teh

Jangan Langsung Minum Teh Setelah Makan Ikan, Mengapa?

Oleh: Aannisah Fauzaania

Ikan merupakan salah satu hasil laut yang banyak digemari oleh orang-orang dari setiap kalangan. Selain rasanya yang enak, ikan juga memiliki kadar protein hewani tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh. Seperti yang kita ketahui, protein memiliki jumlah kalori terbanyak ke 3 setelah lemak dan karbohidrat. Artinya, protein menjadi salah satu zat yang paling diperlukan tubuh dalam proses metabolisme. Cara memasak yang mudah dan bisa divariasikan dalam berbagai jenis masakan juga menjadikan panganan ini sebagai mayoritas menu favorit di beberapa rumah makan besar.

tehBiasanya, ada beberapa dari kita yang sangat suka mengonsumsi teh. Baik pada pagi hari sembari menikmati udara sejuk, saat setelah makan, atau saat sore hari sembari menikmati angin senja. Teh memang memiliki cita rasa khas yang nikmat dan cocok untuk diminum di saat-saat santai. Namun, tahukah anda bahwa ada waktu tertentu yang tak direkomendasikan untuk minum teh. Misalnya saat setelah makan makanan yang mengandung protein, seperti ikan, daging, atau makanan lainnya. Minum teh setelah mengonsumsi protein memiliki dampak yang dapat mengganggu proses metabolisme tubuh.

Bagaimana mekanismenya?

Dalam sebuah perkuliahan ilmiah bersama Ir. Eti Widayati, M.Kes dijelaskan, selain mengandung zat-zat yang dapat menyehatkan tubuh, ternyata teh juga memiliki kandungan zat tanin. Zat tanin merupakan salah satu zat yang terkandung dalam teh selain asam fitat dan kafein. Namun, zat ini ternyata tak dapat dikolaborasikan dengan protein. Apabila kita baru saja mengonsumsi makanan berprotein lalu langsung minum teh yang mengandug zat tanin, maka zat ini dapat menghambat penyerapan protein dalam tubuh. Selain menghambat penyerapan protein, tanin juga menghambat penyerapan zat besi, kalsium, dan magnesium. 

Kita tahu bahwa manfaat protein bagi tubuh antara lain sebagai zat pembangun, memperbaiki sel-sel yang rusak,  sebagai sumber energi yang menghasilkan 4,1 kal setiap gramnya, menyeimbangkan cairan asam-basa dalam tubuh, dan sebagai zat pengatur metabolisme. Maka, jika penyerapan protein terhambat maka proses metabolisme tubuh kita pun akan terhambat. Hambatan ini dikhawatirkan akan mengganggu sistem kerja bagian tubuh yang lain sehingga akan menimbulkan suatu penyakit baru.

Nah, karena alasan di atas, maka disarankan untuk memberi tenggang waktu antara makan dengan waktu meminum teh. Semoga informasi ini bermanfaat;)