi obat yang parah dapat memicu anafilaksis atau reaksi alergi yang menyebabkan kegagalan fungsi sistem tubuh secara luas. Dan apabila telat mendapatkan penanganan maka akibat yang didaptan akan fatal dan memerlukan penanganan darurat.

Faktor Risiko Alergi Obat

Tidak semua orang akan mengalami reaksi alergi akibat obat. Diduga ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko alergi obat pada seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

Peningkatan pajanan terhadap obat tertentu, contohnya karena penggunaan obat yang berulang, berkepanjangan, atau dengan dosis tinggi.
Faktor keturunan. Risiko seseorang untuk mengalami alergi obat akan meningkat apabila ada anggota keluarga yang memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu.
Pernah mengalami jenis alergi lain, misalnya alergi makanan.
Alergi terhadap obat lain. Contohnya, jika alergi terhadap penisilin, maka juga akan mengalami alergi terhadap amoxicillin.

Penyakit yang menyebabkan tubuh rentan terhadap reaksi alergi obat, misalnya HIV.
Penanganan utama untuk alergi obat adalah dengan mengatasi dan meredakan gejala-gejala yang dialami. Langkah ini bisa dilakukan dengan menghanetikan konsumsi obat yang sekiranya menyebabkan alergi. Apabila mendapati gejala tersebut diatas, langkah pertama yang dilakukan adalah kembali kepada dokter yang memberikan obat, agar diketahui alergi terhadap obat apa dan segera mendapatkan penanganan sehingga tidak memerlukan penanganan yang berlanjut.

Nah para pembaca, yuk jaga kesehatan kita karena hal termahal yang dimiliki manusia adalah kesehatan, cermati dalam mengkonsumsi segala makanan, minuman, obat-obatan dan yang lainnya agar terhindar dari alergi dan kemungkinan lainnya. Segera konsultasikan kepada dokter atau tim medis apabila terdapat hal yang tidak wajar pada sistem kekbalan tubuh, agar segera mendapatkan penanganan. Karena mengobati itu lebih sulit dibanding dengan mencegah, salam sehat dari penulis untuk pembaca.

Malang, 04 September 2018