Penyebab dan Diagnosa Alergi

0
39
bersin

Penyebab dan Diagnosa Alergi
Oleh: Pipit Era Martina

Penyebab

Pada tulisan sebelumnya, penulis sudah menjelaskan sedikit tentang apa itu alergy, nah untuk lebih lanjut lagi kita pelajari pula tentang penyebab serta diagnosa daripada alergy atau alergen. Pada umumnya, penyebab-penyebab dari atimbulnya alergy ini tidak membahayakan dan tidak menular. Beberapa jenis alergen yang umumnya dapat menyebabkan alergi meliputi:

  • Gigitan serangga, misalnya sengatan lebah.
  • Makanan tertentu, misalnya kacang-kacangan, makanan laut, serta susu.
  • Obat-obatan, misalnya antibiotik penisilin.
  • Bulu hewan dan kecoa
  • Serbuk sari tanaman
  • Spora jamur
  • Tungau
  • Lateks (getah kental yang terdapat pada beberapa tumbuhan
  • Alergen yang bersentuhan dengan kulit secara langsung, misalnya bahan kimia pada parfum, sabun, sampo atau bahan lateks.

Reaksi alergi muncul saat sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap alergen yang dianggapnya berbahaya, walau sebenarnya tidak. Karena itu, terbentuklah antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). Saat kontak antara tubuh dan alergen kembali terjadi, tubuh akan memproduksi lebih banyak IgE. Kemudian IgE akan memicu pelepasan zat-zat kimia alami seperti histamin yang menyebabkan gejala-gejala alergi.

Risiko seseorang untuk mengalami alergi juga dapat meningkat karena faktor keturunan serta lingkungan. Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak. Jika salah satu dari orang tua ataupun keluarga memiliki riwayat alergi pada hal tertentu, maka anak ataupun keturunannya dapat berisiko tinggi memiliki alergi, meski jenis alerginya tidak selalu sama. Hal lain yang dapat menjurus pada alergi adalah merokok, polusi, infeksi, dan hormon.

Diagnosa

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan detail gejala, frekuensi serta waktu kemunculan, dan pemicu alergi yang di alami. Dokter juga akan memeriksa bagian tubuh yang terkena dampak alergi. Jika alergen belum diketahui dengan pasti lewat pemeriksaan awal, maka tahap selanjutnya dokter biasanya akan menganjurkan beberapa tes untuk evaluasi lebih lanjut.

Tes Tempel (Patch Test)

Tes tempel (patch test) merupakan salah satu tes untuk mendiagnosa alergi yang cukup aman dan tidak bersifat invasif. Dalam test tempel, satu jenis alergen akan diletakkan pada tempat tertentu, lalu ditempelkan pada kulit selama dua hari sambil memantau reaksi kulit. Tes tempel digunakan untuk mengevaluasi dermatitis kontak.

Tes Tusuk Kulit

Pada tes tusuk kulit, kulit pasien akan ditetesi cairan alergen yang umum lalu ditusuk secara halus dan pelan-pelan dengan jarum untuk melihat reaksinya. Jika pasien mengalami alergi, maka akan timbul benjolan merah dan gatal pada kulit dalam waktu 15 menit.

Tes tusuk kulit ini biasanya digunakan untuk memeriksa jenis alergi pada makanan dan obat-obatan tertentu, alergen di udara, serta racun dari serangga. Tes ini termasuk aman dan dapat digunakan pada semua orang.

Tes Darah

Jenis tes darah yang digunakan adalah radioallergosorbent tests (RAST) yang akan mengukur kadar jenis IgE tertentu dalam darah. Tes darah mungkin dianjurkan bersamaan dengan atau untuk menggantikan tes tusuk kulit.

Selain memeriksakan diri ke dokter, juga dapat mengevaluasi pemicu alergi yang dialami dengan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan reaksi alergi yang ditimbulkannya terhadap tubuh.

Jika alergi dicurigai sebagai alergi makanan, maka tes lain yang dianjurkan adalah tes eliminasi. Tes ini dilakukan dengan menghindari jenis makanan yang diduga menjadi alergen untuk melihat perbedaan reaksi dari gejala yang dialami. Lalu jenis makanan yang sama dicoba kembali setelah beberapa minggu untuk menantikan reaksi berikutnya.

Dalam beberapa kasus, dilakukan juga tes tantangan makanan untuk melihat reaksi penderita dengan pengawasan ketat dari dokter. Selama tes ini, alergen diberikan pada penderita secara bertahap. Meski berisiko mengalami reaksi alergi yang parah, cara ini termasuk paling akurat dalam menentukan alergi makanan.

Jika sudah ketahuan pasti penyebab dari alergy yang dialami, sebaiknya menghindari hal-hal tersebut agar alergy tidak semakin menjadi. Ingatlah bahwa hal yang termahal ialah waktu sehat. Hindari segala sesuatu yang mengakibatkan kesehatan terganggu, mengancam dan menyebabkan trauma. Semoga ulasan tentang penyebab serta diagnosa alergy ini dapat membantu dan bermnafaat bagi para pembaca untuk lebih mengenali tentang alergy dan juga dapat lebih baik lagi dalam menjaga kesehatan.

Malang, 11 Agustus 2018