Menjadi Shalih Karena Do’amu

0
63
doa anak sholeh

Menjadi Shalih Karena Do’amu

Oleh : Asadullah Al Faruq

Keshalihan tidak datang dengan sendirinya. Keshalihan juga tidak diwariskan dari orang tua yang shalih. Ia butuh proses. Ia memerlukan usaha nyata dalam menjadikannya shalih. Ia juga membutuhkan doa yang tulus untuk menyertai usaha tersebut. Keshalihan anak Anda adalah hasil perpaduan antara usaha nyata dan doa tulus Anda yang dibalas oleh Allah Ta’ala dengan balasan kebaikan dan keridhaan-Nya.

Ayah, Ibu, bagaimanapun keadaan anak Anda –ketika anak menurut, nakal atau dalam kondisi yang tidak diharapkan Anda— doakan selalu kebaikan baginya. Doa Anda bagi anak adalah harapan yang seharusnya tidak pernah terkikis. Doa Anda harus lebih kuat daripada karang di lautan yang setiap saat mendapatkan cobaan berupa hantaman debur ombak. Ia harus lebih kuat, karena melalui doa Anda, Allah akan merubah anak tersebut sesuai dengan harapan Anda, meski tidak saat ini, mungkin suatu waktu nanti.

Saksikanlah kisah menarik ini! Tentang seorang anak kecil yang sedang bermain-main tanah. Ibunya di dalam rumah sedang mempersiapkan jamuan makan yang akan disajikan untuk sang ayah dan tamunya. Ketika makanan sudah selesai dimasak dan telah disajikan di atas meja, si anak dengan santainya membawa segenggam tanah dan menaburkannya ke atas makanan.

Ibu, bagaimana perasaan Anda jika seharian Anda sudah susah payah memasak dan menyajikan makanan, tiba-tiba anak Anda menaburkan tanah di atas makanan yang Anda sajikan? Marah? Tentu! Menyebut anak sebagai anak nakal? Mungkin. Tapi pernahkah Anda terlintas untuk mendoakan kebaikan di saat seperti ini, saat emosi sedang memuncak kepada anak Anda?

Lihat dan teladanilah oleh kita ibunda yang satu ini! Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, “Idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain!” (Pergi…! Biar Allah menjadikan kamu imam di Haramain…!)

Subhanallah, amarah sang ibu justru berbuah doa, bukan sumpah serapah. Inilah yang perlu diteladani oleh setiap ibu di manapun. Mendoakan anak, bukan melaknatnya, bagaimanapun kondisi anak Anda. Mengapa? Karena doa seorang ibu didengar dan dikabulkan oleh Allah.

Demikian pula dengan doa ibu tersebut, meski dalam keadaan marah, Allah mendengar doanya yang mulia. Kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di Masjidil Haram…!! Siapakah anak kecil yang didoakan ibunya ketika sedang marah agar si anak menjadi imam Masjidil Haram?

Dialah Syaikh Abdurrahman as-Sudais rahimahullah. Imam Masjidil Haram yang bacaannya tersebar dalam rekaman kaset murotal hingga sampai ke telinga kita. Berkat ridha dan nikmat dari Allah, kemudian atas doa ibunda, ia menjadi seperti apa yang didoakan oleh ibunya ketika marah.

Ayah, ibu… Perkataan Anda akan sangat berpengaruh baginya. Perkataan Anda adalah doa baginya, dan membekas dalam hatinya. Jika Anda marah, lalu mudah mengatakan anak Anda dengan sebutan nakal, bodoh, susah diatur dan sumpah serapah lainnya, maka anak akan tumbuh dan berkembang seperti itu. Anak akan merasa bahwa dirinya adalah sosok yang tidak disukai oleh Anda. Anak akan meyakini bahwa dirinya memang anak yang nakal, bodoh atau susah diatur. Dan saat itulah Anda akan menyadari bahwa perkataan Anda telah membentuk pribadi anak Anda!

Ubahlah perkataan Anda ketika marah! Ubahlah sumpah serapahmu dan sebutan buruk yang ditujukan kepada anakmu dengan kata-kata yang penuh doa dan harapan untuk anak. Ia lebih menyukainya, lebih menghargainya, dan berpikir untuk tidak melakukan kesalahan yang diperbuatnya. Dan di kemudian hari, Anda akan menyadari bahwa perkataan Anda telah menjadi sebuah doa yang terkabulkan!

Doakan anakmu, apapun dan bagaimanapun keadaannya. Karena doa tulus dari orang tua akan didengar dan dikabulkan oleh Allah, insya Allah.

Contohlah pula ibunda Imam Asy-Syafi’i yang memberikan semangat dan doa kepada anaknya ketika hendak pergi menuntut ilmu, “Pergilah anakku! Allah bersamamu. Insya Allah engkau akan menjadi bintang paling gemerlap di kemudian hari. Pergilah, ibu telah ridha melepasmu! Ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baik pernolong.”

Dan, doa ibundanya diijabah oleh Allah. Jadilah Asy-Syafi’i sebagai bintang paling gemerlap. Imam Madzhab yang diikuti oleh hampir separuh kaum muslimin di dunia ini. Jadilah ia sebagai bintang di antara para ulama pada masanya.

Ayah, ibu… Inginkah kalian melihat anak-anak Anda tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang shalih? Jika iya, mulai hari ini, sekarang juga, sering-seringlah Anda mendoakannya. Dan tidaklah Anda menyebutnya, dalam kondisi biasa ataupun saat marah, kecuali yang Anda sebut adalah kata-kata yang bermakna kebaikan untuk buah hati Anda.