Alergi Terhadap Makanan

0
5
alergi makanan

Alergi Terhadap Makanan
By: Pipit Era Martina

Apa sih Alergi makanan adalah reaksi alergi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh kita keliru merespons protein yang berasal dari makanan dan menganggapnya sebagai suatu ancaman. Biasanya, ketika alergi makanan ini terjadi, maka tubuh akan dengan cepat memberikan reaksi cepat seperti gatai-gatal atau ruam yang bermunculan pada kulit dan apabila tidak segera menadpat pertolongan maka akan menyebar keseluruh tubuh.

Berdasarkan zat pemicu dan jangka waktu munculnya gejala, alergi makanan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu imunoglobulin E, non-imunoglobulin E, dan gabungan keduanya.
Imunoglobulin E merupakan salah satu zat antibodi yang ada di dalam sistem kekebalan tubuh kita. Alergi makanan yang dipicu oleh produksi zat ini merupakan jenis alergi makanan yang paling umum terjadi dan gejalanya, biasa akan muncul tidak lama setelah penderita mengkonsumsi makanan tersebut.

Sedangkan untuk alergi makan yang dipicu oleh zat-zat antibodi selain imunoglobulin E, rentang waktu munculnya gejala akan membutuhkan waktu yang lebih lama atau biasanya berjam-jam setelah makanan di konsumsi.

Jenis alergi makanan yang terakhir adalah kombinasi dari imunoglobulin E dan non-imunoglobulin E. Orang yang menderita kondisi ini akan merasakan gejala-gejala dari kedua jenis alergi makanan tersebut.

Gejala Alergi Makanan

Penderita alergi makanan yang dipicu imunoglobulin E biasanya akan mengalami gejala berupa ruam merah dan gatal di kulit, kesemutan atau gatal di dalam rongga mulut, sulit menelan, dan pembengkakan pada mulut, wajah, serta bagian tubuh lainnya. Ruam pada alergi jenis ini biasanya tampak timbul pada permukaan kulit. Selain itu, biasanya penderita akan mengalami mual dan muntah, mata terasa gatal dan panas hingga menjadi bengkak, bersin-bersin atau merasakan sesak, merasakan pusing, sakit perut bahkan ada sebagian penderita yang mengalami diare.

Pada kasus alergi makanan non-imunoglobulin E, gejala utama yang timbul sebenarnya hampir sama dengan gejala pada alergi makanan yang diperantarai oleh imunogbulin E, yaitu munculnya rasa gatal dan ruam di kulit. Namun bedanya, tekstur ruam pada jenis alergi ini tidak tampak timbul. Selain itu ada yang mengalami gejala seperti penyakit eksim atopik, yaitu kulit kering dan pecah-pecah, berwarna merah, serta terasa gatal.

Kadang-kadang alergi makanan non-imunoglobulin E dapat memunculkan gejala seperti yang disebabkan oleh kondisi lain di luar alergi, sehingga mungkin salah terdiagnosa. Gejala-gejala tersebut di antaranya:
– Area kelamin dan anus tampak berwarna kemerahan seperti iritasi
– Gangguan pencernaan
– Sembelit
– Nyeri ulu hati
– Adanya lendir atau darah pada kotoran.
– Kulit pucat.
– Rewel jika pada bayi

Untuk mengantisipasi terjadinya alergi, sebaiknya tidak menyepelekan gejala-gejala yang menunjukkan adanya masalh pada kulit ataupun tubuh, karena pada kasus tertentu jika hal seperti ini terjadi dapat mengarah pada suatu kondisi yang disebut anafilaksis atau reaksi alergi parah.

Gejala awal pada anafilaksis memang tidak terlalu spesifik dan terlihat seperti gejala yang dialami oleh pada penderita gejala alergi makanan biasa. Akan tetapi, biasanya penderita anafilaksis ini akan lebih cepat menunjukkan reaksi beberapa menit setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Biasanya, penderita akan mengalami gejala seperti berikut
– Frekuensi jantung menjadi lebih cepat
– Mengalami sesak nafas
– Munculnya perasaan cemas dan ketakutan yang intens secara tiba-tba
– Penurunan tekanan darah yang sangat drastis
– Dan pada kondisi ini jika penderita tidak dapat menahan, maka akan pingsan
– Jika tidak segera ditangani dengan cepat dan baik, anafilaksis bahkan bisa menyebabkan  kematian.

Makanan-makanan Penyebab Alergi

Semua makanan dapat berpotensi alergi, akan tetapi ada beberapa jenis makanan tertentu yang sangat umum yang dapat menyebabkan kondisi alergi seperti ini, contohnya, udang, lobster, kepiting, ikan dan kacang-kacangan. Untuk alergi akibat kacang-kacangan umumnya dialami oleh anak-anak. Selain kacang-kacangan, anak-anak juga bisa mengalami alergi setelah mengonsumsi susu, telur, gandum, dan kedelai. Alergi susu pada anak-anak sering kali menimbulkan gejala campuran yang ada di dalam alergi immunoglobulin E dan non-immunoglobulin E, yaitu pembengkakan dan sembelit.

Pengobatan Alergi Makanan

Untuk pengobatan alergi makanan, pada dasarnya tidak ada obat untuk menyembuhkannya secara permanen. Tujuan pemberian obat hanya untuk meredakan reaksi dari alergi tersebut ketika sedang berlangsung. Obat dari alergi makanan ialah dengan cara menghindari makanan-makanan yang berpotensi mengakibatkan alergi. Berdasarkan tingkat keparahan gejala, ada dua jenis obat alergi yang umumnya digunakan. Yang pertama adalah obat-obatan antihistamin. Obat ini digunakan untuk meredakan reaksi alergi atau gejala alergi yang masih tergolong ringan hingga menengah.

Akan lebih baik apabila berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat antihisamin ini tanpa resep dokter, karena ada beberapa jenis antihistamin yang tidak cocok digunkan oleh anak-anak dibawah 2 tahun, seperti promethazine dan alimemazine. Jenis obat alergi yang kedua adalah obat yang mengandung adrenalin. Obat ini biasanya diberikan oleh dokter untuk menanggulangi gejala alergi parah pada kasus anafilaksis dengan cara disuntikkan. Adrenalin mampu mengatasi kesulitan bernapas dengan cara memperlebar saluran napas, serta mengatasi syok dengan meningkatkan tekanan darah.
Inti daripada pembahasan alergi ialah, alergi tidak dapat disembuhkan dengan obat apapun.

Obat hanya menjadi penolong sementara untuk meredakan reaksi dan menangani reaksi dalam waktu sementara saja. Cara terbaik menangani alergi makanan ialah dengan cara enghindari makanan-makanan yang berpotensi menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Sayangi kesehatan diri sendiri sebelum kesehatan orang lain, dan harta yang paling mahal ialah kesehatan, lebih baik menjaga daripada mengobati. Salam sehat dari penulis, semoga tulisan ini emberi manfaat.

Malang, 25 Agustus 2018