vitamin

Mengenal Vitamin Yang Larut Dalam Lemak dan Air
Oleh: Pipit Era Martina

Istilah vitamin pada mulanya di kenalkan oleh ahli kimia Polandia yang bernama Funk. Ia merupakan penemu obat penyakit beri-beri yaitu “AMINA” (tumbuhan). Vitamin sendiri tidak dapat dihasilkan oleh tubuh dengan cukup, oleh karena itu untuk mencukupinya harus di datangkan dari makanan yang kita konsumsi.

Banyak dari kita yang kurang mengenal macam-macam vitamin, fungsinya berikut sumbernya. Nah, yuk mari kita pelajari sedikit tentang vitamin supaya dapat lebih baik dalam memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh. Bersama kita belajar menyayangi tubuh dengan cara memenuhi kebutuhan tubuh dengan sebaik-baiknya. Satu hal yang perlu kita ingat ialah sehatkan diri sendiri sebelum menyehatkan orang lain.

Vitamin Larut Lemak

  1. Vitamin A

Vitamin A memiliki fungsi utama sebagai bahan untuk membuat Radopsin (suatu zat yang dibutuhkan oleh retina mata yang berfungsi sebagai penglihatan) yang sangat diperlukan dalam proses penglihatan. Juga berfungsi sebagai pemelihara jaringan pelapis, pembentukan sel-sel darah merah, pembentukan embrio, reproduksi, membantu pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi.

Akibat kekurangan Vitamin A dapat menyebabkan Xeroftalmia, buta senja, mata bitot, keratomalagia, kulit kering dan bertanduk, gangguan pertumbuhan, tulang dan gigi tumbuh tidak sempurna, penyakit infeksi parah dan kerusakan pada jaringan epitel.
Sedangkan sumber Vitamin A sendiri bisa kita peroleh dari bahan pangan hewani seperti, keju, susu, kuning telur, daging dan ikan. Juga dapat diperoleh dari bahan makanan nabati seperti buah-buahan dan sayur-sayuran yang berwarna kuning .

2. Vitamin D

Vitamin D sangat penting bagi tubuh terutama untuk metabolisme kelsium dan fosfor, sebagai Prohormon, pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi.
Kekurangan Vitamin D dapat mengakibatkan Riketsia pada anak, kaki dan iga bengkok, pertumbuhan terhambat, sakit pada tulang punggung dan pinggul, tulang melemah dan Rakhitis. Rakhitis ialah Absorbsi di dalam tubuh terganggu dimana pada penyakit ini tulang-tulang tetap lunak, sehingga tulang mudah berubah bentuknya.
Sumber Vitamin D ini dapat kita dapatkan dari Matahari, susu, margarin difortifikasi, kuning telur, hati, dan juga ikan berlemak.

3. Vitamin E

Di beberapa negara maju dan juga kota-kota berkembang seperti di Indonesia Vitamin E banyak dimanfaatkan khususnya sebagai obat penyakit dan merupakan komoditi yang mahal tapi laris, yang biasanya sering kita jumpai di kosmetik.
Fungsi utama dari Vitamin E ini ialah sebagai Antioksidan, merangsang reaksi kekebalan, dan mencegah penyakit jantung koroner.

Akibat yang ditimbulkan dari kekurangan Vitamin E ini ialah kerusakan sel darah merah, Anemia, gangguan penglihatan dan bicara.
Sedangkan sumber Vitamin E dapat kita dapatkan dari Minyak nabati, kecambah, sayuran hijau, lemak, susu, kuning telur, kacang-kacangan juga minyak sayur.

4. Vitamin K

Memiliki fungsi utama membantu pembentukan protomir yaitu suatu senyawa untuk penggumpalan darah merah, pencegah terjadinya perdarahan, untuk pembentukan darah karena vitamin ini mempengaruhi protombin dalam hati. Vibrinogen yang merupakan pembentukan dari vitamin K juga memiliki peran sebagai benang-benang putih yang menutup luka.

Jika kekurangan Vitamin K maka protombin dalam darah akan berkurang, akibatnya bila terjadi luka, maka luka ini akan sulit berhenti darahnya .
Vitamin K dibentuk oleh bakteri-bakteri di dalam usus. Bahan makanannya seperti daging, susu, kuning telur, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Vitamin Larut Air

1. Vitamin C

Merupakan vitamin yang larut dalam air dan mudah rusak dalam keadaan panas. Berbagai faktor ysng dapat mengurangi kadar vitamin C dalam makanan ialah jika makanan disimpan terlalu lama da dijemur dengan sinar matahari.

Fungsi utama dari Vitamin C ialah membantu sintesa kolagen (menguatkan pembuluh darah), penyembuhan luka, pembentukan tulang, dan sebagai kekebalan antioksidan.
Kekurangan Vitamin ini akan menyebabkan sariawan/skorbut, mudah terkena infeksi, gusi mudah berdarah, dan lulit sering kasar.

Sumber vitamin C dapat kita temui pada buah-buahan yang asam, sayur-sayuran hijau, susu, telur juga unggas.

2. Vitamin B1

Vitamin ini merupakan vitamin yang tahan panas dalam suasana alkali dan asam. Vitamin B1 berperan dalam metabolisme energi yang diperlukan untuk pertumbuhan, nafsu makan normal, pencernaan dan fungsi syaraf.

Apabila tubuh kekurangan vitamin B1 maka akan mengakibatkan lemah, capek, tidak ada nafsu makan, otot sering sakit, dan beri-beri.

Sumbernya dapat diperoleh dari benih serelia, serelia tumbuk, hati & organ lainnya, kacang-kacangan, dan juga sayuran.

3. Vitamin B2

Fungsi utamanya berperan dalam metabolisme energi, pernafasan, jaringan dan pemindahan hidrogen, diperlukan untuk pertumbuhan, penglihatan, dan kesehatan kulit.
Efek dari kekurangan vitamin B2 biasanya sudut mulut merah dan pecah-pecah, licin dan berwarna merah ungu, kelopak mata meradang, tidak tahan cahaya dan kornea mata memerah.

Sumber vitamin B2 dapat diperoleh dari susu, sayuran hijau, serelia tumbuk dan juga telur.

4. Vitamin B3

Bagian koenzim NAD (Nikotin Amida Adenin Dinukleotida) dan NADP (Bentuk Fosfat) membenatu memindahkan hidrogen dan metabolisme asam amino, sintesis lemak, menjaga kesehatan kulit, sistem syaraf dan sistem pencernaan, itulah fungsi utama dari

5. Vitamin B3.

Sedangkan dampak dari kekurangan Vitamin B3 ialah dermatitis, mudah tersinggung, kurang nafsu makan, pusing serta gangguan mental.
Sumbernya bisa didapatkan dari susu, telur, daging, ikan, unggas, dan juga serelia tumbuk.

6. Vitamin B6

Vitamin B6 memiliki fungsi membantu metabolisme asam lemak dan asam amino, membantu pertumbuhan, dan pembentukan sel darah merah.

Jika kekurangan vitamin B6 maka akan mengakibatkan lidah licin, sudut mulut merah dan pecah-pecah, serta anemia mikrositik.

Sumbernya dapat di dapatkan dari daging, serelia tumbuk utuh, susu, kuning telur, hevernut dan kacang-kacangan.

7. Vitamin B12

Vitamin ini memiliki peran dalam membantu pemecahan asam lemak dan asam amino tertentu dan juga berperan dalam pertumbuhan.

Akibat kekurangan vitamin ini dapat mengakibatkan anemia pernisiosa, anemia makrotistik, lidah licin, lelah, kulit sensitive, degenerasi saraf prefier yang dapat berakhir dengan kelumpuhan.

Sedangkan sumbernya sendiri dapat didapatkan dari makanan hewani, daging, ikan, unggas, kerang, susu dan telur.

Demikian pemaparan tentang vitamin yang larut dalam lemak dan air, semoga dapat bermanfaat dan membantu kita dalam memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh. Apabila ada kesalahan dalam penulisan maupun pemaparan mohon dimaafkan.

Malang, 02 Juli 2018